Alamak..! Ternyata Jeriken Dibiarkan Terbuka Berisi Ballo Biar Disangka Air Bersih – FAJAR sulsel
News

Alamak..! Ternyata Jeriken Dibiarkan Terbuka Berisi Ballo Biar Disangka Air Bersih

* Polsek Bua Bekuk Cegat Motor yang Bawa Ballo

POLSEK Bua mencegat sebuah motor yang awalnya disangka membawa air bersih. Surat-surat memang lengkap. Perhatian anggota polisi kemudian tertuju ke jeriken ukuran besar yang ada di gandengan. Alamak..! Ternyata jeriken berisi ballo. Jadi wadah tempat menampung ballo dibiarkan terbuka biar disangka sedang memuat air bersih.

Namun, kedok pengendara motor Honda Beat terbongkar oleh Polsek Bua, Kamis 2 Februari 2017, kemarin, sekitar pukul 08:00 Wita. Pria bernama Oktavianus Maulesu alias Nus terpaksa berurusan polisi karena perbuatannya membawa ballo ke Palopo.

Dia nekat membawa ballo menggunakan motor saat melintas di depan kantor Polsek Bua.
Kapolsek Bua, AKP Rafli, yang dikonfirmasi oleh Palopo Pos, membenarkan hal itu. Kata pria berpangkat tiga balok di pundak ini, penangkapan dilakukan atas laporan masyarakat. AKP Rafli mengatakan, pria yang ditangkap tadi pagi (baca kemarin pagi, red) bernama Oktavianus Maulesu alias Nus. Usianya 22 tahun. Laki-laki ini tinggal di Jalan Mangga, Kota Palopo.

“Ada sekitar 90 liter ballo yang disimpan di dalam tiga jeriken besar. Kita juga mengamankan barang bukti 1 unit motor Honda Beat warna hitam yang digunakan pelaku mengangkut ballo itu,” kata AKP Rafli.

Menurut informasi dari masyarakat, kata kapolsek, setiap pagi mereka melihat ada pengendara motor diduga membawa ballo melintas di Kecamatan Bua. Diperkirakan dari arah Kecamatan Ponrang. “Rencananya, ballo itu akan dibawa ke Kota Palopo untuk dijual,” sebutnya.

Saat ini, pelaku dan barang bukti diamankan di kantor Polsek Bua. “Dari keterangan pelaku, ballo itu berasal dari lelaki bernama Pak Lai. Dia (Pak Lai, red) tinggal di Dusun Paccerakan, Desa Taramatekkeng, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu,” paparnya.

Penangkapan terhadap pemasok ballo, bukan kali pertama dilakukan oleh Polsek Bua. Tahun 2016 kemarin, ada empat kali penangkapan. Barang buktinya cukup banyak. Ada sekitar 1.160 liter yang diamankan. Itu sudah diserahkan ke Polres Luwu untuk dimusnahkan.

Karena seringnya dilakukan operasi miras, akhirnya pemasok ballo mulai atur strategi. Pola pengiriman minuman keras tradisional diubah. Jadwalnya pun diatur serapi mungkin. Biar bisa lolos, pemasok ballo menyebar mata-mata.

“Kita juga dimata-matai oleh mereka. Kalau mereka tahu ada operasi di jalan, mereka tidak akan keluar. Mereka baru beraksi saat operasi tidak dilakukan. Mereka juga memilih waktu-waktu luang. Seperti pagi hari sekitar pukul 07:00 Wita atau jam-jam menjelang istirahat sekira pukul 12:00 Wita,” sebutnya.

Menurut kapolsek, dulunya, mereka mengangkut ballo menggunakan mobil. Mobil yang digunakan jenis Kijang dan Avanza. Namun, akhir-akhir ini mereka ingin mengelabui petugas. Caranya, mengangkut ballo menggunakan sepeda motor. Ballo yang disimpan di dalam jeriken besar dibiarkan terbuka begitu saja. Katanya, biar disangka air bersih.
“Agar bisa lolos, penjual ballo kelabui petugas,” tambahnya. Lanjutnya, ballo ini berasal dari Ponrang. Itu biasanya dikirim ke Palopo dan Toraja untuk dijual.

Tahun 2017 ini, lanjutnya, Polsek Bua intensif melaksanakan operasi. Bukan hanya razia miras. Namun juga fokus menggrebek aksi perjudian. Salah satunya judi sabung ayam. Lokasi sabung ayam sudah dipetakan. Itu berada di Desa Tiromanda, Posi, dan Labokke. Paling sering main di kebun.

“Kendalanya kami, akses jalan ke tempat itu hanya ada satu. Jadi, kalau kami ke tempat itu, mereka tahu lebih dulu. Karena sudah ada mata-mata dipasang di jalan,” sebutnya.
Hingga yang terjadi adalah aksi kejar-kejaran. Sayangnya, belum ada yang berhasil ditangkap. “Langkah yang kita ambil adalah mengamankan motor pelaku dan memanggil pemilik kebun. Namun, kami tidak pernah berhenti, kami akan terus menggelar razia ini sesuai perintah kapolres,” tandasnya.(ara/ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top