Buah Menumpuk, Petani Sawit Menjerit – FAJAR sulsel
News

Buah Menumpuk, Petani Sawit Menjerit

*Apkasinda Ancam Demo Pemkab

MASAMBA — Akibat kapasitas pabrik kelapa sawit milik PTPN XIV di Kecamatan Burau, Luwu Timur sudah tidak mampu menampung buah kelapa sawit. Imbasnya, petani sawit di Luwu Utara menjerit karena sawit mereka terancam busuk. Jalan satu-satunya mereka terpaksa menjual sawitnya ke Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Sulawesi Barat (Sulbar).

Tidak kurang dari 640 ton atau sekitar 80 truk buah sawit dari Luwu Utara dikirim ke provinsi tentangga itu. Petani memilih menjual buah sawit mereka di daerah lain disebabkan selain harganya yang cukup bagus, juga disana banyaknya pabrik CPO siap menerima buah sawit masyarakat.

Seorang Ketua Kelompok Tani dari Kecamatan Sabbang, Yusuf Paemboanan mengatakan Harga Tandan Buah Segar (TBS) di Sulawesi Tengah cukup bagus dibanding di PTPN Buaru dimana harganya mencapai Rp 1,315 per kilogram, sedangkan di Luwu Timur hanya Rp1,100 itupun antrian pajang empat hingga lima hari baru bisa masuk pabrik.

“Walaupun perjalan ke Sulteng sangat berbahaya pilihan ini kami harus lakukan, menghindari buah busuk,” kata Jusuf, kepada Palopo Pos, Rabu 1 Pebruari kemarin.
Setia malam, tambah Jusuf, sekitar puluhan truk sawit melakukan perjalan ke Sulteng.

Tak jarang diantara mereka mengalami kecelakaan (terbalik) di perjalanan lantaran medannya tidak bagus. “Sesuai catatan saya sudah puluhan truk sawit yang terbalik dalam perjalanan ke Sulteng,” ungkapnya.

Untuk itu, diharapkan kepada pemerintah daerah Luwu Utara memperhatikan keberadaan petani sawit yang semakin menjerit saat ini lantaran sulitnya pemasaran buah sawit mereka, kemudian mempermudah perizinan jika ada investor yang akan membangun pabrik CPO di Luwu Utara.

“Kita bersyukur sudah ada pabrik CPO milik PT Jas Mulia yang tidak lama lagi akan beroperasi, tapi satu pabrik tidak cukup, kita butuh 3 hingga 4 pabrik di Luwu Utara,” pinta Yusuf Tentunya Jusuf merasa senang mendengar adanya kabar bahwa ada lagi investor yang siap membangun pabrik CPO di Luwu Utara yakni PT Agro Restu Bumi.

Jusuf meminta pemerintah segara menindak lanjuti perizinan investor tersebut, kemudian mencabut perizinan investor yang sudah bertahun-tahun memegang izin tapi tidak melakukan aktifitas apa-apa dilapangan.

Sementara itu, petani sawit dari Kecamatan Bonebone, H Paimin mengatakan saat ini petani sudah sangat susah memasarkan buah sawit mereka. Untuk menghindari kerugian yang cukup besar, Paimin mengaku terpaksa memasarkan TBS mereka ke Sulteng dan Sulbar. “Keadaan petani sawit saat ini sudah sangat memprihatinkan, banyaka’mi yang tebang pohon sawit mereka lantaran sudah tidak bernilai, pemerintah daerah harus mendengar ini,” tandasnya.

Terpisah, anggota Apkasindo mengaku dalam waktu dekat akan melakukan aksi unjuk rasa apabila pemerintah dan DPRD tidak memperhatikan keberadaan petani sawit. “Rencananya kita akan unjuk rasa, dan membawa ratusan truk sawit yang sudah busuk ke kantor bupati dan DPRD, kita akan tumpahhkan sawit itu di depan Kantor Bupati Luwu Utara,” ancamnya. (mah/him)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top