Urusannya Mudah, Jangan Pakai Calo – FAJAR sulsel
News

Urusannya Mudah, Jangan Pakai Calo

PALOPO — Untuk membuat paspor, ternyata sangat mudah. Tidak perlu memakai jasa calo. Karena saat ini, pelayanan kantor Imigrasi sangat memudahkan warga yang ingin membuat paspor. Baik itu untuk keperluan ke luar negeri, wisata, kunjungan keluarga, belajar, umroh, haji, bisnis, tugas pemerintahan dan lain sebagainya.

Selain membuat paspor baru, di kantor Imigrasi juga bisa mengganti paspor yang rusak atau hilang. Tapi, ternyata banyak juga orang yang belum mengetahui cara membuat paspor. Kepala Kantor Imigrasi Makassar, Haspion Irman, baru-baru ini ikut hadir menyaksikan peresmian Kantor Imigrasi Kelas III Palopo.

Pada kesempatan itu, didampingi Kantor Imigrasi Kelas III Palopo, Samuel Toba, Haspion Irman menyampaikan bahwa mengurus paspor itu sangat mudah. Cukup mendatangi kantor Imigrasi terdekat tanpa melalui perantara atau calo.

Agar tidak bolak-balik karena persyaratannya tidak lengkap, maka yang perlu disiapkan oleh orang yang ingin mengurus paspor adalah, potocopy KTP, KK, Akte Kelahiran atau Surat Nikah atai Ijazah terakhir. Selain potocopy, sebaiknya membawa yang aslinya juga guna mendukung data tersebut.

“Syarat mendapatkan paspor, harus melengkapi dokumen seperti KTP, KK, Akta Lahir atau Ijazah Terakhir atau Akta Kawin,” kata Haspion.
Bagi pemohon paspor yang hilang harus melengkapi dengan Surat Keterangan Hilang dari Kepolisian. Bagi yang akan keluar negeri karena tugas harus ada Surat Rekomendasi atau Izin dari Atasan atau Sponsor.

Sementara itu bagi Anda yang tidak sempat mengambil paspor harus dilengkapi dengan Surat Kuasa atau Kartu Tanda Pengenal Pengurusan Keimigrasian.

Alur pengurusan paspor baru di Kantor Imigrasi Kelas III Palopo, pertama masuk ke bagian layanan dan Informasi dengan mengambil tanda antrian. Lalu isi Formulir Surat Perjalanan Republik Indonesia untuk warga negara Indonesia dengan melengkapinya sesuai persyaratan tadi.

Membuat surat pernyataan di atas materai. Setelah antrian dipanggil, pihak Layanan dan Informasi mengecek kelengkapan dokumen. Jika sudah lengkap akan diberi tanda antrian untuk wawancara dan pemotretan.

Jika nomor antrian dipanggil, Anda tinggal menuju ke meja yang dituju sambil membawa persyaratan beserta dokumen aslinya. Petugas wawancara akan menanyakan maksud dan tujuan Anda keluar negeri. Jika ingin umroh biasanya harus dilengkapi dengan tiket perjalanannya agar tidak digunakan untuk paspor kerja.

Setelah diwawancara dan dicek kebenaran dokumennya. Semua berkas diserahkan kepada bagian pemotretan. Tinggal menunggu panggilan dari bagian pemotretan. Disini juga akan ditanya maksud dan tujuannya ke luar negeri. Setelah selesai wawancara kemudian dicek kebenaran datanya lalu pemotretan dan diambil sidik jarinya.

Selesai pemotretan dan sidik jari, Anda akan diberi resi untuk melakukan pembayaran di Bank atau transfer lewat ATM BNI. Paspor sudah bisa diambil setelah empat hari kerja dari pembayaran biaya pembuatan paspor. Pembayarannya Rp355 ribu untuk paspor biasa.

“Empat hari setelah melakukan pembayaran di bank, Anda sudah bisa mengambil paspornya di kantor Imigrasi,” tandasnya.(ara/rhm)

PALOPO POS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top