Miris…..Wanita Ini Ditangkap. Delapan Bocah Menangis Minta Ibunya Dilepaskan – FAJAR sulsel
Kriminal

Miris…..Wanita Ini Ditangkap. Delapan Bocah Menangis Minta Ibunya Dilepaskan

IMG-20170126-WA0027IMG-20170126-WA0027

MAKASSAR, BKM– Situasi di Karebosi Link sempat menjadi gaduh setelah seorang pengunjung bernama Muliati (38), warga Jalan Kandea diamankan lantaran dituding mencuri sebuah handphone milik pengunjung.

Informasi yang dihimpun BKM, dari keterangan korban Fitri (20), karyawan lods mengaku, aksi pencurian bermula ketika pelaku datang di sebuah lods miliknya,pada Rabu (25/1). Muliati datang hendak membeli barang berupa busana muslim

“Kedatangan Muliati seakan akan hendak membeli barang.Saya pun melayaninya selaku pembeli. Namun ketika saya berbalik sekitar dua menit, sontak Handphone dan dompet saya diambil. Saya pergoki dan pelaku memasukkan Handphone saya dikerudungnya. Dia lalu buru buru pamit.Tapi saya pun mengejarnya sambil teriak hingga sejumlah pedagang lainnya mengepungnya, selanjutnya pelaku diamankan oleh pedagang,”beber Fitri Selang kemudian aparat Kepolisian Polsek Ujung Pandang datang ke lokasi mengamankan Fitir.

Kapolsek Ujungpandang, Kompol Ananda Fauzi Harahap mengatakan, Muliati nyaris menjadi bulan-bulanan massa. “Kami cepat amankan Muliati,”kata Ananda Kamis (26/1). Di depan hadapan polisi pelaku mengakui perbuatannya dengan alasan terdesak dengan ekonomi,lantaran dirinya memiliki delapan orang anak. “Saya terpaksa Pak melakukan pencurian. Anak saya berjumlah delapan orang butuh saya beri makan,” kata Muliati.

Saat diamankan, delapan anak Muliati mendatangi Polsek. Mereka datang mengaduh sambil menangis seraya membela ibunya buka pelaku pencuri,

Untuk penanganan kasus ini, pihak Polsek Ujung Pandang melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial Makassar.

“Kami komunikasikan kasus ini ke Dinas Sosial Kota Makassar. Alhamdulillah pihak Dinas Sosial menerima ibu delapan anak ini yang terdesak melakukan pencurian untuk melangsungkan kebutuhan hidupnya,” kata Ananda. (ishak mappelawa)

Berita Kota

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top