Luwu Bebas Antrax – FAJAR sulsel
News

Luwu Bebas Antrax

BELOPA — Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir kabupaten Luwu bebas dari antrax. Hal tersebut berdasarkan hasil pengewasan pemerintah kabupaten Luwu terhadap hewan sapi yang ada diwilayah tersebut. Salah satu langkah intens yang dilakukan, yakni melakukan penyuntikan untuk mengantisipasi penyebaran virus tersebut.

Seperti yang dilakukan Dinas Pertanian dan Peternakan Luwu, di salah satu spot peternakan yang berada di samping pasar sentral Belopa. Petugas pemeriksa kesehatan hewan sapi Kabupaten Luwu mulai turun melakukan penyuntikan vaksin mencegah wabah penyakit hewan seperti Antrax, penyakit ngorok (SE) serta penyakit lainnya yang saat ini melanda beberapa daerah lain di Indonesia.

Di Kabupaten Luwu penyuntikan vaksin kepada sapi mulai dilakukan sejak awal tahun 2017 ini selama sebulan. Penyuntikan vaksin dilakukan di 22 kecamatan yang ada di Kabupaten Luwu khususnya di daerah yang masih merupakan potensi peternakan sapi.
Ketua Tim Pemeriksa Hewan Kabupaten Luwu, Drh. Jumardin, mengatakan tujuan pemberian vaksin kepada sapi ini untuk memberikan kekebalan tubuh pada sapi terhadap bahaya virus seperti antrax dan penyakit ngorok.

“Sejauh ini kasus antrakx di Luwu masih minum, 20 tahun terakhir Luwu aman, terakhir kasus di Walenrang. Meski demikian, penyakit lain seperti sapi ngorok menjangkit beberapa sapi di Luwu, untuk itu pemeriksaan rutin tetap kami lakukan ada atau tidak adanya wabah penyakit,” ujarnya.

Drh Jumardin menjelaskan virus antrax sangat berbahaya karena selain dapat menyebabkan kemarian pada ternak, antrax juga berbahaya pada manusia yang mengkonsumai daging sapi yang terjangkit antrax.

“Dampak pada manusia juga bisa menyebabkan kematian. Untuk itu, kami mengimbau kepada warga agar segera melaporkan kejadian kematian hewan ternak secara tiba-tiba agar kami bisa melakukan pemeriksaan dan antisipasi pencegahan,” jelasnya.

Adapun ciri umum hewan ternak yang terjangkit antrax yakni sapi terlihat tidak banyak bergerak atau tidak aktif, terlihat berkeringat. “Keluar berupa darah dari kulit menyerupai keringat,” jelasnya.

Salah seorang warga, Jumadi mengatakan pemeriksaan seperti ini sudah rutin dilakukan. “Kami biasanya dikabari jauh haru sebelumnya kalau akan ada pemeriksaan, bagus juga untuk pertumbuhan hewan ternak,” tutur jumadi yang merupakan warga Lebani.(fan/rhm)

PALOPO POS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top