Tersangka Tikam Yacobus Pakai Badik dari Belakang – FAJAR sulsel
News

Tersangka Tikam Yacobus Pakai Badik dari Belakang

* Rekonstruksi Pembunuhanan di Jalan Pongsimpin

PALOPO — Korban sudah tersungkur. Para pelaku bukannya iba. Mereka makin beringas menghabisi Yacobus. Di adegan ke IX, pelaku menikam korban dari belakang. Sebanyak dua kali. Korban langsung tersungkur dalam posisi sujud.

Saat ditusuk pakai anak panah, Yacobus yang dalam keadaan terdesak karena dikeroyok masih berupaya memberi perlawanan.

Darah segar terus muncrat dari luka di dadanya. Posisi korban kian terdesak. Di detik-detik tersebut, datang tersangka menikam korban dari belakang.

”Ada 24 adegan yang diperagakan di rekonstruksi kasus pembunuhan tersebut. Di adegan ke IX korban sudah jatuh dalam posisi sujud. Masih ada napasnya,” ujar Kapolres Palopo, AKBP Dudung Adijono, melalui Kasubag Humas Polres Palopo, AKP Bustang, kepada Palopo Pos, Selasa 24 Januari 2017, kemarin.

Adegan I sampai sembilan, terlihat jelas bagaimana para pelaku menghabisi korban yang sudah tidak berdaya. Saat korban dalam posisi sujud, masih ada pelaku datang menghantam kepalanya dengan kakinya. Sudah itu, mereka pada kabur meninggalkan Yacobus yang sedang bertarung nyawa. Namun, korban akhirnya menghembuskan napasnya di RS At-Medika Palopo.

Menurut kapolres, dengan alasan keamanan, rekonstruksi pembunuhan terhadap Yacobus alias Lobo, warga Jalan Batara digelar di halaman Mako Polres Palopo. Namun, dari tujuh orang pelaku yang pernah ditangkap. Hanya empat orang saja yang ditetapkan sebagai tersangka. Tiga lainnya hanya sebagai saksi.

Jarum jam masih menunjuk pukul

09:59 Wita. Namun, terik matahari begitu menusuk kulit. Empat tersangka dan satu saksi mengambil posisi di tengah lapangan. Ada lima motor yang disediakan.

Tiga motor dikendarai oleh para pelaku dan saksi. Satu motor dikendarai oleh korban. Dan motor yang satu lagi dikendarai oleh saksi yang menolong korban.

Empat tersangka mengenakan pakaian seragam berwarna biru. Di bagian belakang baju ada tulisan ‘Tahanan Polres Palopo’. Rambut para pelaku dipelontos, namun tidak sampai botak. Para pelaku menggunakan celana pendek. Di leher tergantung identitas sesuai status masing-masing.

Untuk saksi Rasyid dan saksi Aswan diperankan oleh anggota kepolisian. Demikian juga korban Yacobus dan Eston juga diperankan oleh anggota kepolisian. Rekonstruksi dipimpin oleh Kanit PPA Iptu Nurdin dan Kanit Identifikasi Iptu Musafir. Itu disaksikan sejumlah perwira Polres Palopo.

Satu per satu adegan diperagakan. Para pelaku hafal betul posisi dan peran masing-masing. Senjata berupa badik, anak panah, dan batu yang digunakan terbuat dari karton dan kertas. Sedangkan ketapelnya asli.

Dari adegan itu, mengalir cerita. Tragedi itu bermula Minggu 8 Januari 2017, pukul 22:00 Wita, para pelaku dan saksi melintas di Jalan Pongsimpin. Ada tiga motor berjejer. Mereka dari arah Latuppa.

Di sebelah kiri jalan. Berboncengan ada tersangka saksi Oca, tersangka Tamrin dan tersangka Oddang. Posisinya paling depan. Motor kedua dikendarai saksi Rasyid dan saksi Aswan berada di sebelah pinggir kanan dari arah Latuppa. Motor lainnya berada paling tengah dikendarai oleh tersangka Ammar dan tersangka Andi Al Gazali. Posisi mereka paling belakang.

