Februari, Inflasi Diprediksi Turun 0,10% – FAJAR sulsel
News

Februari, Inflasi Diprediksi Turun 0,10%

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Pada Januari 2017 inflasi Sulsel tercatat 1,12% atau secara tahunan 2,83% (yoy) dan secara kumulatif 1,12% (ytd). Namun diperkirakan per Februari ini, inflasi akan turun sebesar 0,10% hingga 0,50%.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Sulsel, Wiwiek Sisto Widayat mengatakan, inflasi tersebut secara tahunan lebih rendah dibandingkan nasional yang tercatat 3,49% (yoy), sementara inflaso bulanan nasional tercatat 0,97% (mtm).

Tekanan inflasi di Januari, lanjut dia, lebih banyak berasal dari kelompok harga yang dikendalikan oleh pemerintah utamanya dari jasa perpanjangan STNK 0,20%, disusul tarif listrik 0,12%.

“Bensin juga masuk kategori ke tiga yakni 0,04%. Meskipun kecil namun cukup mempengaruhi inflasi,” ucapnya, saat pemaparan Inflasi, Kamis (2/2/17).

Selain itu, kata Wiwiek, tekanan inflasi juga berasal dari komoditas kelompok bahan pangan yang bergejolak. Utamanya pada cabai rawit sebesar 0,29%, ikan layang 0,11% dan ikan teri sebanyak 0,03%. Meski demikian, terdapat komoditas utama bahan makanan yang mengalami penurunan harga seperti bawang merah, tomat sayut, cabe merah, ikan bandeng dan cakalang.

Meski demikian, Bank Indonesia bersama TPID Sulsel telah melakukan upaya pengendalian harga makanan. Upaya itu dilakukan melalui penguatan koordinasi Sidak ke pasar bersama KPPU khususnya pengendalian harga cabai.

Wiwiek menambahkan, pada bulan Februari ada beberapa faktor yang menyebabkan perkiraan inflasi akan turun dibandingkan Januari 2017. Salah satunya, curah hujan Februari berada pada tingkat menengah sampai tinggi (150-400 mm) sehingga menahan aktivitas penangkapan ikan dan berdampak pada minimnya pasokan ikan.

Tidak hanya itu, dari sisi downside risk diperkirakaan masuknya masa panen beberapa komoditas penyimbang inflasi pada Februari-Maret 2017. “Sehingga pasokan diperkirakan meningkat pada fenruaro dan mendorong harga kelompok volatile food. Dikarenakan stok beras Bulog dalam jumlah yang sangat memadai,” ungkapnya.

Sesuai informasi Dinas pertanian, pola panen bawang merah terjadwal meski jumlah panen memiliki siklus. “Jika pada bulan panen 1 melimpah, bulan panen 2 akan menurun dan ketiga akan melimpah kembali,” tuturnya.

Kedepan, tambah Wiwiek BI dan Pemda akan terus mendorong dan memperkuat posisi serta koordinasi terkait penguatan ketahanan pangan.

Sementara hal yang sama diutarakan, Kepala BPS Sulsel, Nursam Salam. Menurut dia, hampir seluruh daerah di Sulsel mengalami inflasi.

Lima komoditas faktor utama pemicu inflasi di Sulsel, yakni cabai 0,28%, jasa perpanjangan STNK 0,2%, tarif pulsa 0,12%, tarif listrik 0,117% dan mobil 0,11%. “Harus ada langkah konkrit Pemda untuk menekan harga cabai yang naik, karena memasuki musim hujan,” jelasnya.(nda/rif)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top