11 Muda Mudi Ditangkap – FAJAR sulsel
News

11 Muda Mudi Ditangkap

* Diduga Pesta Sabu di Rumah Kos Ahmad Razak, Digerebek Polisi
PALOPO — Kondisi Jalan Ahmad Razak tampak sepi. Namun, di salah satu rumah kos masih riuh, Selasa 31 Januari 2017. Padahal, jarum jam sudah menunjuk pukul 03:00 Wita, dini hari.

Samar-samar masih terdengar suara laki-laki dan perempuan. Seperti sedang pesta sabu. Tak jauh dari rumah kosan ini, dua mobil parkir sejak tiga jam lalu.
****
Mata penumpang di mobil itu tak pernah luput dari rumah kos. Sesekali, orang yang di atas mobil main mata dengan pengendara. Pengendara yang sama tak pernah bosan bolak balik di depan kosan itu, Selasa 31 Januari 2017.

Tepat pukul 03:00 Wita, orang yang sejak tadi di dalam mobil satu per satu turun. Mereka bergabung dengan laki-laki yang mengendarai motor. Ada lima laki-laki bertubuh kekar mendekati kosan. Pistol yang sejak tadi diselipkan di pinggang sudah di genggaman.

Tak banyak bicara, lima polisi berpakaian preman sudah menerjang masuk ke dalam kosan. Mereka lincah menyisir lima kamar yang ada di kosan tersebut. Akhirnya, personil Satnarkoba Polres Palopo menemukan muda mudi sudah teler. Ada tujuh orang remaja. Tiga di antaranya wanita. Semuanya tidak ada ikatan pernikahan. Di dekat muda-mudi ini, polisi menemukan bong yang diduga baru habis digunakan.

Semuanya langsung digelandang ke Mako Polres Palopo. Di ruang Satnarkoba, muda mudi ini dicecar pertanyaan demi pertanyaan. Akhirnya, mereka pun buka mulut. Dari tujuh pelaku yang ditangkap, lima orang ditetapkan sebagai tersangka. Dua lainnya tidak cukup bukti untuk ditetapkan sebagai tersangka.

Lima muda mudi yang resmi ditetapkan sebagai tersangka adalah Ardiansyah Arbi Bin Harbi Habir alias Bayu, 21 tahun, warga Jalan Cakalang Lama, Kelurahan Surutanga, Kecamatan Wara Timur Kota palopo. Tersangka Ardiansyah disebut-sebut sebagai pengedar. Tersangka inilah yang mengambil sabu-sabu tersebut lalu diberikan kepada tersangka lainnya untuk dinikmati.

Lalu, tersangka selanjutnya adalah Ruliansa Bin Idam, 22 tahun, warga Jalan Batara, Kelurahan Boting, Kecamatan Wara, Kota Palopo. Kemudian tersangka Sepyan Bin Muh Yani, 20 tahun, warga Jalan Opu Tosappaile, Kelurahan Lagaligo, Kecamatan Wara, Kota Palopo.

Dua perempuan yang menjadi tersangka adalah Apriani Bin Peda, 19 tahun, warga Jalan Padang Sappa, Kecamatan Ponrang, Kabupaten Luwu. Wanita ini ternyata sudah berstatus IRT. Kendati sudah punya anak satu, namun kelakuannya masih berjiwa muda. Anak dan suami di rumah, wanita ini memilih nyabu dengan teman laki-lakinya.

Tersangka lainnya adalah Jeangafsni Bin Arifin, 18 tahun, warga Jalan Ratulangi, Kelurahan Salobulo, Kecamatan Wara Utara. Perempuan bertubuh langsing ini masih berstatus pelajar. Namun, bukannya belajar malah asyik nyabu di Jalan Ahmad Razak.

Setelah mendapatkan informasi dari Ardianysah alias Bayu, polisi kembali turun ke lapangan. Kali ini, mobil diarahkan ke Jalan Cakalang Baru, Kelurahan Surutangga, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo. Itu sekitar pukul 06:30 Wita.

Di jalan itu, kendaraan berhenti tepat di depan rumah mewah. Rumah itu cukup besar. Pintu diketuk. Dari balik pintu muncul seorang wanita paruh baya. Wajahnya sedikit kaget. Tambah kaget lagi ketika tahu yang datang adalah polisi mencari anaknya.

Wanita paruh baya tersebut menyilakan petugas masuk. Diapun mengarahkan petugas menggeledah isi kamar. Ada delapan kamar. Dari delapan kamar itu, wanita tersebut menghindari salah satu kamar. Dia hanya mengarahkan petugas ke kamar lainnya.

Curiga, satu orang petugas diminta berjaga di depan kamar yang dihindari itu. Pencarian dari kamar satu ke kamar lainnya tak berbuah hasil. Sasaran tak juga ketemu. Karena tak ketemu, petugas akhirnya nekat mendobrak pintu kamar yang sejak tadi dicurigai.

Braak…Pintu terbuka. Di dalam kamar, ada empat remaja ditemukan. Di dalam kamar itu, polisi juga menemukan barang bukti. Barang bukti cukup banyak. Ditemukan sembilan saset plastik bening ukuran kecil berisi cristal bening, tiga sendok sabu terbuat dari plastik pipet warna putih, dua potong batang pireks, satu buah bong, dua batang pipet warna putih, dua bungkus saset kosong, dua bungkus rokok yang dililit isolasi warna hitam dan uang tunai Rp2.650.000.

Empat remaja yang ditangkap di rumah mewah, masing-masing, Hidayat Bin Darmin, 24 tahun, warga Jalan Cakalang Baru, Kelurahan Surutanga, Kecamatan Wara Timur. Tersangka Hidayat ternyata sudah lama masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) di Satnarkoba Polres Palopo. Pria pengangguran ini diduga sebagai bandar.

Jaringannya dari Makassar. Pesan melalui via telepon lalu dikirim lewat mobil angkutan umum jenis Panther. Uangnya ditransfer di bank.

Lalu, RA, 19 tahun warga Jalan Andi Tadda, Kelurahan Ponjalae, Kecamatan Wara Timur. Selanjutnya, pelajar inisial WD, 16 tahun, juga HA, 19 tahun, warga Songka. Tiga remaja ini belum ditetapkan sebagai tersangka karena tak cukup bukti.

Kasat Narkoba Polres Palopo, AKP Maulud yang memimpin penangkapan tersebut, mengatakan, ada 11 orang remaja yang ditangkap. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik, ada enam orang yang resmi menjadi tersangka.

Satu orang berperan sebagai kurir dan satu orang sebagai bandar. Empat lainnya hanya pemakai.

Enam muda-mudi yang resmi tersangka masing-masing adalah Ruliansyah, Apriani, Sepyan. Tiga remaja ini dijerat pasal 127 Undang-Undang Tentang Narkotika No.35 Tahun 2009. Sedangkan Jeangafsni dijerat pasal 127 dan pasal 112.

“Ardiansyah alias Bayu dijerat pasal 112 perannya sebagai kurir. Dia diancam hukuman maksimal 12 tahun penjara, sedangkan Hidayat dijerat pasal 114 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” sebutnya.

Menurut AKP Maulud, penangkapan di bulan Januari 2017 ini sebanyak tujuh pengungkapan, dengan 18 tersangka. Barang buktinya empat gram lebih sabu-sabu.
“Ada tiga orang dari PNS, dua orang pelajar dan lebihnya pengangguran,” tandasnya.(ara)

PALOPO POS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top