Diduga Proyek IPA-PDAM Dikerjakan Asal-asalan – FAJAR sulsel
News

Diduga Proyek IPA-PDAM Dikerjakan Asal-asalan

*Karena Belum Difungsikan, Polres Diminta Usut

MALILI—Proyek pembangunan Instalasi Pengelolaan Air (IPA) yang terletak di Desa Tarabbi, Kecamatan Malili, yang menelan anggaran berkisar Rp3 miliar, yang bersumbernya dari Satuan Kerja (Satker) PK PAM Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) tahun 2015 hingga saat ini belum difungsikan.

Padahal keberadaan IPA, awalnya sangat disambut antusias warga di dua kecamatan, seperti warga Desa Tarabbi, Desa Lakawali dan Desa Lakawali Pantai, Kecamatan Malili dan warga Desa Tampinna, Desa Angkona, Kecamatan Angkona.
Kondisi proyek IPA tersebut sangat memprihatinkan karena tidak berfungsi, sehingga menuai sorotan dari sejumlah elemen masyarakat.

“Kuat dugaan proyek dikerjakan asal-asalan sehingga menyisahkan hasil yang tidak memenuhi kondisi fisik proyek, dimana proyek IPA itu terbengkalai karena sudah tahun 2017 proyek miliaran rupiah itu belum juga difungsikan. Diduga kuat proyek pengerjaannya tidak sesuai dengan spesifikasi dan perencanaan awal,” kata salah seorang warga di Kecamatan Angkona, Kamaruddin SSos, kepada Palopo Pos, Kamis 2 Februari kemarin.

Kamaruddin, juga mengatakan, adanya dugaan tidak sesuainya spesifikasi material yang digunakan maupun perencanaan awal proyek pembangunan IPA diminta agar pihak Kepolisian Resor (Polres) Lutim, melakukan penyelidikan.

“Kami juga menduga ada permainan saat pembangunan proyek itu dikerjakan, begitupun dengan tidak berfungsinya proyek, maka tentunya sangat merugikan keuangan Negara,”terangnya.

Proyek IPA di Desa Tarabbi rencananya akan mensuplay air bersih kebeberapa desa seperti Desa Lakawali, Lakawali Pantai, Desa Tampina dan Desa Angkona.
Selain proyek IPA Desa Tarabbi, proyek pembangunan Air Baku-Perusahaan Daerah Air Minum (AB-PDAM) yang terletak di Desa Puncak Indah Malili, juga menuai sorotan warga.
Sebab, proyek yang telah rampung pelaksanaannya itu juga terkesan terbengkalai, sampai detik ini proyek tersebut belum diserahkan ke pihak PDAM Malili.

Proyek yang menghabiskan anggaran melalui dana balai besar Jene Berang Pongpengan Makassar sebesar Rp6 miliar, juga diduga spesifikasi material yang digunakan tidak sesuai dengan perencanaan.

“Ini juga perlu diusut Polres Lutim,” tegas Kamaruddin.(tan/ded)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top