Pengrajin Ukir Terkendala Modal – FAJAR sulsel
News

Pengrajin Ukir Terkendala Modal

Pemda Bantu Pelatihan

MALILI,UPEKS.co.id — Pemberlakuan Permendagri Nomor 14 tahun 2016 tentang pemberian hibah melalui APBD mengancam kelangsungan usaha kerajinan ukir di Luwu Timur.

Kepala Seksi Informasi dan Kelembagaan Perindustrian Lutim, Haeruddin mengatakan pemberlakuan Permendagri tersebut terkait suntikan modal kepada kelompok usaha yang sifatnya waralaba seperti kerajinan ukir.

“Kalaupun bisa kita bantu, pemberian keterampilan dan pelatihan saja. Untuk permodalan bagi usaha waralaba tidak diperkenankan lagi,” kata Haeruddin.

Tahuun sebelumnya, usaha kerajinan ukir dan sejumlah kelompok usaha lainnya dibantu secara maksimal oleh pemerintah daerah Luwu Timur baik dari permodalan maupun peralatan dan kebutuhan penunjang usaha lainnya.

Di Lutim, kerajinan ukir mayoritas dikelola secara perorangan dan tersebar di kecamatan Angkona dan Kalaena dengan jumlah mencapai 200 orang.

Kadang-kadang wrga dan pemerintah daerah Luwu Timur juga menggunakan motif ukiran hasil karya teman-teman di sini.” sebut Wayan Supriatna, salah seorang pelaku kerajinan ukir di kecamatan Angkona.

“Kami kerap terkendala dengan permodalan. Makanya dengan pemberlakuan Permendagri usaha kami sulit berkembang. Namun demikian, kami tetap mengapresiasi dukungan yang diberikan pemerintah daerah agar usaha kerajinan ukir di Luwu Timur gukung tikar,” pinta Wayan. (aco/arf)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top