Dana Cadangan – FAJAR sulsel
News

Dana Cadangan

Pertanyaan :

Apakah Pensiunan Anggota Koperasi Bisa Dapat Dana Cadangan

Perkenalkan saya Baharuddin, anggota salah satu koperasi pegawai negeri (KPRI) di Kota Makassar. Saya menjadi anggota koperasi sudah hampir 30 tahun dan sekarang saya sudah memasuki usia pensiun. Sesuai ketentuan koperasi kami bahwa apabila anggota sudah pensiun maka keanggotaan akan berakhir pula.

Pertanyaan saya adalah apakah saya pada saat telah diberhentikan sebagai anggota koperasi saya berhak mendapatkan juga bagian dari dana cadangan koperasi berhubung dana cadangan koperasi kami selama ini bersumber dari alokasi penyisihan SHU setiap tahunnya dimana saya juga punya konstribusi untuk penambahan dana cadangan tersebut selama kurang lebih 30 tahun?. Akhirnya saya mengucapkan terima kasih atas dimuatkan pertanyaan saya ini dan terima kasih pula atas jawaban pengasuh ruang konsultasi KUMKM Sulsel.

Jawaban :

Bapak Baharuddin yang kami hormati, terima kasih atas pertanyaan bapak.Kami sangat menghargai atas kesungguhan bapak yang telah menjadi anggota koperasi selama 30 tahun, kami yakin pula bahwa bapak adalah anggota koperasi yang selama ini aktif melaksanakan kewajiban misalnya meminjam dan berbelanja pada usaha yang dikelola koperasi, membayar simpanan wajib dan melaksanakan kewajiban lainnya pada koperasi.

Dana cadangan koperasi diperoleh dari penyisihan SHU koperasi setiap tahunnya yang besarnya telah diatur dalam anggaran dasar/anggaran rumah tangga koperasi yang bersangkutan. Cadangan ini merupakan pemupukan modal koperasi dan akan menjadi penambah ekuitas koperasi setiap tahunnya. Digunakan sebagai penambah modal kerja koperasi dan dapat pula digunakan untuk menutup kerugian koperasi untuk yang sifatnya post mayor.

Apabila seseorang telah berakhir keanggotaannya maka modal yang dapat diambil kembali oleh anggota bersangkutan adalah modal yang sifatnya simpanan perorangan/individu yang tercatat pada koperasi misalnya simpanan pokok, simpanan wajib dan simpanan perorangan lainnya pada koperasi. Sedangkan cadangan tidak termasuk yang dapat dibagikan kepada anggota. Hal ini dipertegas pada Peraturan Menteri Koperasi dan UKM RI Nomor 12/2015 tentang akuntansi koperasi sektor ritel, Nomor 13/2015 tentang pedoman akuntansi USP/KSP, dan nomor 14/2015 tentang pedoman akuntansi usaha simpan pinjam pembiayaan syariah.

Karena keterbatas ruang pada rubrik ini maka kami sarankan agar hal ini dapat dikonsultasikan langsung kepada kami, atau mengundang kami saat melaksanakan RAT sehingga hal-hal seperti diatas dapat dijelaskan lebih detail. Disamping itu apabila bapak masih mendapat kesempatan hadir pada RAT tutup buku 2016 maka bisa mngusulkan agar ada program pendidikan perkoperasian bagi anggota koperasi yang dilaksanakan sendiri oleh koperasi dengan biaya menggunakan alokasi dana pendidikan sehingga pemahaman perkoperasian bagi anggota koperasi semakin baik dalam mendukung kerja pengurus dan pengawas koperasi.

Pengasuh : Salman Sahmad (Konsultan PLUT KUMKM Sulsel)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top