350 Janda Muda – FAJAR sulsel
News

350 Janda Muda

* 2016, Perkara yang Diputus PA 700 Kasus

PALOPO — PA Palopo sepanjang tahun 2016 menangani sekitar 1000 perkara. Dari jumlah perkara itu, ada sekitar 700 pasangan yang ditetapkan bercerai. Artinya, tahun lalu, ratusan orang menjadi duda dan janda.

Dari jumlah 700 kasus cerai, 50 persen atau 350 di antaranya merupakan perempuan muda yang menjadi janda alias janda kembang.
Hal tersebut diungkapkan Drs Baharuddin, SH, MH, dalam sambutan terakhirnya menjabat sebagai ketua Pengadilan Agama Palopo, Selasa 31 Januari 2017. Ia akan pindah tugas ke PA Pinrang.

Acara serah terima jabatan ketua Pengadilan Agama Palopo berlangsung di Gedung Saokotae.
Dikatakan Baharuddin, untuk tahun 2016 ada seribuan perkara yang ditanganinya, terdiri dari perkara gugatan atau kontentius dan perkara permohonan atau volunter.

Untuk perkara gugatan, cerai, baik yang gugat cerai maupun cerai talak sebanyak 800 kasus namun yang akhirnya pemutusan sekitar 700 perkara, selebihnya itu berhasil didamaikan.

“Jadi untuk tahun 2016 lalu Pengadilan Agama Palopo memproduksi janda dan duda itu sekitar 700-an. Tapi, jangan dikira ketika masyarakat datang akan cerai, kita mediasi dulu, dan buktinya ada sekitar 10 persen yang berhasil kita damaikan, jadi tidak selamanya yang datang itu cerai, mereka yang datang banyak juga yang rujuk,” ungkapnya.

Mengenai perceraian ini, kata dia, ada dua faktor yang paling menonjol, ini karena persoalan dana dan daya, biasanya persoalan ekonomi, suami yang tidak kerja padahal kebutuhannya sangat banyak.

“Untuk persoalan daya ini macam-macam. Ada istri yang tidak mampu layani sang suami yang minta terus. Ada juga yang baru nikah masih belum siap secara pengetahuan keluarga sehingga rentan ingin cerai. Juga ada faktor usia yang masih sangat muda, secara mental belum siap unutk menikah,” terangnya.

“Sampai-sampai Pak wali ini secara bercanda mengatakan, pak ketua ini datang bikin masalah. Tiap tahun bikin cerai orang. Padahal, sebenarnya tidak seperti demikian. Kami malah berupaya membantu menyelesaikan persoalan keluarga, kalau persoalan keluarga aman, maka persoalan-persoalan yang lain juga ikut aman,” jelasnya.

Ditambahkan Baharuddin, menjalani amanah sebagai Ketua Pengadilan Agama Palopo, ada banyak suka dan duka yang dijalaninya. Pertama kali dirinya datang di Kota Palopo ini, pertama kali yang dilakukannya yaitu dengan pembenahan kesektariatan untuk lebih baik lagi.

“Kesekretariatan ini penting, karena sangat berhubungan dengan kesejahteraan para pegawai, seperti pengurusan-penguruan administrasi. Untuk itu, kepada bapak ketua Pengadilan baru agar memperhatikan kesekretariatan para pegawai ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Palopo, HM Judas Amir menyampaikan bahwa pihaknya berterima kasih kepada ketua yang lama yang telah menjadi bagian dari Kota Palopo. Sebagai salah satu unsur muspida yang selama ini memberikan sumbangsih pemikiran untuk kemajuan Kota Palopo.

“Kita bersyukur bahwa sebenarnya bertambah lagi satu orang duta Luwu. Katanya orang tua kita, kalau ada orang yang datang di Luwu bermalam tiga hari, ataukah minum airnya orang Luwu, maka orang itu sudah termasuk orang Luwu,” sebut wali kota.

Paling tidak, kata dia, ketua ini ditempat yang baru bisa menceritakan bagaiamana bagusnya Kota Palopo dan Tana Luwu pada umumnya.

“Kepada Ketua yang baru, mewakili masayarakat Palopo, kami ucapkan selamat datang di Kota Palopo, mudah-mudahan kasus perceraian sudah bisa turun di tahun 2017 ini Pak,” ucapnya.

Ketua Pengadilan Agama Palopo yang baru, Drs Asri, mengungkapkan bahwa dirinya sebelum dipindahkan sebagai Ketua Pengadilan Agama, sejak 18 Januari lalu, dirinya sebelumnya mengabdi di PA Pare-pare, pihaknya berharap mampu diterima secara baik di Kota Palopo, dan mendapat arah dan petunjuk dari unsur muspida Kota Palopo.

Ketika ditanya bagaimana program satu tahun ke depan dalam menekan angka kasus perceraian yang cukup tinggi, dikatakannya untuk tahun 2017 mendatang hampir dipastikan kasus perceraian yang ditangani oleh PA Palopo akan berkurang itu ditandai dengan berdirinya PA Luwu yang dalam waktu dekat ini diresmikan.

“Artinya kasus cerai yang terbanyak dari Kabupaten Luwu otomatis sudah tidak lagi ditangani PA Palopo, ditangani oleh PA Luwu nantinya, jadi kemungkinan Februari mendatang diresmikan,” ungkapnya.

Selain itu, untuk menekan angka perceraian di Kota Palopo, katanya, jika ada anggarannya ada, pihaknya akan melakukan penyuluhan hukum dengan memberdayakan aparat pemerintah baik tingkat kelurahan, RW, dan RT, yang nantinya memberikan penyadaran-penyadaran kepada masyarakat yang bermasalah dalam hal keluarga, bagaimana mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah warahmah. (ich/ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top