Kemitraan Pemasaran – FAJAR sulsel
News

Kemitraan Pemasaran

Muh. Akbar

Sekarang kita di era persaingan. Era ini biasa disebut red ocean. Untuk tetap hidup, ada yang menawarkan konsep blue ocean. Oleh penggagasnya, blue ocen menganjurkan pebisnis beralih untuk menghindari perang yang tak kunjung gencatan senjata.

Red ocean dan blue ocean sementara kita hentikan di sini. Sekarang kita beralih ke era baru dalam komunikasi dan pemasaran. Era baru itu disebut kemitraan pemasaran.

Kata Hifni “Bagi yang ingin masuk di era ini, Ia harus yakin terhadap prinsip “mengapa harus terus berseteru kalau bisa bekerja sama dan mengapa harus menyingkirkan pesaing kalau bisa berjalan beriringan?”. Selanjutnya harus percaya pameo, “if you can’t beat them, join them!”. Jika Anda tidak mampu memukul mereka, bergabung sajalah!.

Dengan prinsip dan keyakinan inilah kemudian disebut kesiapan masuk era baru dalam komunikasi dan pemasaran. Cirinya memiliki paradigma baru dalam melihat pesaing sebagai kawan. Bukan lawan yang harus dihabisi. Melainkan dibiarkan hidup agar mendorong persaingan yang sehat.

Bila ditelusuri dalam praktiknya, terdapat enam pola kemitraan pemasaran. Pertama, kemitraan Iklan (cooperative ad). Bentuk ini merupakan kerja sama pemasaran konvensional. Kemitraan ini terjadi antara sesama pemasar atau sesama media, serta antara pemasar dan media.

Kedua, kemitraan promosi (promotion partnering). Disebut juga promosi silang atau promosi bersama. Prinsipnya produsen atau pemasar yang bermitra, baik dalam satu kelompok perusahaan ataupun berbeda kelompok, mereka saling mendapatkan kemudahan promosi penjualan.

Ketiga, kemitraan bank data (database partnering). Umumnya berupa pemanfaatan akses on-line. Kejutan terjadi ketika pembayaran kartu kredit Citibank bisa dilakukan melalui ATM BCA.

Keempat, Kemitraan Jaringan Distribusi (network partnering). Bentuknya dapat berupa penggunaan outlet bersama. Misalnya dalam bentuk outlet penjualan sim card GSM dan CDMA

Kelima, kemitraan pelanggan (customer partnering). Penerapannya dapat dijumpai dalam banyak bentuk. Misalnya belanja dengan point, atau menukar point dengan barang tertentu pada outlet yang telah ditentukan bersama. Atau pemanfaatan kartu Debit untuk berbelanja pada swalayan tertentu.

Keenam, kemitraan merek (co-branding). Praktiknya dilakukan Astra Graphia dan Ericsson dalam rangka mewujudkan solusi telekomunikasi handal untuk perusahaan, sebagaimana terbaca pada iklan bersama mereka yang menekankan sinergi dua nama besar tersebut.

“Ericsson memiliki teknologi yang sudah tidak diragukan lagi, Astra Graphia memiliki komitmen dan kemampuan untuk memberikan layanan terbaik bagi pelanggannya”. Solusi telekomunikasi yang ditawarkan adalah Enterprise Officer, Network Integration, Personal Efficiency & Customer Interaction.

Apa relevansi pilihan terhadap strategi kemitraan pemasaran di tengah optimisme persaingan yang begitu ketat? Alasannya jelas, kemitraan pemasaran dibutuhkan dalam situasi apapun, pada masa krisis, pemulihan, ataupun situasi normal.

Buah dari kemitraan pemasaran ini antara lain adalah tercapainya efisiensi biaya, kecepatan penetrasi pasar, meningkatnya kesetiaan pelanggan, perluasan jaringan distribusi, dan lain-lain. Buah lainnya, masih banyak. Tergantung bagaimana membangun strategi kreatif. Dan bagi yang tidak mampu membangun strategi kreatif, pilihannya hanya satu, jangan bermitra!,
.

UPEKS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top