ASN Luwu Tersisa 5.981 Orang – FAJAR sulsel
News

ASN Luwu Tersisa 5.981 Orang

*Selebihnya Ditanggung Pemerintah Pusat

BELOPA — Pemerintah pusat sejak tahun 2016 meminta setiap daerah untuk melakukan penerapan organisasi perangkat daerah (OPD). Ternyata penerapan OPD ini berimbas terjadinya pengurangan jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ditanggung daerah.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kabupaten Luwu Drs H Sulaiman, MM, kepada Palopo Pos, Kamis 2 Februari 2017 mengungkapkan, sebelum diterapkan OPD yang baru tahun 2016 lalu, jumlah ASN di Kabupaten Luwu sebanyak 6.707 orang, namun setelah diterapkan OPD baru di tahun 2017 jumlah ASN di kabupaten Luwu berkurang dansaat ini menjadi 5.981 orang.

“Pengurangan jumlah ASN ini karena adanya pengalihan status beberapa OPD yang awalnya menjadi kewenangan daerah kini diambil alih kewenangannya oleh pemerintah Propinsi dan Pusat,” ungkap Sulaiman.

Sulaiman mengatakan jumlah total ASN yang dialihkan statusnya dari ASN daerah menjadi ASN propinsi/pusat sebanyak 726 orang, yang didominasi oleh tenaga guru SMA/SMK dan tenaga staf fungsional.

“Jumlah guru SMA/SMK dan staf fungsional yang dialihkan ke Propinsi sebanyak 671 orang, Pengawas Ketenagakerjaan 2 orang, Bidang Kehutanan selain Tahura 48 orang, Inspektur ketenagalistrikan dan penyelidik bumi sebanyak 5 orang. Total ASN yang dialihkan statusnya sebanyak 726 orang dan ini sudah berlaku sejak 1 Januari 2017,” kata Sulaiman.

Sulaiman mengatakan, berdasarkan data sementara di BKPSDM Luwu, saat ini jumlah ASN berdasarkan golongan yakni Golongan satu sebanyak 68 orang, Golongan dua sebanyak 1.459 orang, Golongan tiga sebanyak 3.610 orang dan golongan empat sebanyak 1.570 orang.

“Prediksi ASN yang pensiun di kabupaten Luwu untuk tahun 2017 sebanyak 99 orang, tahun 2018 sebanyak 92 orang, tahun 2019 sebanyak 85 orang, tahun 2020 sebanyak 131 orang dan tahun 2021 sebanyak 104 orang,” jelas Sulaiman.

Untuk diketahui, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Re?formasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi menegaskan rasionalisasi PNS akan dilakukan bertahap mulai 2017-2019. Dengan target pengurangan pegawai sejuta orang plus 500 ribu lebih yang akan pensiun.

Rasionalisasi ini dilakukan untuk mengurangi belanja pegawai yang saat ini masih 33,8 persen, apalagi ada 134 daerah yang belanja pegawainya di atas 50 persen dan beberapa di atas 70 persen.(and/rhm)

PALOPO POS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top