Sertifikat Perum Libukang Permai Diduga Digelapkan – FAJAR sulsel
News

Sertifikat Perum Libukang Permai Diduga Digelapkan

*Sudah 2 Tahun Kasusnya Mengendap di Polres

PALOPO — Pemilik lahan Perumahan Libukang Permai, H Alias Sadidu (66) sangat kecewa dengan ulah developer yang selama ini dipercaya sebagai rekan bisnis atas pembangunan perumahan di wilayah Kelurahan Salobulo, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo.

Lebih kesal lagi, ketika Sahidu meminta sertifikat lahannya segera dikembalikan namun pengembang atau developer berinisial AW dan MS malah menolak memberikan.

Ujung-ujungnya, Sahidu bertegas dengan melaporkan MS ke Polres Palopo. Akan tetapi, sejak dua tahun pelaporannya diterima oleh penyidik Polres Palopo, sejauh ini pula pihak kepolisian belum mampu menuntaskan kasus dugaan penggelapan sertifikat yang dilaporkan Sahidu.

“Bayangkan Pak, sudah 2 tahun laporan penggelapan sertifikat saya seakan tidak digubris lagi. Ada apa dengan penyidik Polres Palopo Pak. Dan saya sangat herankan, ketika saya dilapor balik terkait pencemaran nama baik oleh developer itu, hanya sebulan saya langsung dijadikan tersangka, sedangkan laporan penggelapan sertifikat saya tidak jelas penyidikannya,” ketus Sahidu, kepada Palopo Pos, Selasa 31 Januari kemarin.

Sahidu hanya berharap agar kiranya Bapak Kapolres Palopo, AKBP Dudung Adijono SIk segera memanggil penyidik kasus dugaan penggelapan sertifikat ini, setidaknya menyampaikan agar menyelesaikan perkara yang sudah tahunan ini. Sebab, waktu dua tahun terlalu lama untuk menyelesaikan kasus seperti ini.

“Saya yakin jika Bapak Kapolres Palopo tahu perkara ini, beliau pasti menyikapinya. Mungkin saja beliau tidak mengetahui sehingga anak buahnya bekerja seadanya,” ketus Sahidu.

Diceritakan Sahidu, awalnya developer AW mengajak dirinya bekerja sama untuk membangun perumahan di wilayah Salobulo. “Yang punya lahan saya. Lalu kami melakukan perjanjian lewat notaris dengan perjanjian bagi hasil. Namun belakangan usaha ini macet,” kenang Sahidu.

Hari dan waktu berjalan, kesepakatan pemilik lahan (Sahidu. red) dan developer tersebut untuk menyelesaikan pekerjaan tidak menuai kesepatan. Sebaliknya, masalah demi masalah timbul, terlebih ketika Sahidu meminta sertifikat lahannya dikembalikan karena sejumlah user yang sudah akat kredit menginginkan pemecahan sertifikat.

“Yang saya sesalkan, setelah bangunan tidak dapat diselesai developer, sertifikat induk lahan saya malah tidak dikembalikan. Makanya, saya menempuh jalur hukum dengan harapan ada titik terang dalam masalah ini,” katanya.

Adapun dasar lain sehingga Sahidu menginginkan sertifikatnya, karena masa perjanjian dengan developer melalui notaris sudah habis masa waktunya dari tahun 2012 hingga 2015. “Jadi hanya tiga tahun waktunya sebagaimana perjanjian di notaris.

Dalam notaris dituankan apa yang tidak selesai maka akan dibicarakan ulang, mana kala tidak ada kata sepakat maka sertifikat dikembali kepada pihak pertama dan pihak kedua tidak berhak untuk menuntut ganti rugi kepada pihak petama.

Jadi seperti itu isi perjanjian dinotaris. Malah masalah ini sudah dibicarakan secara kekeluargaan tapi tidak ada titik terang. Saya melaporkan developer itu agar sertifikat saya dikembalikan saja, mengingat user juga menginginkan pemecahan sertifikat,” tandas Sahidu. (him)

