Bisa Sharing dan Transfer Ilmu – FAJAR sulsel
News

Bisa Sharing dan Transfer Ilmu

* Guru Besar Tak Keberatan Impor Profesor

PALOPO — Prof Dr H Lauddin Marsuni, SH, MH, mendukung rencana kemenristekdikti mendatangkan profesor dari luar negeri. Ini hal yang positif. Karena guru besar di Indonesia nanti akan saling sharing dan transfer ilmu.

”Rencana menteri mendatangkan profesor dari luar negeri sebagai bagian salah satu upaya peningkatan akademik perguruan tinggi (PT) dalam negeri,” tandas Guru Besar Hukum Tata Negara, Prof Dr H Lauddin Marsuni, SH, MH, kepada Palopo Pos, Selasa 31 Januari 2017, kemarin.

Disampaikan Prof Lauddin, Indonesia sendiri baru memiliki lima ribuan guru besar. Kalah dengan Malaysia yang telah memiliki 25 ribuan. Itupun hanya sekitar tiga ribuan yang menjalankan fungsinya. ”Salah satunya menghasilkan tulisan di Jurnal Internasional. Sebagian hanya rumah dan kampus saja,” sebutnya.

Mendatangkan guru besar asing ini bukanlah masalah. Apalagi, melihat jumlah perguruan tinggi dengan Prodi yang ada sangatlah tidak setara. Mestinya, setiap prodi ini memiliki satu orang guru besar, namun yang terjadi jangankan prodi, di negeri ini masih banyak PT yang belum memiliki guru besar.

“Tidak usah jauh-jauh di Kota Palopo saja ada PT yang tidak miliki guru besar,” sebut Prof Lauddin.

Dikatakan Prof Lauddin, dengan hadirnya guru besar dari luar, malah akan mempercepat kualitas akademik di Indonesia. Nantinya, para guru besar ini menjadi mitra bagi para guru besar lainnya dalam hal sharing dan saling transfer ilmu.

Namun, yang perlu diperhatikan datangnya para guru besar ini mestinya diberikan target berapa dosen yang dibina yang nantinya dipersiapkan menjadi seorang guru besar. “Jadi ada batas waktunya, berapa dosen yang harus magang sama dia, ada proses transfer pengetahun dan pengalaman,” ungkap Prof Lauddin.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua rektor di Palopo mendukung impor profesor. Mereka adalah Rektor IAIN Palopo, Dr Abdul Pirol, MA dan Rektor UNCP. ”Kalau memang tujuannya untuk meningkatkan kelas PT di Indonesia dan menyejajajarkan kampus ternama di dunia, tidak ada masalah,” ujar Pirol, rektor IAIN Palopo, Minggu 29 Januari 2017.

Hal senada juga dikemukakan Rektor UNCP, Suedi. Kata dia, rencana menteri itu pastinya diawali dengan pertimbangan-pertimbangan dari berbagai pakar. Tidak terjadi begitu saja. Nantinya, dengan berdatangannya para profesor ini menjadi malah akan menambah budaya tradisi akademik di kalangan akademisi.

“Saya kira nantinya ada semacam sharing pengalaman dan pengetahuan. Meski demikian, kita tetap harus mandiri dalam melakukan pengembangan diri sejajar dengan akademisi dari negara-negara maju,” sebutnya. (ich/ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top