Carester Sulit Difungsikan – FAJAR sulsel
News

Carester Sulit Difungsikan

Di Kecamatan Ujung Tanah

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Makassar Care and Rescue Centre (Carester) sedianya akan beroperasi. Sayangnya, bangunan tersebut dinilai belum layak untuk digunakan.

Perwakilan CV Arta Pratama yang dikonfirmasi, Bona menerangkan, proyek ini memang dimenangkan CV Arta Pratama. Namun, perusahaan dipinjamkan ke Husni Mubarag.

Peminjaman perusahaan dilakukan sesuai prosedur melalui notaris. Dalam kontrak pun tertera kuasa direktur atas nama Husni Mubarag.

“Perusahaan teman yang dipakai, cuma pinjam tapi sesuai prosedur kami notariskan,” tutur Bona, Senin (30/1/2017).

Perusahaan, katanya, hanya membantu dalam hal administrasi saja. Sedangkan tanggung jawab ada pada atas kuasa direktur.
“Segala sesuatu yang terjadi jadi tanggung jawab peminjam perusahaan, dikontrak juga ada,” katanya.

Bona pun mengaku, dia selalu berupaya memediasi untuk mencari solusi terhadap masalah yang timbul.

Terpisah, Husni Mubarag mengatakan, kerusakan yang terjadi pada proyek merupakan hal biasa. Apalagi, pada pekerjaan tersebut ada biaya pemeliharaan.

“Kerusakan biasaji di proyek kan ada namanya biaya pemeliharaan,” kata Husni.

Menurutnya, pekerjaan pembangunan tersebut memiliki tantangan berat. Pasalnya, waktu pekerjaan mepet. Waktunya pelaksanaan proyek hanya dua bulan.

Lanjutnya, dia pun siap melakukan pemeliharaan bangunan ketika cuaca mulai bersahabat. Menurutnya, masalah bangunan dikarenakan Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek memang tidak sesuai dengan kondisi alam.

Misalkan, bahan untuk plafon. Plafon bagian luar menggunakan gipsum sesuai RAB. Padahal, gipsum tidak tahan air. Seharusnya menggunakan kalsiboard.

Husni juga mengaku tidak menghindarkan dengan dinas terkait atau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar. Husni sering berkoordinasi dengan pemimpin proyek (pimpro) yang bernama Hidayat.

Selain masalah bangunan yang diduga tidak sesuai bestek. Husni pun diklaim masih berutang ke beberapa pihak terkait pembangunan Carester Ujung Tanah ini.

“Itu tidak ada kaitannya proyek, itu murni, biasaji orang pinjam bahan, biasa cicil bahan,” katanya.

Kunci bangunan Carester Ujung Tanah masih ditahan seorang warga yang bernama Bunda Ita sejauh ini. Kuncinya ditahan sebagai jaminan.

“Kunci saya pegang sebagai jaminan,” kata Bunda Ita, Minggu (29/1/2017) lalu.

Bunda Ita, menahan kunci lantaran kontraktor pembangunan Carester berutang kepadanya. Rekanan berutang sekitar Rp80 juta. Utang tersebut untuk biaya meterial, makanan buruh hingga token listrik sejak September 2016. (rul/ris)

UPEKS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top