Kenaikan Tarif STNK Paling Dominan – FAJAR sulsel
News

Kenaikan Tarif STNK Paling Dominan

pajak

Inflasi Sulsel 1,12%

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menilai kebijakan pemerintah pusat menaikkan tarif STNK memberi dampak terhadap ekonomi makro Sulsel. Buktinya, inflasi Sulsel posisi Januari 1,12% dipengaruhi kenaikan bea STNK.

Kepala BPS Sulsel, Nursam Salam mengatakan, sejumlah komoditi yang mengalami inflasi posisi Januari yakni jasa perpanjangan STNK. Menyusul cabe rawit, tarif pulsa ponsel, tarif listrik, mobil, ikan layang.

Sedangkan tingkat inflasi Sulsel selama 2016 2,94% atau mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya 4,48%. Raihan inflasi 2,94% terendah selama 5 tahun terakhir ini.

Nursam Salam menambahkan, data terakhir yang diperoleh bahwa raihan angka inflasi akhir tahun lalu merupakan terendah sepanjang lima tahun terakhir ini.

BPS mencatat 2012 inflasi 4,40 %, tahun 2013 naik lagi ke 6,22 %, tahun 2014 naik lagi menjadi 8,61%,, kemudian 2015 turun lagi ke angka 4,48 %, dan 2016 kembali lagi mengalami penurunan menjadi 2,94%. Dan terakhir Januari . 2017 turun lagi 1,12%.

Ditanya mengenai kelompok inflasi menurut pengeluaran, dia menyebutkan sektor transportasi memberi andil yang cukup signifikan inflasi yakni 2,84%, menyusul bahan makanan mencapai 1,56%, sektor perumahan 0,67%, sektor sandang 0,40%, dan pendidikan paling terendah yakni 0,02%. Sedangkan inflasi menurut komponen yakni inflasi inti 0,58 %, diatur pemerintah mencapai 2,40%, dan bergejolak 1,71%.

Sedangkan inflasi menurut kabupaten/kota yakni Pare Pare angka 0,93%, Bulukumba mencapai 0,99%, Makassar sendiri 1,14% atau urutan kedua inflasi tertinggi setelah Watampone yakni 1,52%, dan Kota Palopo 0,82%. “Komoditi yang mengalami inflasi pada bulan Januari yakni cabe rawit, jasa perpajangan STNK, tarif pulsa ponsel, tarif listrik, mobil, ikan layang,” ujarnya.

Sedangkan komoditi yang mengalami deflasi pada Januari yakni bawang merah, tomat sayur, cabe merah, bandeng, cakalang, tomat buah, daging ayam ras, telur ayam ras, jagung manis dan gula pasir.

Secara terpisah, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, data yang diperoleh bahwa inflasi Sulsel awal tahun sangat rendah. Dia menjelaskan, hal itu disebabkan karena kesiapan pemerintah mengantisipasi dampak terburuk kondisi perekonomian secara global. Sulsel merupakan provinsi yang tidak terlalu terpengaruh melemahnya perekonomian secara global. “Kita tetap stabil itu terlihat inflasi aman dan terkendali,” ujarnya. (nda-mg01)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top