Di Palopo, Polisi Terkendala Saksi Kasus Gadis Liong – FAJAR sulsel
News

Di Palopo, Polisi Terkendala Saksi Kasus Gadis Liong

* Ungkap Pembunuh Rafika, Cakka Apresiasi Kapolda Sulsel

PALOPO — Masyarakat Luwu memuji kinerja jajaran Polda Sulsel dalam mengungkap pelaku pembunuhan Rafika Hasanuddin. Lewat Bupati Luwu HA Mudzakkar, masyarakat Luwu mengucapkan rasa bangga, terima kasih, dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kerja cepat tersebut. Di Palopo, polisi masih terkendala saksi-saksi untuk menguak pelaku pembunuhan gadis Liong.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polda Sulsel berhasil mengungkap pembunuh gadis asal Bajo. Hanya empat hari.

Pelakunya adalah sekuriti perumahan Yusuf Bauty Garden, Saleh. Ia resmi ditetapkan sebagai tersangka pembunuh Rafika Hasanuddin. Ia tersangka setelah melewati berbagai rentetan pemeriksaan. Saleh diperiksa sejak Selasa 17 Januari 2017, hingga Kamis 19 Januari 2017, lalu.

Saleh sebelumnya adalah orang yang pertama kali melaporkan penemuan mayat Rafika, Senin 16 Januari 2017, lalu.
Kanit Resmob Polda Sulsel, Kompol Mochammad Yunus Saputra, membenarkan penetapan sekuriti tersangka.

Rafika Hasanuddin adalah alumni farmasi UIT dan calon maba profesi apoteker di UMI. Sejumlah bukti memang kuat mengarah ke sekuriti. Misalnya, puntung rokok yang berada di belakang kediaman korban. Demikian pula tiga puntung rokok di asbak yang diambil dari dalam pos sekuriti.

Kemudian pakaian dari dalam pos sekuriti, juga ikut diperiksa. Salah satunya, kaos oblong yang terdapat sejumlah noda warna kecoklatan.
Polisi juga terlihat mengambil sampel noda kecoklatan pada tembok samping rumah korban, yang juga berada di depan pos sekuriti. Baik kediaman korban dan pos sekuriti memang bersampingan, yang hanya dibatasi seng sebagai penghalang.

Atas kerja cepat kepolisian tersebut, Bupati Cakka sangat salut. ”Kami haturkan banyak terima kasih kepada Bapak Kapolda Sulsel dan jajarannya. Rafika adalah warga Luwu yang jadi korban pembunuhan sadis sekuriti di Gowa,” ucap Cakka, saat memberikan sambutan di acara peringatan HJTL dan HPRL, Senin 23 Januari 2017, lalu.

Kerja cepat polisi ini telah mengharumkan nama polisi di Luwu. Ia berharap, kerja polisi hendaknya menular sampai ke polres-polres yang ada di Luwu Raya dan Toraja.

Sebab, ada beberapa kasus pembunuhan yang belum terungkap. Padahal, kasusnya hampir mirip yang menimpa Rafika Hasnauddin. Misalnya, kasus pembunuhan Olivia Septiani Liong, 21 tahun, di Jalan Batara. Peristiwa ini terjadi pada Minggu 19 April 2015.

Sudah lebih setahun, penyelidik kepolisian Polres Palopo belum mengungkap siapa plakunya Padahal, polisi kabarnya sudah memeriksa 17 saksi. Masyarakat berharap kasus ini tidak kabur dan senasib dengan kasus pembunuhan Ny Nurpati, 60 taun, warga Temmalebba. Kasusnya belum terungkap sampai sekarang.

Tidak terungkapnya kasus pembunuhan gadis Liong, juga dipertanyakan oleh kalangan masyarakat, terlebih Wakil Direktur, Lembaga Pemerhati Perempuan dan Anak (LPPA) Kota Palopo, Andreas Tandi Lodi. Ia meminta dan mendesak Kapolres Palopo menuntaskank kasus pembunuhan sadis itu.

“Sudah setahun lebih Polisi ternyata belum mampu memecahkan kasus pembunuhan gadis Liong. Keluarga korban pasti penasaran karena terus menanti kabar dari polisi dengan mengharapkan pelaku ditangkap dan diganjar hukuman seberat-beratnya karena telah menghilangkan nyawa seorang gadis yang telah dilamar pacarnya,” desak Andreas, Minggu, lalu.
Apa tanggapan polisi? Kasus pembunuhan Gadis Liong memang masih menjadi misteri. Pertanyaannya. Siapa pembunuh gadis Liong.

Kasat Resrim Polres Palopo, melalui Kanit Resum I Siliwadi, mengatakan, pihaknya kini masih memeriksa saksi-saksi yang ada. “Kami masih mempermantap keterangan dari saksi-saksi yang ada,” kata Siliwadi, kepada Palopo Pos, Jumat 20 Januari 2017, di ruang kerjanya. Siliwadi mengatakan, kasus tersebut belum terungkap karena kurangnya saksi-saksi yang dibutuhkan oleh pihak kepolisian.

Siliwadi mempertegas akan terus mengusut terus kasus ini hingga tuntas. “Ini merupakan PR bagi saya untuk mengungkap kasus ini hingga tuntas,” tegas Siliwadi.

Pada saat ditemui Palopo Pos, Siliwadi juga memperlihatkan BAP Olivia yang sangat tebal hampir setebal kamus.

Gadis Liong terbunuh di rumahnya sendiri. Saat itu, kondisi rumahnya sedang kosong. Di leher Olivia tertancap sebilah badik.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Palopo, AKP Andi Rahmat, mengatakan, akan melakukan gelar perkara supaya pelaku dan motif pembunuhan ini cepat terungkap. Dalam gelar perkara nantinya polisi akan mengurai satu persatu dari keterangan beberapa saksi sebelumnya. Yang pasti, kasus ini perlu waktu.(mg2/ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top