Omzet Capai Rp13,27 Triliun – FAJAR sulsel
News

Omzet Capai Rp13,27 Triliun

Kinerja BUMDes

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Provinsi Sulsel saat ini baru memiliki sekitar 600 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang terbentuk pada sejumlah desa. Total omzet yang dimiliki dari 600 BUMDes itu nilainya mencapai Rp13,27 triliun.

Untuk meningkat jumlah BUMDes, Pemprov Sulsel melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sulsel, akan memfasilitasi pembentukan BUMDes hingga 1.900.

Kepala Dinas PMD Sulsel, Mustari Soba mengatakan, dalam rangka peningkatan ekonomi masyarakat desa, lanjut Mustari, maka pihaknya bersama pemerintah kabupaten/kota telah fasilitasi terbentuknya BUMDes sebanyak 600 dengan omzet kurang lebih Rp13,27 triliun.

Tahun ini, lanjut dia, akan difasilitasi kembali pembentukan 1.900 BUMDes atau tiga kali lipat dari yang ada saat ini, dengan dukungan dari Kementerian PDT dan Transmigrasi, yang akan menjadikan BUMDes sebagai prioritas program.

“Menteri Desa memprioritaskan program BUMDes untuk peningkatan ekonomi kerakyatan. Sehingga, kita dituntut untuk segera membentuk BUMDes di masing-masing desa,” katanya dalam acara Briefing Gubernur Sulsel dengan Kepala Desa dan Tenaga Pendamping Profesional Desa di Baruga Sangiaseri, Selasa (24/1/17).

Menurut Mustari, tahun 2017 ini dana desa Provinsi Sulsel meningkat tiga kali lipat dari jumlah awal yang dikucurkan tahun 2015 lalu sekitar Rp635 miliar dengan realisasi 98,23%. Pada tahun 2015, realisasi tidak mencapai 100% karena adanya dua kepala desa yang bermasalah.

“Pada tahun 2016, dana desa meningkat menjadi Rp1,4 triliun dengan serapan hingga Desember 99,98%. Dan tahun 2017 kembali naik menjadi Rp1,8 triliun,” jelasnya.

Mustari menambahkan, setiap tahunnya kualitas pemerintah desa semakin baik, yang dilihat dari capaian realisasi anggaran dana desa sekitar 98% setiap tahunnya. Hasil kegiatannya pun sudah mulai dirasakan masyarakat desa, seperti ketersediaan infrastruktur dasar dan sarana pedesaan yang semakin meningkat, serta keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan yang semakin terlihat.

“Meski demikian, masih terdapat beberapa kekurangan yang perlu diatasi, khususnya dalam peningkatan tata kelola organisasi keuangan desa,” imbuhnya.

Mustari juga melaporkan, jumlah personel tenaga pendamping desa yang bertugas berjumlah 905 orang, yang memfasilitasi 2.205 desa. Jumlah ini masih belum sesuai yang diharapkan, sehingga tahun ini direncanakan akan kembali diadakan rekrutmen tenaga pendamping desa sebanyak 500 orang untuk memenuhi target ideal pendampingan.

“Kami sudah laporkan ke pemerintah pusat, Sulsel masih membutuhkan 300 hingga 500 pendamping desa,” katanya.
Sementara Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, memberikan motivasi agar kepala desa bekerja dengan baik dan penuh tanggung jawab. Menurutnya, kepala desa yang andalan harus punya kepercayaan diri yang kuat dan paham persis siapa dirinya dan apa kekurangannya. Kepala desa andalan juga berani karena dia punya cita-cita dan kebenaran.

“Kita pernah sama-sama kepala desa. Saya kepala desa satu tahun sembilan bulan dan desa saya juara Sulsel,” katanya.
Ia mengatakan, menjadi kepala desa jaminannya adalah surga. Tentunya, jika bekerja dengan baik, tidak berkhianat pada idealisme kebangsaan, dan tidak keluar dari aqidah. Yang terpenting, yang dilakukan oleh kepala desa adalah untuk kepentingan orang banyak.

“Kalau kalian jadi pejabat, yang pertama senang sekali adalah keluargamu. Tetapi yang paling pertama benci juga adalah keluargamu. Karena itu, menjadi pejabat harus bisa menjaga harga diri keluarga. Kalau orang jadi pejabat itu mati sahid, sepanjang jabatan diniatkan untuk ibadah.

Kalau korupsi tentu tidak termasuk, karena itu tulus-tulus saja. Kalau kau urusi orang banyak dan sepenuh hati dengan segala ketulusan dan keikhlasan, Allah mengambil alih tanggung jawabmu pada dunia dan akhirat. Kerja saja baik-baik, Allah akan memberimu harga diri,” terangnya.

Syahrul juga menyampaikan agar kepala desa harus menjadi rahmat bagi rakyat dan melindungi rakyat. “Jangan bikin susah rakyat dan jangan sombong jadi kepala desa. Tugas kepala desa berat. Karena itu, kalian harus jadi kesatria dan pejuang. Pahlawan tidak mendahulukan dirinya dan keluarganya, dibanding tugasnya,” pungkasnya.(eky/rif)

UPEKS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top