Memposisikan Merek – FAJAR sulsel
News

Memposisikan Merek

Muh. Akbar

Anda sudah punya merek? Bila ya, lakukan segera sesuatu. Sebaliknya bila belum punya, segera buat merek. Khusus yang punya merek, jangan tinggal diam. Tanpa mengabaikan unsur lain. Salah satu langkah yang segera dan perlu dilakukan adalah memposisikan merek.

Memposisikan merek itu sendiri adalah bagian yang paling dominan dalam penanganan masalah merek. Selain itu, proses memposisikan merek adalah merupakan suatu proses di mana perusahaan menawarkan merek kepada konsumen.

Proses memposisikan merek dapat dilakukan dengan berbagai strategi melalui berbagai aktivitas promosi, atau lebih luas disebut komunikasi dan pemasaran. Antara lain melalui advertising, public relations, publisity, personal selling, atau sales promotion. Atau memilih strategi lainnya tidak dilarang sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip efektif dan efisien.

Kembali ke soal bagaimana memposisikan merek. Meskipun banyak posisi yang memungkinkan untuk ditempati, namun produsen harus memilih satu diantara sejumlah tempat yang tepat. Dan, untuk memilih tempat atau posisi yang tepat dianjurkan mempertimbangkan sejumlah kriteria. Selanjutnya, dianjurkan untuk menghindari praktik ‘hompingpang’ dalam memilih.

Beberapa kriteria yang diajukan dalam buku Power Branding dapat dijadikan sebagai pertimbangan.
Pertama, posisi merek harus menonjol di mata pelanggan. Di sini harus ditegaskan bahwa tidak ada manfaatnya memposisikan merek berdasarkan sesuatu yang tidak digunakan oleh konsumen sebagai indikator kualitas.

Kedua, posisi merek harus didasarkan pada kekuatan merek itu sendiri. Bila pesan yang disampaikan menjanjikan sesuatu yang tidak dapat diberikan, konsumen tidak akan berminat membeli produk itu kembali. Labih dari itu, suatu produk mungkin mendapat citra negatif. Contoh janji yang dapat diberikan adalah lebih cepat, lebih murah atau kelebihan lainnya. Namun jangan lupa, janji yang disebutkan tadi, sungguh mudah disebut, tapi tidak mudah dalam perealisasiannya.

Ketiga, posisi merek harus mencerminkan keunggulan kompetitif. Di sini parlu ditegaskan bahwa tidak ada gunanya memposisikan merek sama dengan posisi pesaing. Untuk itu dianjurkan mencari pembeda positif untuk menghindari istilah semua produk sama. Yang berbeda hanya harga semata.

Keempat, posisi merek harus dapat dikomunikasikan dengan cara yang jelas dan dapat memotivasi pasar. Bila posisinya terlalu kompleks, atau mengandalkan penggunaan perluasan merek, konsumen akan sulit menangkap pesan yang disampaikan oleh produsen.

Selain mempertimbangkan sejumlah kriteria yang telah disebutkan. Penggunaan kriteria lain tidak dilarang. Yang dilarang adalah menerima apa adanya. Dan, bagi yang selalu menerima apa adanya, jangan berharap hasil maksimal.
Tidak percaya, silahkan jalan!

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top