Bank Sulselbar Diminta Agresif Jaring UMKM – FAJAR sulsel
News

Bank Sulselbar Diminta Agresif Jaring UMKM

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Bank Sulselbar diharapkan lebih agresif menjalin sinergitas dengan pemerintah daerah untuk menjaring UMKM potensial sebagai rangkaian perluasan cakupan portofolio kredit produktif perseroan.

Langkah tersebut bakal lebih mempercepat langkah transformasi BPD yang berorientasi memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah.

Kepala OJK Regional 6 Sulampua, Bambang Kiswono, mengemukakan, posisi Bank Sulselbar sebagai bank milik pemda seharusnya bisa menjadi peluang dalam menopang peningkatan porsi penyaluran kredit produktif dengan menyasar UMKM binaan pemda se-Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Untuk skala lebih luas, langkah tersebut bakal lebih mempercepat langkah tranformasi BPD yang berorientasi memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah.

“Apalagi OJK dan Pemprov Sulsel (pemegang saham pengendali Bank Sulselbar) sudah ada program fasilitasi pembiayaan untuk UMKM binaan, tentu bisa disinergikan dengan arah penyaluan kredit produktif Bank Sulselbar, meski terdapat pula beberapa bank nasional yang terlibat di dalamnya. Dan kita berharap bank sulselbar mampu lebih agresif dalam menjaring UMKM untuk lebih memperluas penyaliran kredit perseroan,” ujarnya, kepada media, Kamis (26/01/17).

Bambang menguraikan, langkah sinergitas itu bisa menjadi alternatif bagi Bank Sulsebar untuk lebih menggenjot komposisi kredit produktif yang cenderung berada pada kondisi anomali dalam dua tahun terakhir.

Sebagai gambaran, pada 2015 lalu porsi kredit produktif Bank Sulselbar telah mencapai 21,36% namun kembali mengalami penurunan menjadi 16,89% pada tahu berikutnya seiring dengan lonjakan kredit konsumtif yang disalurkan perseroan pada tahun tersebut. Kendati demikian, dari sisi pertumbuhan volume penyaluran tetap berada pada tren positif mencapai 5,32% dari Rp1,9 triliun pada 2015 menjadi Rp2,01 triliun pada 2016 lalu.

“Di sisi lain, kondisi dinilai masih dalam kategori positif lantaran Bank Sulselbar juga tetap mempertahankan kualitas kredit berada di level terjaga sehingga secara keseluruhan berada pada tren transformasi.

Secara umum, kinerja Bank Sulselbar cukup baik sepanjang tahun lalu, kebijakan manajemen memangkas suku bunga kredit konsumtif memicu peningkatan signifikan pada segmen jauh lebih tinggi dari produktif.

Untuk tahun ini, itu bisa lebih mampu diseimbangkan jika lebih aktif melakukan sinergi dengan pemda untuk fasilitas kredit bagi UMKM binaan. Serangkaian hal tersebut dikemukakan Bambang saat menghadiri Seminar Transformasi Bank Sulselbar dengan tema menjadi bank yang kompetiif, kuat dan berkontribusi terhadap perekonomian daerah.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank Sulselbar, Andi Muhammad Rahmat, mengatakan, dalam kurun tiga tahun terakhir, perseroan secara simultan melakukan pembenahan internal, penguatan struktur pendanaan serta manajemen penyaluran kredit. Adapun untuk tahun ini, lanjutnya, perseroan telah menyiapkan sejumlah langkah strategis dalam memacu kredit produktif yang mana diantaranya memetakan wilayah terbagi dalam sejumlah zona dan disesuaikan dengan potensi masing-masing daerah.

“Secara keseluruhan, perseroan menargetkan pertumbuhan kredit pada tahun ini mampu menyentuh 31,38% dibandingkan tahun sebelumnya, yang mana khusus segmen produktif akan membidik empat sektor utama meliputi kelautan dan perikanan, infrastruktur, pertanian dan pariwisata. (mg4/suk)

UPEKS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top