Proyek Pedestrian Belum Rampung – FAJAR sulsel
News

Proyek Pedestrian Belum Rampung

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Tiga pembangunan pedestrian belum rampung di Kota Makassar. Pembangunan pedestrian ini berada di ruas Jl Nusantara, Jl Nusantara Baru dan Jl Ujung Pandang.

Ketiganya masih proyek pada 2016 lalu. Bahkan, Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto pun meninjau pembangunan pedestrian dua hari berturut-turut, Senin-Selasa (23-24/1/2017).

“Pekerjaan pedestrian memang diberikan perpanjangan waktu 50 hari untuk diselesaikan,” kata Darlis, Selasa (24/1/2017).
Menurut Darlis, perpanjangan waktu pekerjaan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Pekerjaannya pun memiliki konsep yang sama dengan pedestrian atau trotoar yang lebih dulu tuntas di Jl Penghibur dan Jl Pasar Ikan.

Proyek tidak tuntas pada tahun lalu karena terjadi tender ulang. Tender ulang disebabkan rekanan tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan.”Kita optimis pekerjaan dapat tuntas sesuai tambahan waktu,” katanya.
Lanjut Darlis, progres pekerjaan ketiga pedestrian mencapai 70%. Pedestrian ini menelan Rp6,84 miliar di Jl Nusantara, Rp12,18

miliar di Jl Nusantara dan Jl Ujung Padang sebesar Rp6,2 miliar. Anggaran tersebut sesuai tender yang dilaksanakan pada 2016 lalu.
Bahkan, Dinas PU Makassar juga mengucurkan Rp45 miliar untuk pembangunan penyempurnaan pedistrian pada 2017 ini. Proyek ini, tambah Darlis, akan melalui tender pula.

Sebelumnya, Kepala Dinas PU Makassar, M Ansar mengatakan, PU melakukan lanjutan pembangunan pedistrian. Pembangunan lanjutan berupa penyempurnaan pedestrian.

“Lanjutannya, seperti pemasangan lampu hias dan sarana tempat duduk untuk masyarakat,” kata Ansar.
Ansar mengaku, proyek infrastruktur Makassar memang sering telat. Proyek telat karena kendala dokumen tender dan kerap terjadi gagal tender.

Dokumen tender telat lantaran banyaknya kegiatan perencanaan yang harus dirampungkan PU. Jadi, katanya, PU mengutamakan penyetoran dokumen lengkap ke ULP untuk ditender.

“Jangan tunggu, dokumen lengkap yang ada distorkan lebih dulu,” pungkasnya.
Sementara itu, Danny, sapaan Walikota Makassar, mengatakan, pembangunan pedestrian sebagai upaya menertibkan dan merubah wajah kawasan yang dinilai menjadi pusat porstitusi Makassar ini menjadi pusat bisnis positif tanpa penggusuran atau pun kekerasan sebagaimana penertiban kawasan serupa di daerah lain.

“Kita perlihatkan contoh di Makassar satu kawasan dirubah atas persetujuan warga tanpa melakukan pengusuran dan semua pengusaha hiburan malam di kawasan ini secara sularela mengubah usahanya menjadi bisnis kuliner,” ucap Danny di sela-sela pantauannya. (rul/ris)

UPEKS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top