Tanah Amblas, Warga Salobulo Panik – FAJAR sulsel
News

Tanah Amblas, Warga Salobulo Panik

*Komisi II Tinjau Lokasi

PALOPO — Sejumlah warga di Kelurahan Salobulo panik. Tanah disamping rumah amblas. Tepatnya di samping jalan yang baru saja dibangun oleh pihak Bina Marga. Jarak rumah dan tanah yang longsor hanya kurang lebih empat meter.

Di seberang jalan, warga mengeluhkan air dari got membanjiri rumah mereka yang berada di dataran rendah. Ada kurang lebih 6 KK yang terancam kebanjiran akibat naiknya debit air saat musim penghujan.

Atas desakan warga di Kelurahan Salobulo, Kecamatan Wara Utara, anggota Komisi II DPRD Kota Palopo meninjau lokasi. Sebelumnya, mereka mampir dulu di Kantor Bina Marga di Jl Imam Bonjol. Komisi II mengajak serta pihak Bina Marga termasuk Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Petrus T Palembangan, Selasa 24 Januari 2017.

Dari arah kota, tepat disamping kuburan Cina, tampak jelas tanah tergerus dan terlihat akan amblas. Kedalamannya kurang lebih mencapai kurang lebih lima meter. Satu rumah terancam. Lalu, diseberang jalan, ada sekitar 6 KK yang juga terancam terkena banjir bila debit air tinggi.

“Aliran air tidak lancar sehingga air dari dalam got meluap menggenangi rumah kami,” kata Faris, warga Jl Salobulo.

Usai meninjau lokasi, anggota Komisi II, masing-masing adalah Hariyanti, Misbahuddin, Herawati Masdin, Angga Bantu dipimpin Steven Hamdani kembali menuju kantor Bina Marga bersama PPK. Itu untuk melakukan rapat evaluasi.

“Hasil kunjungan, kita melihat adanya aliran dari atas yang tertampung sehingga mengerus tanah. Akibatnya, warga khawatir tanah semakin amblas dan rumahnya juga ikut amblas. Kedua, ternyata ada gorong-gorong buatan belanda di tempat tersebut,” kata Ketua Komisi II DPRD Kota Palopo, Steven Hamdani membuka rapat.

Lanjutnya, menurut warga, ada gorong-gorong buatan Belanda yang dulunya agak besar. Pihak Bina Marga bahkan baru tahu kalau ada gorong-gorong buatan Belanda di tempat itu. Sehingga saat dilakukannya pembangunan jalan, gorong-gorong itu semakin mengecil.

Sehingga aliran air yang tertampung dari sisi kiri agak sedikit terhambat dan terjadi penampungan. Itu dikhawatirkan masuk ke rumah warga jika debit airnya semakin tinggi.

“Sehingga solusi menurut kami, Bina Marga tupoksinya siap membangun talut jangan sampai jalan itu amblas. Kedua, kami akan koordinasikan dengan SKPD terkait di Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo, bagaimana air tersebut dibuatkan jalan. Jika plat dekker dibuat pasti akan membongkar jalan. Jadi solusinya, air yang dari atas bukit dicarikan jalan keluar menuju laut,” bebernya.

Lalu, lanjutnya di sisi kanan, debit air yang besar mengarah ke rumah warga kita perbaiki drainasenya.
Steven meminta kepada pihak Bina Marga agar dibangun talut di titik tanah yang amblas.

“Kita sebenarnya memberikan waktu kepada pihak Bina Marga selama satu hingga dua bulan, namun pihak Bina Marga menyanggupi satu minggu untuk membangun talut di tempat itu,” ujar Steven.

Dirinya berharap debit air yang besar dicarikan jalan keluarnya.
Sementara itu, Misbahuddin menyampaikan, bahwa di lokasi tersebut masuk dalam Balai Besar yang anggarannya dari APBN.

“Jadi kami tidak terlalu masuk kesitu. Hanya memang, kami sebagai wakil rakyat di Kota Palopo ini, didesak warga. Mereka khawatir ancaman bencana longsor akibat tanah yang semakin amblas. Karena warga merasa terancam, maka kita melakukan kunjungan. Tujuannya, agar pihak Bina Marga menjadikan kunjungan kami ini sebagai rujukan ke tingkat atas untuk dilakukan perbaikan,” jelasnya.

Herawati pun angkat bicara.
“Lain kali, jika ada kegiatan dari SKPD, jauh hari harus melakukan koordinasi. Seperti kasus Bina Marga, PDAM dan PLN yang sering berbenturan. Aspal sudah jadi, malah digali lagi oleh PDAM, tiang listrik tumbang akibat pengerjaan jalan. Ini perlu jadi perhatian,” sebutnya.

Di tempat yang sama, PPK, Petrus berjanji akan secepatnya menindaklanjuti hasil dari kunjungan DPRD. “Kami akan menindaklanjuti dengan berkoordinasi dengan tingkat pusat. Dalam minggu ini juga kami akan buatkan talut,” tutup Petrus.(ara/rhm)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top