Akbar Tanjung Salut SDA Luwu Raya – FAJAR sulsel
News

Akbar Tanjung Salut SDA Luwu Raya

PALOPO — Akbar Tanjung, politisi senior Golkar kembali menginjakkan kakinya di Tanah Luwu. Mantan ketua DPR-RI kagum dan salut melihat perkembangan Luwu Raya. Terlebih dengan sumber daya alam (SDA) yang dimilikinya.

Akbar Tanjung menyempatkan diri melaksanakan salat duhur di Masjid Jami’, Senin 30 Januari 2017. Itu saat melintas di Kota Palopo dari Bandara Bua, Kabupaten Luwu menuju Kabupaten Luwu Utara.

Tujuannya ke Masamba, dalam rangka menghadiri undangan Intermediate Training Tingkat Nasional (LK-2) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Palopo.
Sebelum melanjutkan perjalanan, Akbar Tanjung menyempatkan diri wawancara dengan awak media.

Mantan Ketua Umum HMI Cabang Jakarta pada 1969-1970 ini sedikit menyinggung persoalan pembentukan Provinsi Luwu Raya. Kata dia, itu tidak ada masalah. “Karena Tanah Luwu begitu luas dan masyarakatnya juga banyak. Saya dengar juga mau membentuk provinsi. Sejauh sudah memenuhi persyaratan dan kebijakan pusat mengizinkan, kenapa tidak,” kata Akbar Tanjung.

Hanya saja, kata mantan Menteri Sekretaris Negara Indonesia ke-6 ini, Pemerintah Pusat masih suasana moratorium. Akbar juga salut dengan Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di Luwu Raya. Dimana ada potensi pertambangan, perkebunan juga perikanan.

“Tentu saja ini harus diolah dan dikembangkan sehingga memberikan nilai tambah bagi kemajuan daerah,” ujarnya.

Mantan Menteri Negara Perumahan Rakyat dan Permukiman Indonesia ke-3 ini juga menjelaskan maksud dan tujuannya ke Masamba. Kata dia, itu dalam rangka menghadiri undangan Training Kepemimpinan LK2 Tingkat Nasional yang dihadiri oleh tokoh-tokoh HMI atau pemimpin-pemimpin HMI dari cabang-cabang yang ada di Sulawesi dan juga dari luar Sulawesi.

“Dimana saya memberikan ceramah sebagai pemateri dalam pengkaderan. Saya sangat memberi perhatian terhadap perkembangan adik-adik sebagai kader-kader HMI yang mempunyai komitmen yang kuat sebagaimana yang menjadi jati diri HMI. Komitmen ke-Islaman sekaligus komitmen ke-Indonesiaan,” ujarnya.

Lanjutnya, komitmen ke-Indonesiaan dan komitmen ke-Islaman bagi kader-kader HMI, tidak terpisahkan. Kader HMI dalam mengekspresikan komitmen ke-Islamannya juga dia menyatakan Ke-Indonesiaannya.

“Komitmen ke-Indonesiaannya senantiasa diinspirasi dan dimotifasi oleh nilai-nilai Islam yang bersifat universal yang memberi rahmat bagi semesta alam, Islam yang rahmatan lil ‘alamin, Islam yang terbuka yang mempunyai toleransi yang tinggi terhadap masyarakat Indonesia yang penduduknya majemuk,” sebut Akbar.

Lanjutnya, Islam yang moderat, tidak mengembangkan pikiran-pikiran radikal. Islam yang berorientasi terhadap kemajuan. Itulah Islam yang dipahami oleh adik-adik kader HMI. Islam yang berorientasi kepada kemajuan bangsa di masa yang akan datang.

“Nah itulah, kader-kader HMI. Dimana saya sebagai senior, pernah menjadi Ketua Umum Kader HMI. Di usia saya yang juga senior ini, 71 tahun, saya masih menyempatkan diri untuk mengisi pengajian-pengajian atau training-training yang diadakan oleh HMI. Khususnya LK2 dan LK3.

Dan saya mempunyai cita-cita agar mereka yang mendapatkan pelatihan kepemimpinan kader HMI. Saya harapkan ke depan bisa menjadi kader-kader bangsa yang juga akan mengisi berbagai strata kepemimpinan dalam berbangsa dan dan bernegara,” bebernya.

Mulai dari level bawah, yakni kepemimpinan di tingkat kota/kabupaten hingga pusat. Menurut Akbar, sudah banyak kader HMI yang mengisi jabtan-jabatan di berbagai level kepemimpinan.

“Terutama Pak Jusuf Kalla yang sekarang menjabat sebagai Wakil Presiden, Amin Rais pernah menjabat Ketua MPR, H Komaruddin mantan Ketua DPR, saya dengar Bupati Luwu Utara juga adalah kader HMI,” sebutnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, kader-ader HMI juga ikut bertanggungjawab mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia. Masyarakat adil dan makmur. Bahkan HMI tujuannya terbinanya insan akademis mencipta dan pengabdi berasaskan Islam yang bertanggungjawab terciptanya masyarakat adil dan makmur.

“Yang tentunya diridhoi oleh Allah SWT. Tujuan kita berengara mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan nilai kebangsaan kita adalah Pancasila,” tutupnya.(ara/ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top