Pengembangan Produk Unggulan UMKM – FAJAR sulsel
News

Pengembangan Produk Unggulan UMKM

Bahrul ulum Ilham Konsultan PLUT KUMKM Sulsel

Era masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) yang ditandai pesatnya persaingan menuntut pelaku UMKM untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing. Hanya produk yang berdaya saing tinggi, unggul dan kreatif yang mampu bertahan di era global. Karena itu pengembangan produk unggulan sangat penting bagi pelaku UMKM dan stakeholder.

Produk dalam hal ini diartikan sebagai hasil olahan bahan baku atau olahan komoditas, sedangkan komoditas adalah sesuatu yang berasal langsung dari alam atau hasil dari alam (secara alamiah). Baik produk atau komoditi yang ada, belum tentu disebut produk atau komoditi unggulan bila belum memenuhi karakteristik tertentu.

Sebuah produk disebut unggul apabila syarat-syarat atau karakteristik khusus terpenuhi, meliputi aspek pasar dan pemasaran, bahwa produk yang dihasilkan dapat dipasarkan dengan baik. Demikian juga aspek teknik dan produksi untuk menentukan kapasitas produksi daerah sekaligus pengendalian kualitas hasil produksi.

Demikian juga aspek sosial ekonomi dan lingkungan untuk menentukan daya dukung sumber daya ekonomi lokal serta kaitannya dengan lingkungan, aspek manajemen dan legalitas untuk menjamin kelancaran proses produksi produk unggulan,berikutnya juga aspek keuangan untuk memastikan dukungan dana yang cukup bagi pelaksanaan proses produksi.

Agar dapat memanfaatkan peluang dan potensi pasar maka produk yang dihasilkan pelaku UMKM harus memenuhi kualitas dan standar.Karena itu dalam upaya pengembagan produk unggulan UMKM supaya berdaya saing, diperlukan pendampingan penerapan SNI, melakukan branding inovatif, packaging yang menarik dan praktis, labeling informatif, pendaftaran HKI, dan ramah lingkungan.

Penerapan SNI (Standar Nasional Indonesia)

Dengan semakin banyaknya produk yang beredar di pasaran, baik produk dalam atau luar negeri, maka kebutuhan akan Standard Nasional Indonesia (SNI) menjadi keharusan. Degan produk ber-SNI maka kualitas dari produk akan terjamin dan bisa meningkatkan kepercayaan konsumen. Selain melalui mekanisme pengujian kualitas‚ produk yang ber- SNI juga akan diuji berkala setiap 6 bulan untuk memastikan kualitas dari produk tersebut. Sayangnya, penerapan SNI pada UMKM masih minim. Dari sekitar 68 ribu pelaku usaha pengolahan pangan misalnya, baru 700-an yang sudah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI),atau masih ada puluhan ribu yang belum memenuhi standar produksi maupun produk sesuai ketentuan Badan Standardisasi Nasional (BSN).

Branding Produk

Brand menjadi kunci awal untuk menarik konsumen sebelum menggunakan jasa atau produk. Dengan memiliki brand yang kuat akan membantu pelaku UMKM menghadapi era pasar bebas.. Brand adalah merek yang dimiliki oleh suatu usaha perdagangan barang atau jasa, sedangkan branding adalah kumpulan kegiatan komunikasi yang dilakukan dalam rangka proses membangun dan membesarkan brand, atau sebuah konsep pemasaran yang digunakan untuk menciptakan kesadaran yang lebih besar dari suatu usaha.

Branding bukan hanya untuk perusahaan berskala besar saja, namun juga sangat penting bagi UMKM. Penerapan branding yang efektif dan efisien pada akhirnya akan memberikan keuntungan dalam jangka panjang. Brand bisa dianalogikan sebagai sebuah identitas. Tanpa identitas yang kuat dan jelas, sebuah usaha tidak akan dikenal oleh target market-nya. Sebuah brand dikatakan baik apabila merek tersebut dapat membentuk ikatan emosional yang kuat dengan pelanggannya.

Kemasan dan Label

Banyak produk lokal yang dihasilkan UMKM yang memiliki potensi bersaing yang cukup tinggi di pasar,namun sayangnya masih lemah dalam pengemasan. Padahal kecenderungan konsumen saat ini melihat dulu kemasannya, kemudian rasa dan bentuknya karena kemasan yang tampak secara nyata. Hal itu jelas harus menjadi fokus perhatian khususnya bagi para produsen kemasan untuk menampilkan desain-desain yang menarik dan menjual untuk produk UMKM.

Kenyataannya, masih banyak kemasan produk UMKM yang tidak standar, seperti tidak memenuhi aspek estetika atau keindahan, ergonomis atau mudah dipegang, dan faktor keamanan produk. Kemasan produk makanan UMKM masih banyak dibuat apa adanya, tidak ringkas, dan terkadang berbahaya dari segi kesehatan karena menggunakan bahan kimia. Pelaku UMKM harus menyadari bahwa kemasan bukan lagi sekedar membungkus dan melindungi produk,namun kini menjadi media komunikasi. Melalui kemasan produsen dapat berkomunikasi dengan konsumen dan menjelaskan segala sesuatu tentang produk kepada konsumen.
Demikian juga halnya label produk atau labeling sangat penting karena bisa menguatkan branding dalam persaingan bisnis.Dengan label dalam sebuah kemasan produk menjadi sebuah pengenal sekaligus pembeda dari para kompetitor.Dengan label produk informasi mengenai kualitas, brand, kode produksi, legalitas, petunjuk dan lainnya disampaikan. Secara umum, label minimal harus berisi nama atau merek produk, bahan baku, bahan tambahan komposisi, informasi gizi, tanggal kedaluwarsa, isi produk, dan keterangan legalitas.

HKI (Hak Kekayaan Intelektual)

Pengembangan produk unggulan UMKM diikuti pula dengan upaya untuk melindungi kekayaan intelektual yang terkandung di dalam produk tersebut. Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) ini untuk memberikan perlindungan terhadap kekayaan intelektual dan menjamin kita dari melanggar meniru atau ditiru. HKI bermanfaat untuk didapatkan karena nilai komersial yang dimiliki oleh karya intelektual yang dilindungi. Sistem HKI mencakup dua bagian yaitu kekayaan industri (industrial property) meliputi paten, merk dagang, desain industri, dan hak cipta yang diwakili oleh karya tulis, musik, film, software.

Aspek Ramah Lingkungan

Saat ini muncul kesadaran masyarakat global pada penggunaan produk dan proses produksi ramah lingkungan (green product), sehingga menjadi suatu keharusan apabila produk UMKM ingin diterima oleh pasar internasional. Produk-produk UKM yang sudah ramah lingkungan bisa lebih mudah masuk ke pasar ritel modern, karena tuntutan pasar dan konsumen. Tuntutan ini bukan hanya pada tingkatan lokal saja namun juga pada tingkat global, sehingga lambat laun akan menjadi tren. (***)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top