Dukung Program Bulo – FAJAR sulsel
News

Dukung Program Bulo

Program Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terkait penanaman cabai serentak di lorong melalui program Badan Usaha Lorong (Bulo) tidak hanya mendapat respon positif dari masyarakat, akan tetapi Bank Indonesia (BI) pun ikut mensuppor program tersebut.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan, Wiwiek Sisto Widayat mengatakan, tanam cabai yang dicanangkan Pemkot Makassar melalui program Badan Usaha Lorong (Bulo), akan disokong dengan pelatihan capacity building. Tak menutup kemungkinan, pihaknya juga memberikan bantuan dana untuk pengembangan usaha.

“Yach kita dukung program ini. Kami siap berpartisipasi dengan melakukan pelatihan capacity building,” ungkapnya.
Wiwiek mengharapkan gerakan tanam cabai serentak terus berlanjut dan betul-betul dikonversikan menjadi usaha. Bila berhasil di tanaman cabai, disarankannya pula untuk mencoba komoditas lain.

“Kalau berhasil, maka kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi sekaligus meningkatkan kesejahteraannya,” tutur dia.
Dalam gerakan tanam cabai serentak itu, BI Sulsel sekaligus memanfaatkannya untuk melakukan sosialisasi rupiah baru emisi tahun 2016. Tampak mobil kas keliling BI ditempatkan di lokasi penanaman cabai.

Pada kesempatan itu, dia juga menyinggung pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Dia menjelaskan, UMKM untuk memacu perekenomian lokal maupun nasional. UMKM, ditegaskannya, memiliki peran vital untuk memastikan perekonomian tumbuh dan berkembang.

“Mari mengembangkan UMKM, baik itu di Makassar maupun di daerah lainnya. BI akan mendukung dan siap memberikan support langsung,” kata Wiwiek di sela-sela acara gerakan tanam cabai serentak sebanyak 10.600 pohon di Kompleks Perumahan Griya Tonasa, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulsel, Minggu (29/1/2017).

Sementara itu, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto mengatakan, konsep awal program Bulo yang salah satunya mengedepankan bisnis cabai akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Dia mengatakan, tiap lorong di Makassar bakal memiliki kelompok kerja yang bisa dikategorikan sebagai UMKM. Hasil produksi cabai di tiap lorong itulah yang dibeli pihaknya untuk disalurkan ke pasar.

Menurut Danny, dana hasil penjualan cabai akan dibagi tiga. Rinciannya, 40 persen untuk tabungan pribadi, 30 persen untuk tabungan pendidikan, dan 30 persen untuk tabungan UMKM. Kendati demikian, tata kelola program tersebut masih terus dimatangkan dan meminta masukan dari BI Sulsel.”Kita harapkan ada bimbingan soal sistem keuangan,” pungkasnya. (rul)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top