BI Sulsel Musnahkan Rp10 T – FAJAR sulsel
News

BI Sulsel Musnahkan Rp10 T

UTLE 2016

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Sepanjang tahun 2016, Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan (Sulsel) telah meracik dan memusnahkan uang tidak layak edar (UTLE) sebanyak Rp10 triliun.

“Jadi setahun terakhir 2016 itu, kita meracik dan menarik uang yang tidak layak edar sebanyak Rp10 triliun. Karena memang uang tersebut tidak kelihatan baik jika digunakan menjadi alat transaksi,” kata Kepala KPw BI Sulsel, Wiwiek Sisto Widayat, Selasa (24/1/17).

Menurut dia, uang yang sudah ditarik tersebut selanjutnya digantikan dengan uang rupiah yang layak edar atau uang Rupiah Tahun Emisi 2016 yang diluncurkan pada 19 Desember 2016 lalu. Uang lusuh, lanjut dia, memang tidak bisa dibiarkan menjadi alat transaksi terus-menerus. Uang tersebut harus ditarik dari peredaran.

Wiwiek menjelaskan, BI sebagaimana diamanatkan dalam pasal 11 UU No 7 tahun 2011 merupakan satu-satunya lembaga yang diberi kewenangan untuk melakukan pengeluaran, pengedaran atau pencabutan dan penarikan rupiah.

“Bank Indonesia juga berkewajiban untuk menjaga uang Rupiah yang beredar di masyarakat agar tetap dalam kondisi layak edar sehingga menimbulkan kebanggaan bagi masyarakat dalam memegang uang Rupiah,” ungkapnya.

Ia menuturkan, dari waktu ke waktu uang tidak layak edar yang dihancurkan itu bervariasi, selalu ada peningkatan. Setiap tahunnya bertambah dari kisaran Rp4 triliun hingga Rp10 triliun.

Contohnya, tahun 2015 lalu, ada Rp8,5 triliun yang dihancurkan. Kemudian tahun 2016 ada Rp10 triliun. Jumlah ini memang selalu naik karena jumlah uang yang beredar juga terus bertambah yakni sekira 10 persen hingga 12 persen.

Uang sudah tidak layak edar ini, tambahnya, antara lain karena sudah robek, dicoret atau ditulisi dan karena memang sudah lusuh lantaran sudah terlalu lama beredar di masyarakat atau terlalu sering berpindah tangan meski belum terlalu lama diedarkan. “Uang biasanya memiliki umur edar sekitar 5-10 tahun,” ujarnya.

Dia juga menambahkan akhir tahun lalu pihaknya bekerjasama dengan menghadirkan sejumlah pihak, di antaranya TNI angkatan laut menyusuri pulau terluar di Sulawesi untuk menyisir uang lusuh. Alhasil, pihaknya selama dua minggu melakukan hal tersebut bisa mengumpulkan sebanyak Rp15 miliar uang lusuh atau uang yang tidak layak edar.

Dia menyebutkan, ada beberapa kategori uang mana yang harus dotarik dari peredarannya. Seperti penuh dengan sobekan, coretan, kusut atau kumal dan penuh dengan bercak noda. Sehingga uang tersebut tidak layak dan tidak sehat. Masyarakat juga perlu tahu penukaran uang pecahan baru tidak dikenakan biaya apapun.

Pemusnahan tersebut, kata wiwiek dilakukan untuk penerapan clean money police atau biasa diartikan sebagai lembaga yang melakukan pengedaran uang, kelancaran sistem pembayaran diejawantahkan dengan terjaganya jumlah uang tunai yang beredar di masyarakat dan dalam kondisi yang layak edar.

“Kami selalu berupaya untuk mempermudah masyarakat agar bisa menukarkan uangnya dengan mudah. Agar kami juga bisa mengontrol peredaran UTLE itu,” jelasnya.

Sementara, Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah BI Sulsel, Jundun Faizal menambahkan hampir tiap hari melakukan penarikan UTLE dengan kerjasama seluruh perbankan.

“Kami ada alat peracik untuk memusnahkan uang. Jadi uang yang sudah ditarik harus dimusnahkan dan tidak bisa dikeluarkan lagi sebagai alat transaksi,” terangnya.

Dijelaskan Jundun, tingkat kelusuhan uang versi BI terdiri dari 20 level, dimana uang yang paling lusuh berada di level satu dan uang yang baru keluar dari percetakan di level 20. Adapun batasan uang yang harus dimusnahkan adalah level 12.

Uang kertas sendiri sejauh ini tidak bisa didaur ulang karena kertas yang menjadi bahan pembuatannya bersifat khusus dan masih diimpor dari luar negeri.

“Jadi kami menghimbau kepada masyarakat Sulsel agar menukarkan segera uang lama dengan pecahan baru. Jangan ragu, karena pecahan baru sudah resmi menjadi alat transaksi per 19 Desember kemarin,” tandasnya.

Dia menambahkan peracikan uang tidak layak edar atau lusuh dilakukan dengan tiga cara. Pertama, uang yg lusuh (UTLE) dipisahkan.

Kedua, setelah itu dimasukkan ke dalam mesin racik untuk dihancurkan. Ketiga, setelah itu racikan di-press ke dalam bentuk briket lalu dimasukkan ke dalam karung untuk dibuang ke tempat pembuangan akhir.(nda/rif)

UPEKS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top