GENCAR SALURKAN KREDIT KPR NON SUBSIDI – FAJAR sulsel
News

GENCAR SALURKAN KREDIT KPR NON SUBSIDI

*BTN Tawarkan Bunga 8 Persen

PALOPO–PT. Bank Tabungan Negara (Persero) tahun ini menggenjot penyaluran kredit rumah non subsidi. Hal itu pelan-pelan dilakukan seiring dengan kebijakan pemerintah yang mulai mengurangi alokasi anggaran subsidi untuk KPR.

Sejauh ini di wilayah kerja BTN Cabang Palopo sendiri pembiayaan rumah bersubsidi masih sangat mendominasi hingga 95 persen. Berdasarkan realisasi tahun lalu, untuk KPR non subsidi terealisasi sekitar Rp20 miliar dari outstanding Rp126 Miliar.

Menurut Kepala Cabang BTN Cabang Palopo, Erwin Kidingallo, saat ditemui Palopo Pos, Selasa 24 Januari 2017, Pihaknya akan menggeliatkan KPR non subsidi tahun ini.

Karna itu membutuhkan komitmen mitra untuk melakukan pemasaran.selain masalah penawaran harga letak dan kualitas rumah harus menjadi perhitungan. Pasalnya masyarakat lebih banyak mengharapkan rumah bersubsidi karna harga jauh lebih terjangkau, selain untuk kepemilikan pertama.

Meski demikian target mereka untuk KPR Non subsidi tersebut harus naik di tahun ini. “Kami target 50 Miliar untuk KPR non subsidi. Kami sangat gencar memenuhi target tersebut,” kata Erwin.

Banyak yang mereka lakukan. Salah satunya memberikan promo bunga rendah sebesar 8 persen bagi pekerja BUMN dengan penawaran Dont Payment (DP) sebesar 10 persen dalam jangka waktu sampai 25 tahun.

Selain itu kemudahan pengurusan yang diberikan untuk memperlancar kepemilikan tersebut hanya satu minggu. Namun disamping itu, pihaknya juga mengharapkan pengembang menggeliatkan dengan memberikan banyak promo seperti hadiah langsung dengan strategi pemasarannya.

Arief Abdullah, Direktur Utama PT Arief Abdullah, salah satu developer terkemuka di Kota Palopo saat diminta tanggapannya mengatakan bunga sebesar 8 persen yang diturunkan untuk KPR Non Subsidi oleh BTN tersebut dinilai sudah lumayan dibanding sebelumnya yang mencapai 12 persen.

“Dengan itu pastinya penjualan rumah non subsidi bisa lebih bergairah,” ucapnya. Hanya saja biaya pajak diakui masih cukup besar. “Misalnya Pajak BPHTB dengan 5 persen itu masih cukup besar, sementara ada PPH yang juga harus dibayar,” sebut Bang dul sapaan akrabnya.

Idealnya menurut dia, ada kelonggaran misalnya untuk pajak tersebut 3 persen saja. Tidak hanya itu, fasilitas umum seperti jaringan lampu di PLN juga menjadi perhatian mereka yang cukup sulit didapatkan. “Pastinya kami akan berikan harga yang sesuai jika ada kelonggaran dan banyak kemudahan,” ucapnya.

Menteri BUMN, Rini baru baru ini, sebagaimana diberitakan JPNN (Jaringan pemberitaan Palopo Pos), bahwa porsi KPR nonsubsidi harus ditingkatkan mengingat pemerintah akan mengurangi alokasi anggaran subsidi. Untuk itu, BTN harus gencar.

Ia melanjutkan, secara nasional Pangsa pasar KPR nonsubsidi BTN bisa mencapai lebih dari 20 persen dibandingkan saat ini yang hanya sebesar 18 persen.

“Saya minta untuk yang KPR nonsubsidi bisa ditingkatkan lagi. Saat ini kan baru 18 persen, hanya terpaut satu persen dari bank pesaing. BTN bisa lebih dari itu,” ujar Menteri BUMN Rini M Soemarno.(ald)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top