Aman Tolak Pelantikan Raja Tator – FAJAR sulsel
News

Aman Tolak Pelantikan Raja Tator

*Rannu: Dalam Sejarah, tak Ada Kerajaan di Toraja

MAKALE–Agenda Pelantikan Raja Tana Toraja yang dijadwalkan tanggal 1 Februari (hari ini, red) di Hotel Sahid Mengkendek, sepertinya menuai kendala.

Hal itupun mengusik para keturunan bangsawan se Toraja yang digagas Lembaga Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (Aman) Toraya yang di Ketuai Rannu Sombolinggi. Hal itupun langsung ditanggapi Rannu Sambolangi dan wakilnya Crystal Ranteallo, kemudian memanggil Mustamin Londa guna menjelaskan Maksud pelantikan tersebut.

Pertemuan yang di Fasilitasi Kapolres Tator AKBP Arief Satryo, di Ruang Pola Mapolres, pekan lalu, dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Tator Victor Datuan Batara, Kajari Makale, Jaka Suprana.

Rannu pada pertemuan tersebut mengatakan, dalam sejarah Toraja tidak ada kerajaan, kala itu masing-masing para pemimpin Toraja memimpin masing-masing daerahnya.
“Atas nama Lembaga Adat, kami menolak keras pembentukan kerajaan Tana Toraja karena itu sama saja melanggar adat dan budayah leluhur yang sudah meraka tinggalakan kepada anak cucunya,” tegas Rannu.

Dihadapan puluhan Tokoh Adat Toraja yang hadir Mustamin Londa, memohon maaf atas kekeliruannya yang kurang memahami adat dan budaya toraja karena selama ini dia (Mustamin) hidup di perantauan. Hanya saja ketika dia mendapat informasi bahwa ada bantuan dana dari kebudayaan pusat untuk dapat merenovasi Tongkonan jika membuat kerajaan, maka dana itu masuk.

Mustamin yang lulusan kelas dua SR ini juga mengatakan, selama mengurus untuk membentuk kerajaan Tana Toraja dirinya sudah mengeluarkan uang yang tidak sedikit.

Bahkan menjual kolam ikannya (empang, red) untuk membiayai, namun belum terwujud timbul gejolak dari masyarakat Toraja, Ada kegaduhan saat Mustamin menguraikan kronologis tentang pelantikan Raja, reflek menggebrak meja, seketika itu satu per satu para bangsawan Toraja membalas gebrakan meja dan mengatakan
‘Tak sepantasnya Mustamin menggebrak meja dihadapan para hadirin. Beruntung keributan tersebut berhasil diredahkan Kapolres dan Wakil Bupati.

Terkait hal tersebut Kapolres Arief Satriyo menegaskan bahwa untuk acara pelantikan Raja Tana Toraja jika tetap akan di paksakan, maka tidak akan diberikan izin dan jika itu terjadi maka dirinya siap menurunkan anggotanya untuk membubarkan paksa pelantikan tersebut.

“Olehnya itu, kepada masyarakat Toraja mari kita ciptakan keamanan agar tetap kondusiv,agar Kamtibnas dapat terwujud di Tana Toraja,” pinta Kapolres.(mg5/ded)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top