PDAM Selalu Rugi, Inikan Aneh! – FAJAR sulsel
News

PDAM Selalu Rugi, Inikan Aneh!

*Setiap Tahun Pelanggannya Bertambah

MASAMBA — Komisi II DPRD Luwu Utara menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) tertutup dengan pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Luwu Utara, Selasa 31 Januari kemarin. RDP yang dilaksanakan tertutup tersebut itu memembuat sejumlah wartawan yang hendak meliput terpaksa kecewa.

Namun demikian Anggota Komisi II DPRD Luwu Utara, Ahdam Surya S Sos usai RDP dengan PDAM mengakui pertemuan dengan PDAM harus tertutup sebab yang dibahas terkait dengan angka-angka atau dana APBD yang digunakan oleh PDAM termasuk kita minta mereka memaparkan kinerja keuangan mereka.

Selama ini, kata Ahdam, DPRD Luwu Utara curiga terhadap manajemen PDAM yang mengaku selalu rugi. Padahal jumlah pelanggan PDAM setiap tahunnya terus bertambah. “Kami pertanyakan kenapa selalu rugi, padahal dalam laporan keuangan ke Pemda Lutra tahun lalu ada keuntungan sekitar Rp300 juta,” kata Ahdam Surya.

Jawaban PDAM, kata Ahdam, mereka rugi karena adanya penyusutan, dan tidak jelas penyusutan apa yang dimaksud. “Kita juga pertanyakan keuantungan Rp 300 juta tersebut kenapa tidak dicatat sebagai sumber penerimaan pendapatan daerah, PDAM melalui Plt Durekturnya bahwa anggaran itu kembali dikelolah oleh PDAM, padahal mestinya dana dari keuntungan kembali dijadikan tambahan penyertaan modal dari Pemda Lutra,” katanya.

Sebab, lanjut Ahdam, setiap tahun Pemda Lutra menggelantorkan anggaran penyertaan modal miliaran rupiah kepada PDAM. Bahkan akhir tahun 2016 Pemda membantu PDAM sekitar Rp2 miliar. “Inilah yang kami heran mereka mengaku rugi padahal ada keuntungan, PDAM juga sudah tidak menggunakan mesin dalam mengalirkan air kepada masyarakat, tetapi sudah menggunakan sisitem grafitasi, makanya dalam waktu dekat kami agendakan RDP dengan auditor yang digunakan PDAM Lutra,” ujarnya.

PDAM Luwu Utara mestinya untung setiap tahun, sebab sesuai laporan PDAM menerima dana dari penggunaan air dari masyarakat sekitar Rp200 juta per bulan, sementara biaya operasional yang mereka keluarkan sekitar Rp90 juta per bulan. “Nah, otomatis masih ada selisih atau ”saving” anggaran Rp110 juta. Tapi mereka selalu mengaku rugi, inikan aneh,” katanya.

Makanya, lanjut dia, pihaknya berharap dalam agenda RDP selanjutnya yakni auditor independen bisa menjelaskan secara rinci seperti apa mekanisme penggunaan anggaran di PDAM sehingga selalu rugi, termasuk standar pelayanan yang diberikan kepada pelanggan atau masyarakat. (mah/him)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top