Gerak Cepat Babinsa-Bhabinkamtibas Tanggulangi Isu Negatif – FAJAR sulsel
News

Gerak Cepat Babinsa-Bhabinkamtibas Tanggulangi Isu Negatif

*Jaga Keamanan dan Ketertiban dalam Masyarakat

PALOPO — Presiden RI Joko Widodo menegaskan tugas penting Babinsa dan Bhabinkamtibmas menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Oleh sebab itu, harus selalu mendengarkan informasi dan hal-hal yang mencurigakan, sehingga tidak terlambat dalam merespon kejadian Apabila terdapat permasalahan dalam lingkungan agar segera diselesaikan dan jika ada informasi yang tidak benar untuk segera diluruskan sehingga tercipta keamanan lingkungan. Demikian diungkapkan Presiden Jokowi saat memberikan pengarahan kepada personil TNI dan Polri di Jawa Tengah, Senin 30 Januari 2017 lalu.

Bagaimana dengan di Tanah Luwu? Ternyata, upaya mengawasi, menangkal dan menanggulangi isu-isu tak sedap atau hal-hal yang mencurigakan sudah lama dilaksanakan oleh para babinsa dan bhabinkamtibmas.

Rabu 1 Februari 2017 kemarin, Babinsa dan Bhabinkamtibmas membeberkan tugas dan tanggungjawab mereka kepada Palopo Pos. Khusus bhabinkamtibmas diwakili oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Salokoe, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo, AIPTU Liso. Sedangkan untuk babinsa diwakili oleh Babinsa Desa Pattoloan, Kecamatan Bonebone, Kabupaten Luwu Utara, Sersan Mayor (Serma) Akhmad Taufik.

Babinsa Desa Pattoloan Serma Akhmad Taufik yang dimintai keterangannya, menjelaskan, ketika mendapat informasi atau isu-isu yang berkembang di masyarakat, maka dirinya selaku babinsa akan segera berkoordinasi dengan bhabinkamtibmas dan kepala desa untuk bersama-sama menuju ke TKP.

“Itu untuk mengecek kebenaran dari isu tersebut, sehingga kami segera mengambil langkah-langkah pencegahan. Kejadian itu juga akan kita laporkan kepada danramil, kapolsek dan camat,” ucap Serma Taufik.

Lanjut dia, “Selaku babinsa kami adalah ujung tombak TNI yang berada paling pelosok untuk selalu mendeteksi dini, cegah dini dan melaporkan kepada komando atas. Dengan memasang jaring sebagai mitra karib sehingga gelas pun yang pecah di rumah tangga itu kami tahu. Siapa, bilamana, apa, mengapa, dimana dan kapan,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut dia, guna mencegah hal-hal potensi kerawanan maka dituntut kekompakan kerjasama yang baik antara babinsa, bhabinkamtibmas, kepala desa, danramil, kapolsek dan camat. Selanjutnya, apabila mendapat informasi adanya orang asing masuk di wilayah, maka segera menghubungi RT/RW untuk mengecek kebenarannya, apakah sudah wajib lapor dan apakah ada kegiatannya di wilayah tersebut.

Bila ternyata ada gerakan lain yang terjadi, maka babinsa bersama bhabinkamtibmas dan kepala desa mengambil langkah-langkah pencegahan. Agar dapat menangkal penyusupan atau pelolosan orang-orang asing yang mungkin ada tujuan-tujuan tertentu untuk merongrong ideologi NKRI yang mengancam kutuhan negara.

“Untuk itu sangat dibutuhkan bantuan dari seluruh masyarakat, untuk menjaga kamtibmas dan menghidupkan kembali pos kamling. Jangan ragu-ragu melaporkan kepada babinsa apabila ada hal-hal yang mencurigakan,” pesannya.

Selain tugas-tugas pokok, babinsa juga diwajibkan untuk bersama-sama dinas pertanian dan ketahan pangan untuk mendampingi petani dalam upaya khusus peningkatan swasembada pangan.

“Karena suatu negara mampu bertahan apabila kesediaan pangan dan logistik cukup memadai. Rakyat sejahtera maka TNI bersama rakyat kuat untuk mempertahankan keutuhan NKRI,” tandasnya sembari menekankan bahwa babinsa dan danramil bekerja sesuai perintah dari komando atas mulai dari Koramil, Kodim, Korem dan Kodam.

Terpisah, Menurut Bhabinkamtibmas Kelurahan Salokoe, AIPTU Liso, yang harus diketahui dulu adalah apa yang menjadi tugas dan tanggungjawab bhabinkamtibmas di kelurahan. “Tau dulu apa tugas bhabinkamtibmas di kelurahan,” ucapnya mengawali pembicaraannya.

Kata dia, tugas bhabinkamtibmas di kelurahan itu adalah melakukan pembinaan kepada masyarakat agar tercipta kondisi yang menguntungkan bagi pelaksanaan tugas Polri di kelurahan. Meliputi pembinaan warga masyarakat yang menjadi tanggungjawabnya, kesadaran hukum dan ketaatan warga masyarakat terhadap hukum dan perundang-undangan yang berlaku saat itu.

“Kedua, melakukan upaya kerjasama yang baik dan harmonis dengan aparat kelurahan, RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat dan para sesepuh yang ada di kelurahan,” sebutnya.

Tugas ketiga adalah melakukan pendekatan dan membangun kepercayaan kepada masyarakat. Empat, melakukan upaya pencegahan tumbuhnya penyakit masyarakat dan membantu penanganan rehabilitasi yang terganggu. Lima melakukan upaya peningkatan daya tangkal dan daya cegah warga masyarakat terhadap timbulnya gangguan kamtibmas.

“Membimbing masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pengamanan lingkungan (pos kamling, red) dan menghimpun informasi pendapat dari masyarakat untuk memperoleh masukan atas berbagai isu yang berkembang dalam masyarakat,” ucap Aiptu Liso.

Selanjutnya, melakukan koordinasi, konsultasi, mediasi, negosiasi, fasilitasi, motifasi kepada masyarakat dalam hal kamtibmas. Dan memberikan solusi pemecahan masalah kejahatan dan sosial.

“Bhabinkamtibmas juga berperan mengawasi aliran kepercayaan dalam masyarakat. Seperti radilakisme dan terorisme,” ujarnya.

Setelah mengetahui tugas dan tanggungjawab seorang bhabinkamtibmas di kelurahan, maka, apabila mendengar isu-isu negatif atau hal-hal yang mencurigakan di wilayah masing-masing, maka langkah awal yang dilakukan adalah melakukan koordinasi dan konsultasi dengan pihak keluarahan dan babinsa. Membicarakan langkah-langkah yang perlu diambil lalu sama-sama turun ke lapangan.

“Tugas kami memang meluruskan berita-berita yang tidak benar. Dalam pelaksanaanya, bisa dilakukan dengan door to door,” kata Aiptu Liso lagi.

Namun, apabila skalanya cukup besar, maka koordinasi tidak hanya dilakukan kepada lurah dan babinsa. Tetapi diterukan ke tingkat atas, mulai dari tingkat kapolsek, koramil dan camat hingga tingkat Polres.(ara/rhm)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top