Perbankan Sambut Bunga KUR Tetap 9% – FAJAR sulsel
News

Perbankan Sambut Bunga KUR Tetap 9%

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Pemerintah menetapkan suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2017 tetap di angka 9%, masih sama dengan tahun sebelumnya. Penetapan ini mendapat sambutan dari para pelaku perbankan.

Consumer Funding Head PT Bank Mandiri Kanwil Sulawesi Maluku, Poster Simbolon, mengaku, suku bunga KUR memang ditetapkan pemerintah. Suku bunga tersebut ada subsidi dari pemerintah.

Dia menilai, suku bunga yang ditetapkan tersebut sebagai strategi pemerintah. Dimana, strategi itu pasti memperhatikan perbankan.
“Yakin pemerintah sudah memperhatikan pihak perbankan agar tidak rugi, ini kan sudah lama juga,” tutur Poster, Rabu (25/1/17).

Lanjutnya, perbankan tentunya mendukung strategi pemerintah sepanjang tidak dirugikan. Bank juga ekstra hati-hati dalam menyalurkan KUR.

Sehingga, katanya, ketika mengklaim untuk dapat menyalurkan sekian harus tepat sasaran, lancar dan sesuai kriteria.
Lalu, penetapan suku bunga juga sekaligus sebagai pengendalian suku bunga itu sendiri. Sedangkan jatah KUR tahun ini, Bank Mandiri Regional X ini masih menunggu dari pusat.

“Kita nunggu dari pusat, tahun ini secara nasional target baru turun akhir Februari,” terangnya.

Sementara itu, saat ini Bank Mandiri berupayamenjaring pendanaan murah agar sanggup memenuhi target kebutuhan penyaluran kredit. Di tengah proyeksi pengetatan likuiditas, bank berstatus Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memburu dana dari lembaga pemerintah, seperti kementerian dan korporasi berstatus BUMN.

Direktur Coorporate Banking PT Bank Mandiri Tbk, Royke Tumilaar, menyatakan, kredit infrastruktur dan korporasi memiliki tenor panjang dan skala pendanaan yang besar. Dus, butuh pendanaan murah untuk mendukung itu.

Baru-baru ini, Bank Mandiri menggandeng Kementerian Perhubungan. Melalui kerjasama ini, Bank Mandiri akan menyediakan sistem perbankan cash management untuk pembayaran penerimaan negara bukan pajak (PNBP) secara elektronik, pembayaran gaji pegawai negeri sipil (PNS) serta fasilitas kredit untuk PNS di Kemhub.

Sebelumnya, Bank Mandiri sudah bekerja sama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kementerian Agama melalui Bank Syariah Mandiri (BSM).

Direktur Digital Banking and Technology Bank Mandiri mengatakan, Rico Usthavia Frans, pertumbuhan bisnis cash management sebesar 40%. Per akhir November 2016, layanan transaksional Bank Mandiri meraup dana sebesar Rp1.1 trilliun.

Adapun dana pihak ketiga (DPK) Bank Mandiri mencapai sekitar Rp 644,47 triliun atau meningkat 11% secara tahunan. Dari DPK tersebut, dana murah naik 11,36% menjadi Rp 426,75 triliun per November 2016. (rul/suk)

UPEKS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top