Dinilai tak Sesuai AD/ART – FAJAR sulsel
News

Dinilai tak Sesuai AD/ART

Polemik Ketua Terpilih BPD Hipmi Sulsel

Anggota biasa dan luar biasa Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Sulsel yang tergabung dalam Forum Penegak Konstitusi mendesak Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hipmi agar tidak mengeluarkan Surat Keputusan (SK) pelantikan Ketua Umum BPD Hipmi Sulsel terpilih Herman Heizer atas hasil Musyawarah Daerah (Musda) Desember 2016 lalu.

Laporan: Fajar Nurdin
—————————-
Makassar

Tak hanya itu, forum ini juga mendesak agar Musda Hipmi diulang dan pemerintah daerah diminta tidak hadir bila pelantikan tetap dilakukan.

Hal ini diungkapkan oleh Koordinator Forum Penegak Konstitusi Hipmi Sulsel, Ir Ringgo Boy MP saat jumpa pers di Warkop Phoenam Boulevard, Makassar, Rabu (25/1/17).

“Kami minta Musda diulang, DPP tidak mengeluarkan SK pelantikan dan pemerintah daerah diminta tidak menghadiri. Kalau pun dipaksakan akan digugat di Pengadilan Negeri Makassar karena sudah masuk ranah pidana,” katanya.

Boy menegaskan, pelaksanaan Musda Hipmi Sulsel kuat dugaan terjadi pelanggaran konstitusi Dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), maupun petunjuk pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis) BPD Hipmi Sulsel.

Boy menjelaskan, pelanggaran konstitusi dalam AD/ART tersebut, misalnya mulai dari metode penjaringan kandidat calon hingga prosesi penjaringan tidak sesuai dalam AD/ART organisasi. Pelaksanaannya banyak menyimpang dari AD/ART dan tidak mengacu pada juklak dan juknis. Misal, pelanggaran pasal 23 AD/ART soal penjaringan.

Ketiga bakal calon, lanjut dia, tidak ada pemenuhan persyaratan pasal 23 tersebut. Tidak adanya pemenuhan validasi atas persyaratan. Dimana, dalam ketentuan pasal 23 menyatakan dia anggota aktif Hipmi. Hal-hal tentang persyaratan. “Mekanisme penjaringan calon ketua umum tidak ditetapkan dalam konsederansi, dan tidak melihat kerja-kerja validasi bakal calon,” tandasnya.

Boy menambahkan, semua persyaratan calon ketua tidak pernah divalidasi dan disampaikan proses verifikasinya. Seharusnya calon ketua disampaikan kepada peserta lalu diverifikasi, ditetapkan dari calon menjadi balon, kemudian diberita acarakan. Kemudian diminta menyampaikan visi misi dan diminta kesediaannya menjadi ketua. Semua ini prosesi yang dilanggar.

“Pernah disampaikan dalam Musda sehingga ada riak-riak, tapi tidak ditindaklanjuti. Apalagi selama 20 tahun saya berorganisasi di HIPMI Sulsel, baru kali ini Musda dijaga ketat oleh Brimob berpakaian lengkap. Pelaksanaan Musda oleh sterring committee dan panitia kami dianggap batal. Sehingga, Musda ini harus dikocok ulang,” pintanya.

Pihaknya, kata Ringgo, melalui forum ini bertujuan mengembalikan Hipmi Sulsel ke jalan yang benar. Laporan penolakan hasil Musda dan permintaan melaksanakan ulang Musda Hipmi Desember 2016 lalu, sudah disampaikan dan diterima oleh Badan Kesekretariatan DPP Hipmi. Diterima per tanggal 19 Januari 2017.

Hal lain pelanggaran Musda Hipmi 2016 lalu juga disampaikan Muhammad Bazra, anggota Departemen Bidang Organisasi dan Kaderisasi BPD Hipmi Sulsel. Menurut dia, saat pelaksanaan Musda HIPMI lalu Steering Committee menetapkan 5 suara di tiap Badan Pengurus Cabang (BPC). Padahal tidak semua BPC mendapatkan hak suara, harus dilihat keaktifannya sebagai anggota. “Dan memang ada pelanggaran di dalam pelaksanaan Musda,” ungkapnya.

Mendapat sorotan dari senior Hipmi yang tergabung dalam Forum Penegakan Konstitusi, Ketua BPD Hipmi Sulsel terpilih, Herman Heizer angkat bicara. Herman yang juga memiliki lembaga survei ini mengungkapkan keheranannya jika ada yang mengklaim bahwa Musda kali ini tidak sesuai dengan konstitusi.

Herman mengaku, dirinya merasa tidak ada cacat atau pelanggaran konstitusi yang tertuang dalam AD/ART maupun juknis dan juklak. Ia berdalih dari awal telah mengikuti proses aturan penjarian calon ketua dari panitia pelaksana.

“Saya tahu ini orangnya siapa. Kalau memang ini cacat, jadi kenapa dari awal ikut bertarung penjaringan calon ketua. Dan saya rasa ini tidak ada cacat konstitusi,” katanya.(*)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top