Palsukan Dokumen Nasabah – FAJAR sulsel
News

Palsukan Dokumen Nasabah

Mengungkap Praktik ‘Kotor’ di Lembaga Pembiayaan

Semua pekerjaan memang butuh kerja keras demi mencapai target. Seperti halnya seseorang marketing. Baik itu pemasaran pembiayaan maupun lainnya. Hanya saja, demi capai target banyak pemasar melakukan praktek ‘kotor’. Misalnya, memalsukan dokumen nasabah.

Laporan: Mas Jaya

Seperti yang diduga dilakukan oknum marketing dari lembaga pembiayaan PT Adira Finance yang juga anak perusahaan Bank Danamon. Dimana, oknum marketing tersebut memalsukan dokumen orang lain berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP), seolah-olah konsumen yang hendak kredit motor.

Kedok oknum marketing terungkap setelah seorang korban, Suwarni Dulman hendak mengajukan Kredit Usaha Kecil pada Bank Rakyat Indonesia (BRI), Cabang Gorontalo. Namun pada saat korban mengajukan kredit ditolak oleh BRI. Alasannya, korban masih mempunyai kewajiban kredit di Bank Danamon.

“Kami baru mengetahui kalau dokumen berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dipalsukan setelah ajukan kredit BRI. Kredit kami ajukan pada Februari 2016. Tapi, kami tidak bisa ajukan kredit karena katanya masih memiliki kewajiban kredit di Bank Danamon sebesar Rp10.777.906, ” kata suami Suwarni Dulman, Herman Muhindin.

Menurut Herman, kewajiban kredit sebesar sepuluh juta lebih berdasarkan data BI Checking. Padahal, dirinya mengaku tidak memiliki kredit apapun dan di bank manapun. Namun setelah diteliti, ternyata KTP Suwarni Dulman digunakan oleh orang tertentu yang bekerja sama dengan pihak PT Adira Finance.

“Didata itu, istri saya menerima fasilitas kreditt pembelian motor di Makassar oleh Bank Danamon melalui PT Adira Finance yang menangani akad kredit, ” ucap Herman Muhindin didampingi Kuasa Hukummnya, Jamil Misbach.

Herman menuturkan, indikasi pemalsuan dokumen berupa KTP terkuat karena adanya perbedaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang dimilikinya dengan dengan laporan pihak Bank Danamon.

“Data NIK yang ada di Bank Danamon bernomor 2150084808670002. Padahal, sebenarnya NIK kami bernomor 737107490867002. Berarti Bank Danamon atau PT Adira Finance telah memalsukan administrasi kependudukan, ” tuturnya.

Pemalsuan dokumen kata Herman, sudah dilaporkan Ditreskrimmum Polda Gorontalo. Kemudian, kasus itu dilimpahkan ke Ditreskrimmu Polda Sulsel karena lokasi fokusnya ada di Makassar.

Kasus ini berdasarkan keterangan bekas bagian hukum Bank Danamon Wilayah Indonesia Tengah menyebutkan, kasus seperti sudah ribuan yang terjadi. Problemnya hanya satu, yakni kejar target. Sehingga semua cara dilakukan termasuk memalsukan data.
Perbuatan seperti itu dilakukan oknum marketing demi capai target. Marketing itu kata Herman, harus mancapai target untuk dapat komisi. Harusnya, marketing melakukan pemasaran dengan cara yang benar.

“Mungkin semua orang tidak permasalahkan, tapi saya permasalahkan. Karena ini merusak nama baik kami selaku pelaku usaha. Ini sudah jelas mengganggu usaha saya dan istri. Jadi kami tuntut, karena ini sudah jelas tindak pidana, ” cetusnya. (**)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top