——————-
PH Tidak Hadir, Pemilik 1 Gram Sabu Dituntut 7 Tahun

PALOPO — Pengadilan Negeri Palopo kembali mengadili perkara narkotika atas terdakwa Saifullah Alias Janggo. Sidang dengan agenda tuntutan ini berlangsung sekitar pukul 15.00 Wita di ruang sidang utama, Selasa 31 Januari kemarin. Dalam sidang Jaksa Penuntut Umum (JPU), Christofel H menuntut terdakwa selama 7 tahun penjara.Dalam surat tuntutan JPU menerangkan bahwa berdasarkan pada ketentuan Pasal 114 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dan pasal 182 ayat 1 KUHP menyatakan terdakwa Saifullah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana. Tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima dan menjadi perantara dalam jula beli. Atau menyerahkan narkotika narkotika golongan I.
Sehingga dengan demikian, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa berupa pidana penjara selama 7 tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan. Serta denda sebesar Rp1 miliar subsider 3 bulan penjara dan memerintahkan agar terdakwa tetap ditahan.
Adapun yang menjadi pertimbangan yaitu hal yang mermberatkan terdakwa bahwa tidak mengikuti program pemerintah dalam pemberantasan narkotika. Sedangkan hal yang meringankan adalah terdakwa mengakui kesalahan dan menyesali perbuatan. Berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya dan terdakwa tidak pernah dihukum.
Sementara itu, sidang berlangsung tanpa adanya Penasehat Hukum yang mendampingi terdakwa karena berhalangan hadir, sehingga Majelis yang diketuai oleh Jarihat Simarmata SH MH didampingi Heri Kusmanto SH dan Mahir Sikki SH meminta kepada terdakwa untuk melakukan sidang pembelaan pada minggu depan.
“Terdakwa tidak didampingi PH-nya, jadi minggu depan kembali menjalani sidang pembelaan. Dengan menghadirkan Penasehat Hukum untuk melakukan pembelaan baik itu lisan ataupun tulisan,” ujar Jarihat.
Diketahui terdakwa telah melakukan pembelian narkotika jenis sabu di wilayah Kabupaten Wajo sekitar bulan Nopember 2016 lalu. Kemudian setelah itu ia kembali ke Kabupaten Luwu di Kelurahan Sabe, Kecamatan Belopa. Kemudian sabu yang seberat 1 gram yang dibelinya dari seorang bernama Kinking di Wajo. Terdakwa bagi menjadi 9 paket sabu untuk dijual kembali.
Selanjutnya, 8 paket sabu dimasukkan kedalam bungkus rokok surya dan satu paketnya ia konsumsi. Setelah mengkonsumsi atau memakai sedikit dari satu sachet sabu yang disimpan. Terdakwa lalu bersantai didepan kostnya hingga dua orang petugas dari satnarkoba Polres Luwu menggerebeknya dan menangkap.
Dalam penggeledahan ditemukan 9 sachet sabu, 2 batang potong pipet, satu set alat isap (bong), dan satu sachet plastik kosong ditemukan didalam jaket terdakwa. Sabu seberat 1 gram yang terdakwa beli tersebut seharga Rp1,2 juta. (rp1/him/d)
——————-
Terungkap Fakta, Terdakwa Patungan Beli SS
*Majelis Hakim Jatuhkan Vonis 1 Tahun 6 Bulan

PALOPO — Majelis Hakim Pengadilan Negeri Palopo akhirnya menjatuhkan hukuman badan kepada terdakwa Resky Alias Kiki, dengan hukuman penjara selama 1 tahun 6 bulan. Terdakwa dipersidangan terbukti melawan hukum dengan menawarkan, menjual, membeli, menerima, dan menjadi perantara dalam jual beli narkotika golongan I.
Sidang putusan yang digelar Selasa 31 Januari kemarin, diketuai majelis hakim Raden Nurhayati didampingi Erwino M Amahorseja SH dan Mahir Sikki SH. Vonis hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum, Rismah SH yang menuntut terdakwa selama 2 tahun dan 6 bulan. Menurut Majelis Hakim, terdakwa terbukti bersalah setelah menjalani sidang dan telah terungkap fakta-fakta. Baik itu dari keterangan saksi dan juga keterangan terdakwa. Serta menimbang beberapa hal yang memberatkan dan meringankan seperti hal yang memberatkan terdakwa tidak mengikuti program pemerintah dalam pemberantasan narkotika. Sedang hal yang meringankan terdakwa menyesali perbuatan dan berjanji tidak akan mengulanginya.
“Menyatakan terdakwa Resky terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana. Tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima dan menjadi perantara dalam jula beli. Atau menyerahkan narkotika narkotika golongan I jenis sabu-sabu (SS), sehingga dijatuhkan hukuman selama 1 tahun 6 bulan penjara,” papar Hakim.
Atas perbuatannya tersebut terdakwa dikenakan pidana dalam pasal 114 ayat 1 jo pasal 132 ayat 1 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Serta dalam pasal 127 ayat 1 huruf a UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.
Menurut keterangan didalam BAP, terdakwa Resky sekitar bulan Agustus 2016 di jalan Ahmad Dahlan Kelurahan Amassangan. Telah melakukan pembelian satu sachet sabu seberat 0,0722 gram bersama sengan seorang temannya bernama Rizaldi.
Yang dilakukan dengan cara berpatungan membeli satu sachet sabu seharga Rp200 ribu dari seorang bernama Dayat. Selain itu, ada juga temannya bernama Arya meminta tolong kepada terdakwa untuk dibelikan sabu. Sehingga jumlah uang yang digunakan terdakwa membeli sabu adalah Rp400 ribu.
Setelah terdakwa membeli sabu tersebut akhirnya ia berencana akan mengkonsumsinya bersama Rizaldi keesokan harinya. Tapi belum sempat digunakan Rizaldi tertangkap oleh petugas Kepolisian dan mengaku bahwa barang tersebut adalah miliknya bersama terdakwa Resky. Hingga terdakwa juga ditangkap di rumahnya hingga diamankan pihak kepolisian. (rp1/him/d)
————————-
Isi BAP Dibantah, Hakim Hadirkan Anggota Satnarkoba