Tiba-tiba, dari arah belakang motor yang dikendarai oleh korban Eston dan korban Yacobus mendekati bagian belakang motor yang dikendarai oleh tersangka Amar dan tersangka Gazali. Menurut tersangka, motor korban seperti akan menyenggol motor mereka.

Karena motor korban makin mendekat, tersangka Gazali menoleh dan melepaskan anak panah ke arah korban. Anak panah pertama itu tidak mengenai sasaran. Dibidik pakai anak panah, korban Eston menghentikan motor lalu korban Yacobus turun dan menghampiri para pelaku.

Saa bersamaan, tersangka Ammar dan Oddang juga turun dari motor. Ketiganya bertemu dan terlibat adu mulut. Korban Yacobus emosi dan melayangkan pukulannya ke pelipis sebelah kanan tersangka Ammar. Pukulan itu dibalas oleh tersangka Ammar dengan meninju dahi koran Yacobus.

Mereka pun akhirnya terlibat perkelahian. Melihat korban Yacobus dan tersangka Ammar berkelahi, korban Eston membalikkan motor berniat untuk kabur menuju arah berlawanan. Melihat korban Eston akan beranjak, tersangka Gazali kembali melepaskan anak panah.

Anak panah itu mengenai dada atas sebelah kiri korban. Gazali mengaku dua kali melepaskan anak panah terhadap korban Eston saat itu, namun hanya satu saja yang kena.

Setelah korban Eston berhasil kabur, tersangka Oddang membantu rekannya tersangka Ammar menghajar korban Yacobus. Tersangka Oddang mengambil batu kali sebesar kepalan orang dewasa dan menghantamkannya ke pelipis bagian kiri korban Yacobus.

Korban Yacobus makin terdesak karena perkelahian yang tidak seimbang. Tiba-tiba, tersangka Tamrin turun dari motor dan langsung menancapkan anak panah ke dada bagian kiri korban Yacobus sebanyak satu kali.

Setelah menikam korban dengan anak panah, tersangka Tamrin kembali ke atas motor. Namun, badik yang disimpannya di dalam saku celana sebelah kiri terjatuh. Tersangka Tamrin memungut badik itu dan kembali menuju korban Yacobus.

Tanpa basa-basi, korban Yacobus yang masih sibuk menghadapi serangan-serangan dari para tersangka langsung ditikam. Tersangka Tamrin langsung menusuk pinggang bagian belakang korban Yacobus. Itu sebanyak dua kali.

Tikaman itu berhasil menjatuhkan korban. Korban Yacobus jatuh tersungkur dengan posisi sujud. Melihat korban Yacobus tumbang, tersangka Ammar dan Tamrin langsung menuju motor masing-masing dan berniat kabur.

Sementara itu, tersangka Oddang masih berdiri di dekat korban yang sudah tak berdaya. Darah segar mengalir. Seolah tak puas, tersangka Oddang menginjak kepala bagian belakang korban. Setelah itu, para pelaku kabur.
Tak lama kemudian, korban Eston dan saksi Madil tiba di TKP. Mereka segera menolong korban Yacobus yang sudah bersimbah darah.

Kasubag humas mengatakan, dalam rekonstruksi tersebut ada 24 adegan yang diperagakan. Itu melibatkan empat orang tersangka. “Dari tujuh orang yang ditangkap, dari hasil pemeriksaan oleh penyidik, ternyata hanya empat orang saja yang terlibat. Mereka inilah yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka. Tiga lainnya hanya berstatus sebagai saksi,” paparnya.

Bustang juga menyebutkan jika rekonstruksi tersebut tidak dilaksanakan di TKP, karena alasan keamanan. “Rawan kalau di sana. Makanya, dilaksanakan di halaman Mako Polres,” ujarnya. Ia menambahkan, para tersangka dijerat dengan pasal 170 ayat 2 KUHP. “Ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” tandasnya.(ara/ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top