Swisscontact Latih 3,500 Petani Kakao Pinrang – FAJAR sulsel
News

Swisscontact Latih 3,500 Petani Kakao Pinrang

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Program Produksi Kakao Berkelanjutan (Sustainable Cocoa Production Program–SCPP) mengawali 2017 dengan memperkenalkan program pendampingan petani kakao di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan mulai tahun 2017 ini.

Senior Support Service Manager Swisscontact Indonesia, Vedia Achmad Djamaludin, perwakilan dari lembaga implementasi bertemu dengan Bupati Kabupaten Pinrang, HA Aslam Patonangi SH MSi, beserta jajaran SKPD terkait dalam rapat penyampaian Rencana Kerja Tahunan 2017.

Dalam kesempatan ini SCPP sepakat memberikan pendampingan kepada petani kakao di Kabupaten Pinrang.
Pemerintah Kabupaten menyetujui keterlibatan Program terhadap petani kakao tersebut dalam visinya untuk peningkatan produktivitas kakao yang juga menitikberatkan pada keberlanjutan produksi dan kelestarian lingkungan.

Kabupaten Pinrang memiliki potensi yang cukup besar, terutama di empat kecamatan penghasil kakao yaitu Kecamatan Lembang, Kecamatan Duampanua, Kecamatan Patampanua,dan Kecamatan Batulappa.

Melalui asesmen di empat kecamatan tersebut dan data dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Pinrang pada tahun 2015, produktivitas kakao di Kabupaten Pinrang berada pada kisaran 854,3 kg/ ha dengan model kebun monokultur, dan intercropping. Kepemilikan lahan kakao terhitung sebesar 0,89 ha/ petani.

Saat ini, tercatat 17,166 petani menggantungkan hidupnya pada komoditas kakao di kabupaten yang juga dikenal sebagai penghasil cengkeh dan lada ini. Kendala yang terjadi sekarang adalah keterbatasan bibit kakao berkualitas tinggi untuk rehabilitasi tanaman tua. Selain itu masih kurangnya kesadaran petani tentang penggunaan agro-input serta hama dan penyakit yang menyerang tanaman kakao yang bisa menghambat produksi.

“Dengan 3,500 orang petani penerima manfaat langsung dari pelatihan praktik pertanian dan lingkungan yang baik, diharapkan bisa memberikan dampak langsung kepada permasalahan budidata kakao di kabupaten Pinrang serta keberlanjutan rantai pasokan”, demikian harapan Suharman Sumpala, Senior Program Manager SCPP, Sulawesi di Makassar.

Selain itu, 150 orang petani andalan dan penyuluh pertanian akan turut dilibatkan untuk menyebarkan praktik budidaya kakao yang baik.

SCPP adalah upaya kolaboratif antara sektor publik dan mitra pelaksana program yakni sektor swasta dan organisasi non-profit. Program ini mengutamakan peningkatan pendapatan para petani kakao skala kecil hingga 75% dan mengurangi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan lewat perkebunan kakao hingga 30%.

Hingga kini, SCPP tersebar di 29 kabupaten di 8 provinsi termasuk daerah-daerah utama penghasil kakao di Sulawesi dan Sumatera. Berdasarkan laporan Program hingga Juni 2016, 68.287 petani kakao skala kecil telah menerima pelatihan pertanian yang baik, dengan tujuan peningkatan produksi melalui manajemen pertanian yang tepat dan berkesinambungan. (mg1/suk)

UPEKS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top