PH: Luka di Bagian Intim Korban Luka Lama – FAJAR sulsel
News

PH: Luka di Bagian Intim Korban Luka Lama

*Sidang Lanjutan Agenda Pembelaan Pejabat Cabuli Ponakan

PALOPO — Sidang tertutup kasus pencabulan yang dilakukan terdakwa Abdul Kadir, oknum pejabat Dinas Kebersihan Kota Palopo memasuki agenda pembelaan secara tertulis yang dibacakan oleh penasehat hukum (PH) terdakwa, Jamaluddin Syarif SH, Rabu 25 Januari siang kemarin, di Pengadilan Negeri Palopo. Sebelumnya terdakwa dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum dengan hukuman 15 tahun penjara.

Isi pembelaan tersebut menekankan bahwa tersangka yang diwakili penasehat hukumnya menginginkan agar hukumannya diringankan oleh Yang Mulia. Karena menurut Jamaluddin, yang dicegat usai sidang, mengatakan jika klaiennya tidak melakukan perbuatan yang begitu nekat seperti pemberitaan selama ini yang dialamatkan kepadanya.

“Memang terdakwa mengakui perbuatannya melakukan kesalahan fatal seperti itu. Namun, tuduhan dari perbuatannya itu tidak sepenuhnya seperti apa yang telah dijelaskan dalam BAP,” terang Jamaluddin.

Sedikit menyinggung soal visum yang dilakukan terhadap korban. Lanjut Jamaluddin, dimana hasilnya menurut dokter yang menangani bahwa luka yang terdapat pada daerah intim korban itu adalah luka lama. Artinya bukan luka yang baru sekali terjadi,” ungkap Jamaluddin.

Sidang kali ini berbeda dari sidang sebelumnya. Dimana puluhan massa korban hadir saat sidang berlangsung namun harus kembali menyaksikan dari luar rungan sidang. Kendati sidangnya tertutup untuk umum, namun tidak menyurutkan niat puluhan para keluarga korban untuk datang. Mereka hanya bisa mengintip lewat jendela kaca ruang sidang.

Sementara itu, terdakwa nampak duduk di kursi pesakitan. Ia terlihat tenang menghadapi sidang seakan tidak terganggu dengan kehadiran puluhan massa korban.
Sidang biasanya sidang ini diketuai Majelis Hakim Jarihat Simarmata SH.MH didampingi Heri Kusmanto, SH dan Mahir Sikki ZA, SH. Dengan Jaksa PU, Erlysa SH menggantikan Jaksa Sakaria Aly Said SH yang tidak hadir.

Sidang akan kembali dilanjutkan pekan depan dengan agenda replik oleh Jaksa Penuntut Umum. Dimana akan menjawab pembelaan yang telah dilakukan oleh terdakwa melalui Penasehat Hukumnya.

Seperti diketahui, Oknum PNS Pejabat Esalon IV Pemkot Palopo tega memperkosa Mawar yang merupakan pegawai honorer dikantornya. Bukan saja itu, korban juga dikubur idup-hidup usai terdakwa melampiaskan syahwatnya.

Perbuatan tak beradap ini terbongakr setelah korban melapor ke Polres Palopo. Di hadapan polisi, Mawar mengaku diperkosa di rumah terdakwa. Sebenarnya antara korban dan terdakwa masih keluarga. Terdakwa bahkan sering menjemput Mawar untuk berangkat ke kantor dengan berboncengan sepeda motor.

Terakhir, Mawar mendatangi rumah terdakwa di Komplek Perumahan Almarjan, Kelurahan Songka. Tak lama setelah tiba, terdakwa memeluk Mawar dari belakang. Korban melakukan perlawanan, namun terdakwa menyumbat mulut korban dengan kain. Karena terus merontak, terdakwa akhirnya memukul leher, hingga mengakibatkan korban pingsan. (rp1/him)

PALOPO POS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top