BNI Makassar Tunggu Jatah KUR 2017 – FAJAR sulsel
News

BNI Makassar Tunggu Jatah KUR 2017

2016, Salurkan Rp480 Miliar

MAKASSAR, UPEKS.co.id — PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Kantor Wilayah (Kanwil) Makassar masih menunggu jatah Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada 2017.

“Saat ini, kami masih menunggu target penyaluran KUR untuk BNI Wilayah Makassar di tahun ini,” tutur Faizal Arief Setiawan, Head of Business Banking BNI Kanwil Makassar, kepada Upeks, Selasa (24/1/2017).

Dia mengaku, target penyaluran KUR secara nasional memang meningkat. KUR meningkat 10% dibanding 2016 lalu. Target KUR mencapai Rp110 triliun.

Di mana, realisasi penyaluran KUR BNI Wilayah Makassar sebesar Rp480 miliar. Penyaluran KUR tersebut, meliputi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan Maluku.

“Realisasi KUR sebesar Rp480 miliar di tahun 2016 lalu,” kata Faizal.2016, BNI wilayah Makassar menyiapkan dana KUR sebesar Rp500 miliar. Realisasinya didominasi dari KUR ritel di sektor perdagangan. Sisanya, sektor pertanian, perikanan dan industri serta jasa.

Memburu Dana Murah

Sementara itu, Bank pelat merah ini terus berlomba menjaring pendanaan murah agar sanggup memenuhi target kebutuhan penyaluran kredit.Di tengah proyeksi pengetatan likuiditas, bank berstatus Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memburu dana dari lembaga pemerintah, seperti kementerian dan korporasi berstatus BUMN.

Bank BNI juga membidik dana murah dari perusahaan BUMN dan Kementerian. Saat ini, BNI membidik kerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Sosial, Kementerian Luar Negeri, serta dengan Kementerian Pertahanan.
“Ada juga rencana dengan Bulog,” tutur Harry Sidharta, Direktur Corporate Banking BNI, Senin, (23/1/16).

Sementara dari sisi kredit, Harry menyebutkan, saat ini BNI telah bekerja sama dengan belasan perusahaan BUMN. Sepanjang tahun 2016 BNI telah menyalurkan kredit korporasi sebesar Rp 189 triliun atau tumbuh 23% ketimbang tahun 2015 atau year on year (yoy).

Dari segi pendanaan, per November 2016, dana pihak ketiga BNI tumbuh sekitar 20,58% menjadi senilai Rp 389,56 triliun. Sementara dana murah (CASA) yang dikantongi BNI tumbuh sebesar 19,06% menjadi Rp 240,08 triliun per November 2016. (rul/suk)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top