Delica Masih Berlakukan Harga Lama – FAJAR sulsel
News

Delica Masih Berlakukan Harga Lama

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Awal tahun 2017 sektor otomotif banyak dikagetkan dengan peraturan pemerintah yang berpengaruh bagi pemain di industri tersebut.

Atas kondisi ini, pelaku otomotif khusus dealer memilih melakukan penyesuaian harga. Namun demikian, derbeda dilakukan PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) melalui dealer resminya PT Bosowa Berlian Motor (BBM) tidak melakukan penyesuaian harga mobilnya khusus Delica.

“Delica kami masih pertahankan harganya karena dia masuk ke pasar MPV medium. Dan ATPM berpikir harganya sudah ideal,” ucap Edy Djunaedy Marketing Communication PT BBM, Senin (30/1/17).

Untuk harganya sendiri sudah mencapai kisaran Rp450an juta di kelasnya. Alasan tak menaikkan harga juga dikarenakan kehadiran delica terbilang masih baru di dunia otomotif.

Dengan memiliki kendaraan bermesin MIVEC Engine 2.0L dengan Auto Stop ini dilengkapi fitur yang lebih elegan dan dapat menunjang kenyamanan premium.

Diantaranya audio steering switch Varian ini hadir untuk menjawab kebutuhan konsumen akan kendaraan dengan utilitas, performa, dan keamanan maksimal.

“Delica Royal tetap mempertahankan cita rasa SUV yang tangguh dengan ground clearance 190mm, sekaligus tertinggi di kelasnya sehingga dapat melewati berbagai medan hingga semi off-road,” ungkapnya.

Edy menambahkan, type Delica memang satu-satunya produk Mitsubishi yang tak mengalami kenaikan, namun produk lainnya seperti All New Pajero sport atau mobil penumpang mengalami kenaikan hingga Rp5 juta.

Pajero Sport mengalami kenaikan hingga Rp5 juta, sedangkan Outlander Rp3,5 juta. City car Mirage ikut naik sebesar Rp1,5 juta. Selain mobil penumpang, kenaikan juga terjadi pada kendaraan niaga. Model L300 naik sebesar Rp 1 juta, T120SS naik Rp1,5 juta, sedangkan Triton sendiri kenaikannya mencapai Rp3 juta.

Menurutnya, ini kenaikan yang reguler terjadi dan sangat bergantung pada kondisi ekonomi saat ini.
” Makanya kenaikannya juga normal. Kenaikan yang wajar untuk menyesuaikan kondisi ekonomi di awal tahun,” katanya.

Hingga saat ini pihaknya masih wait and see melihat kondisi ekonomi akibat banyaknya mincul peraturan pemerintah. Salah satunya terkait biaya persuratan yang dipikirnya membuat dampak besar bagi pelaku otomotif. (nda).

UPEKS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top