Digelar Tertutup, Hasilnya Ditutup-tutupi – FAJAR sulsel
News

Digelar Tertutup, Hasilnya Ditutup-tutupi

*Sidang Lanjutan, Mahasiswa Diperkosa Teman Kost

PALOPO — Terdakwa Nonni (22) kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri Palopo, Rabu 1 Pebruari kemarin, sekira pukul 15.00 Wita. Dari balik jendela ruang sidang, nampak tiga saksi yang dihadirkan oleh jaksa penuntut umum (JPU), Aisyah Kendek SH.

Tidak biasanya sidang yang digelar tertutup ini hasilnya juga ditutup-tutupi. Itu terbukti ketika wartawan media ini meminta konfirmasi terkait hasil sidang dari jaksa namun tidak diberikan dengan alasan yang tidak jelas. Terlebih panitra pengadilan otomatis enggan memberikan data kecuali mendapat izin dari pihak jaksa.

Dari pantauan Palopo Pos, dalam sidang ada tiga saksi yang hadir. Usai pemeriksaan saksi dilanjutkan dengan pemeriksaan terdakwa oleh majelis hakim yang diketuai Raden Nurhayati SH dua hakim anggota Erwino M Amahorseja SH dan Heri Kusmanto SH.

Hingga sidang berakhir, pihak pengadilan enggan memberikan data kepada media karena menurutnya ini bukan sidang terbuka untuk umum. “Maaf, kami tidak bisa berikan data, harus menghadap ke bagian Humas dulu,” kata seorang Panitera yang menangani kasus ini.

Demikian Penasehat Hukum terdakwa, Jamaluddin Syarif SH juga enggan mengungkapkan hasil dari proses sidang tersebut. Ia hanya mengatakan sidang berjalan aman dan intinya baik keterangan saksi-saksi dan juga terdakwa itu sesuai dengan BAP. “Sidangnya kembali dilanjutkan 8 Pebruari 2017 dengan agenda tuntutan dari JPU,” kata Jamaluddin.

Seperti diketahui, Nonni juga merupakan oknum mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Kota Palopo. Ia ditangkap polisi karena diduga menodai Bunga (samaran. Red), teman wanitanya yang juga mahasiswa dan masih satu kost dengannya.

Dari hasil penyelidikan polisi, tersangka terbukti menodai Bunga (samaran. Red) yang, berusia 20 tahun. Peristiwa memalukan ini terjadi 19 Oktober 2016 lalu. Selanjutnya Nonni mendekam di dalam penjara Polres Palopo, sesaat setelah Bunga melapor ke Polres Palopo atas kejadian yang dialaminya.

Korban selama ini ngekos di Buntu Datu, Kecamatan Bara, Kota Palopo, berdekatan dengan kamar kost tersangka Nonni. Korban tidak menyangka dirinya dinodai lelaki yang selama ini dianggap sebagai kakak. Ikwal kejadian bermula saat Bunga merasa sakit di bagian kepala.

Lalu Nonni menawarkan diri mengantarnyake RSUD Rampoang, Kota Palopo. Tanpa curiga Bunga mau saja dibonceng motor ke rumah sakit. Usai diperiksa medis, korban dibolehkan pulang. Namun dalam perjalanan, korban yang masih sakit tidak sengaja memeluk Nonni karena takut jatuh dari motor. Mendapat pelukan Bunga, Nonni malah bernafsu. Bunga lalu dibonceng ketempat sepi dekat permandian Rampoang. Disitulah Nonni melampiaskan nafsu bejatnya kepada Bunga. Esok harinya, Bunga baru menyadari kalau dirinya habis diperkosa. (rp1/him)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top