Potensi Investasi Bodong di Sulsel Besar – FAJAR sulsel
News

Potensi Investasi Bodong di Sulsel Besar

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Kepala OJK Regional 6 Sulawesi, Maluku, Papua (Sulampua), Bambang Kiswono, mengatakan, potensi investasi bodong di Sulsel cukup besar.

Karena potensi ekonomi di Sulsel termasuk tinggi. Jika potensi ekonomi tinggi, berarti menggambarkan potensi kegiatan bisnis banyak dan masyarakat yang punya uang juga banyak.

Hal-hal seperti itu dinilai Bambang Kiswono menjadi medan pemanfaatan oleh oknum-oknum yang lihai dan banyak akal untuk menipu.

“Karena oknum ini melihatnya sebagai lahan untuk dimasuki. Nah, ini yang harus kita cegah,” ujarnya kepada Upeks di Kantor OJK Regional 6 Sulampua, Makassar, Selasa (31/1/17).

Pihak OJK Regional 6 bahkan sudah kerap menangani kasus investasi bodong di Sulsel. Dalam data terbaru perusahaan investasi bodong yang dirilis OJK baru-baru ini, setidaknya ada 80 penemuan di seluruh Indonesia, salah satunya berasal dari Sulsel, Kabupaten Gowa. Hal ini menunjukkan, di Sulsel juga termasuk rawan investasi bodong.

“Nah, yang di Gowa itu kemarin kebetulan kawan-kawan dari Tim Waspada Investasi di Sulsel sudah rapat pembahasan di mana usahanya itu sudah tidak ada dan ditutup. Yang jelasnya sudah difollow up,” ujar Bambang Kiswono.

Bahkan sebelum itu, sudah ada kasus-kasus investasi bodong di Sulsel yang sudah ditangani oleh penyidik. Seperti di Sidrap ada kasus investasi bodong uang dinar Irak. “Memang kecenderungan investasi bodong menyebar ke mana-mana.

Termasuk di Sulsel salah satu target mereka. Dan mereka cari yang literasi keuangannya belum terlalu tinggi. Makanya sekarang kita giat melakukan sosialisasi,” ujarnya.

Berkaitan dengan 80 perusahan investasi bodong di Indonesia yang ditemukan OJK, Tim Waspada Investasi sudah mengklarifikasi bahwa ada yang sudah dipanggil untuk diminta izinnya, bahkan ada yang dipanggil tapi belum datang.

“Ada beberapa perusahaan itu yang merugikan dan itu sudah difollowup oleh tim waspada investasi. Ada perusahaan yang menipu. Bahkan ada beberapa pengurus dan direkturnya ditahan.

Misalnya yang di Manado ada yang sudah ditahan. Dan Perusahaan Wandermind juga pihaknya sudah ditahan sampai 15 tahun,” ujarnya. (mg3/suk)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top