PALOPO — Terdakwa Haerung Alias Elung menjalani sidang lanjutan, Selasa, 31 Januari kemarin, di Pengadilan Negeri Palopo. Sidang memasuki agenda pemeriksaan saksi, dimana Jaksa Penuntut Umum (JPU) Christofel H Mallaka SH menghadirkan satu saksi dari anggota Satnarkoba Polres Luwu.
Sidang kali ini diketuai Jarihat Simarmata SH MH didampingi Erwino M Amahorseja SH dan Mahir Sikki SH. Tujuan dihadirkan saksi dari satnarkoba Polres Luwu karena terdakwa telah membantah bahwa isi yang ada didalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dibuat oleh tim penyidik Satnarkoba saat memintai keterangan terdakwa dan beberapa saksi.
Dalam keterangan saksi menerangkan jika pihaknya telah melakukan penyidikan kepada terdakwa dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan terkait kasus yang dilakukan terdakwa. Namun dalam keterangan tersebut terdakwa memang membantah bahwa barang bukti yang ditemukan itu bukan miliknya. “Kami lakukan pemeriksaan sudah sesuai prosedur yang ditetapkan,” kata saksi.
Dalam persidangan yang berlangsung kurang lebih 30 menit tersebut, Majelis Hakim meminta kepada saksi untuk memperlihatkan BAP yang telah dibuat, sehingga saksi memperlihatkannya kepada Majelis Hakim dan JPU bahwa benar memang keterangan terdakwa sesuai dengan BAP.
Selanjutnya, majelis meminta kepada Jaksa untuk menghadirkan saksi kembali pada sidang selanjutnya yang akan digelar pekan depan. Kali ini saksi yang akan dihadirkan adalah saksi meringankan dari terdakwa. Dalam perkara ini terdakwa diancam dan dikenakan pidana dalam pasal 114 ayat 1 dan 112 ayat 1 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.
Terdakwa ditangkap oleh Satnarkoba Polres Luwu sekitar bulan September 2016 di Kelurahan Tanamanai, Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu. Saat delakukan penangkapan dan penggeledahan ditemukan 13 sachet sabu disekitar tempat ia digerebek oleh satnarkoba Polres Luwu.
Namun saat dipertanyakan terdakwa mengelak bahwa barang haram tersebut bukan miliknya. Bahkan ia mengatakan tidak mengetahui barang itu saat diperlihatkan oleh petugas. Hingga terdakwa dan barang bukti akhirnya dibawa ke Polres Luwu untuk penanganan lebih lanjut. (rp1/him/d)
——————————————
KET — Arena judi sabung ayam di Lingkungan Uri digerebek anggota Polsek Telluwanua, Selasa 31 Januari kemarin. Penggerebekan berlangsung sesaat setelah petugas mendapat laporan dari masyarakat bahwa sedang berlangsung perjudian sabung ayam.
Lagi, Polisi Obok-obok Arena Judi Sabung Ayam

PALOPO — Polisi kembali melakukan penggerebekan arena judi sabung di Kota Idaman ini. Sebelumnya, Polisi mengobok-obok arena sabung ayam di belakang Sekolah Dasar (SD) Batara, Kota Palopo dan menemukan sejumlah barang bukti berupa taji ayam dan bangkai ayam aduan. Kali ini penggerebekan berlangsung di lingkungan Uri, Kelurahan Mancani, Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo.
Hanya saja dalam penggerebekan yang berlangsung Selasa 31 Januari kemarin, sekira pukul 10.00 Wita, polisi tidak berhasil menangkap pelaku judi. Kuat dugaan razia bocor sehingga para pelaku berhasil kabur menyelamat diri sebelum polisi tiba di tempat kejadian perkara (TKP).
Penggerebekan dilakukan oleh anggota Polsek Telluwanua dipimpin langsung Kanit Sabhara Polsek Telluwanua Aiptu Anton bersama 10 orang lainnya yang merupakan personil Polsek Telluwanua. “Lokasi sabung ayam itu sangat tersembunyi, berada di sekitaran rumah penduduk. Kami melakukan penggerebekan setelah mendapat laporan dari masyarakat setempat bahwa ada judi sabung ayam yang cukup meresahkan,” kata Anton.
Kendati tidak ada pelaku yang tertangkap, polisi berhasil menemukan sejumlah barang bukti berupa tiga ekor ayam aduan. “Semua barang buktinya sudah diamankan di Polsek ini. Kepada masyarakat setempat diharapak laporkan segera bila aktifitas judi itu terulang lagi, kami pasti tindak lanjuti,” tandasnya. (him)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top