Doa Akbar Tanjung ke Indah – FAJAR sulsel
News

Doa Akbar Tanjung ke Indah

* Dambakan Ada Calon Gubernur Perempuan dari Sulawesi

MASAMBA — Dialog kebangsaan yang digelar KAHMI Luwu Utara benar-benar istimewa. Istimewanya karena dihadiri Akbar Tanjung, mantan ketua DPR RI. Ceritanya mengalir saat memberikan pencerahan dalam berbangsa dan bernegara.

Mudah dicerna dan cepat ditangkap. Makin menarik ceritanya saat menyebut nama Indah Putri Indriani. Indah diusulkan ke depan kalau bisa jadi calon gubernur. Harapan Akbar Tanjung ini sekaligus doa bagi Indah. Semoga, lolos jadi calon dan bisa jadi gubernur perempuan pertama dari Sulawesi.

Di Sulsel, Indah sudah populer sebagai bupati perempuan pertama di Sulsel. Makanya, Akbar Tanjung kembali mengusulkan Indah maju menjadi calon gubernur. Jika terpilih, lagi-lagi ia memecahkan rekor.

Merupakan perempuan pertama di Sulawesi menjadi gubernur. ”Jika saat ini, Indah menjadi perempuan pertama yang menjadi bupati di Sulsel, maka tidak menutup kemungkinan Indah yang cantik akan menjadi gubernur perempuan pertama di Sulawesi. Ini jika kita semua yang hadir mendukung,” terang Akbar, yang disambut tepuk tangan para hadirin, pada acara dialog kebangsaan, Senin 30 Januari 2017, malam, di Lapangan Tennis Rujab Bupati Lutra.

Momentumnya sebenarnya ada. Dekat ini, ada pilgub Sulsel yang dijadwal 2018. Kemudian ada Luwu Raya yang mewacana mau jadi provinsi. Hanya saja, kata Akbar, pemekaran daerah masih terganjal dengan moratorium yang belum dicabut. ”Kalau saja moratorium dicabut, Provinsi Luwu Raya bisa masuk.

Dengan begitu, Indah lebih besar peluangnya di sini. Saya usulkan Indah maju menjadi calon gubernur. Dan jika terpilih, lagi-lagi ia memecahkan rekor. Merupakan perempuan pertama di Sulawesi menjadi gubernur,” tandasnya.

Usulan Akbar Tanjung ini muncul saat salah seorang penanya, Alam Syah Nurdin dari KNPI Lutra, bertanya soal keinginan pemuda se Luwu Raya agar Akbar Tanjung bisa mendukung pembentukan Provinsi Luwu Raya.

Akbar Tanjung mengatakan, jika semua aspek telah memenuhi kenapa tidak. Provinsi Luwu Raya dibentuk. ”Apalagi saya melihat potensi sumber daya alam di Luwu Raya ini sangat melimpah. Namun pembentukan sebuah daerah otonom itu harus berdasarkan peraturan perundang-undangan,” tandasnya.

Sekali lagi, kata dia, jika sudah memenuhi persyaratan kenapa tidak. Namun, ungkap ketua dewan pembina KAHMI Pusat ini, saat ini, pemekaran daerah memang dimoratorium. ”Jika ini sudah dicabut dan memenuhi syarat pembentukan sebuah propinsi, kenapa tidak,” terang Akbar, lagi.

Sementara itu, Bupati Luwu Utara, Hj Indah Putri Indriani, dalam sambutannya, mengatakan bahwa kehadiran bang Akbar — sapaan akrab Akbar Tanjung — di Bumi Lamaraginang ini menjadi kebanggaan buat masyarakat Luwu Utara. Kata dia, Akbar Tanjung merupakan tokoh nasional yang memiliki pengalaman politik dan pemerintahan di DPR RI. ”Ini menjadikan Luwu Utara sangat bersyukur didatangi sosok tokoh nasional seperti Akbar Tanjung,” papar Indah.

Kedatangan di rujab ini dalam rangka membangun silaturahmi dengan seluruh elemen masyarakat Luwu Utara melalui diskusi kebangsaan, dan juga adik-adik HMI Cabang Palopo patut berbangga bisa menghadirkan tokoh nasional seperti Akbar Tanjung.

CURHAT SOAL LUTENG

Pada kesempatan itu, Indah Putri Indriani sempat menyinggung Luwu Tengah. ”Seandainya waktu bang Akbar jadi ketua DPR, Luteng siap mekar mungkin provinsi Luwu Raya sudah ada bang,” kata Indah.

Sebab, menurut Indah, sejak diwacanakan agenda pemekaran Luwu Raya dan Luwu Tengah, kondisinya tidak semudah saat Akbar Tanjung menandatangani pemekaran Lutim. Padahal, menurut Bupati peremouan pertama di Sulsel ini, pemekaran Luwu Tengah menjadi DOB baru bukan sebuah keinginan, tetapi sudah menjadi kebutuhan.

Bukan lagi hanya sebagai syarat pemekaran Provinsi Luwu Raya, tetapi lebih kepada konsep mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. ”Untuk Luteng ini bang, sebenarnya sudah sangat wajib dimekarkan.

Karena masyarakat Walmas lebih dekat berkunjung ke Kota Masamba yang merupakan ibukota Luwu Utara dibandingkan ke Belopa sebagai Ibukota Kabupaten Luwu,” paparnya.

Sementara Walmas ini masih Kabupaten Luwu. Dan jika masyarakat
Walmas hendak ke Belopa harus melintas di Kota Palopo. ”Kasian masyarakat Walmas,” kata Indah.

Atas pertimbangan itulah, sehingga menurut Indah, Luteng harus segera dimekarkan. Mendengar curhatan Indah, Akbar Tanjung mengatakan jika konsep otonomi daerah, selain pemerataan pembangunan tujuan lainnya adalah pendekatan pelayanan kepada masyarakat. Sehingga, ia mengaku sangat setuju jika Luteng segera dimekarkan.

”Tidak ada hal yang lebih penting selain mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Nah, inilah salah satu tujuan otonomi daerah,” kata Akbar Tanjung.

Hanya saja, menurut mantan Ketum DPP KNPI ini, dirinya tidak bisa lagi berbuat banyak mengenai pemekaran. Sebab, ia tidak lagi memiliki posisi strategis baik di DPR maupun di
pemerintahan.(jun/ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top