Pemprov Kucurkan Rp1 T – FAJAR sulsel
News

Pemprov Kucurkan Rp1 T

Pengembangan Sektor Usaha

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Pemprov Sulsel tengah fokus menjaga pertumbuhan ekonomi sepanjang 2017. Salah satu upayanya, menyiapkan dana sebesar Rp1 triliun untuk sejumlah sektor usaha pada bidang perikanan, pertanian, peternakan dan industri makanan.

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, khusus tahun ini pemprov meminta pelaku jasa keuangan untuk mengucurkan dana senilai Rp1 triliun sebagai upaya pengembangan bisnis pada beberapa sektor.

“Saya selalu sampaikan bahwa sepanjang itu bisnis ril, perbankan wajib hukumnya memberikan support. Diluar uang pemerintah, saya minta perbankan menyiapkan Rp1 triliun untuk dikucurkan ke sektor pertanian, peternakan, hingga perikanan kelautan. Saya juga berusaha masuk ke bisnis makanan lebih banyak, sehingga semua sektor bisa menjadi penopang ekonomi kita,” jelasnya saat silaturahmi dengan beberapa tokoh masyarakat Tionghoa, di Rumah Jabatan Gubernur, Kamis (2/2/17).

Menurutnya, dana Rp1 triliun yang akan dikucurkan ke kabupaten kota itu bisa dilakukan dalam bentuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang diawasi secara khusus.

Menghadapi 2017, lanjut dia, Pemprov Sulsel juga telah menyiapkan beberapa program untuk menjaga kondisi perekonomian. Diantaranya, program-program jangka pendek seratus hari yang bisa dikontrol. Termasuk memaksimalkan pembangunan infrastruktur untuk menyerap tenaga kerja.

“Kami sebenarnya butuh Rp2,4 triliun untuk menggerakkan sektor ekonomi kerakyatan di kabupaten dan kota. Pemerintah yang akan jamin, kita bicarakan ini dengan pemerintah kabupaten dan kota,” katanya.

Dalam pertemuan itu, Syahrul juga berjanji untuk mengendalikan kondisi ekonomi agar tetap kondusif.
Lebih jauh, ia memaparkan, saat ini pertumbuhan ekonomi paling tinggi di dunia adalah Cina, disusul India, dan Korea Selatan, yang masing-masing berada di kisaran angka 6%. Sedangkan Indonesia, pertumbuhan ekonominya 5,2%. “Pertumbuhan ekonomi Sulsel 8,5%, tertinggi di Asia,” katanya.

Syahrul menambahkan, dalam pertemuan dengan Presiden RI Joko Widodo beberapa waktu lalu, terungkap jika pertumbuhan ekonomi Sulsel tertinggi ketiga di Indonesia.

Pertumbuhan ekonomi tertinggi dipegang Sulawesi Tengah 12%, Nusa Tenggara Barat 8,7%, dan Sulsel 8,5%. Namun, Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Barat tidak bisa dibandingkan dengan Sulsel, karena jumlah penduduk di Sulsel mencapai 10 juta jiwa.
“Sulawesi Tengah tinggi karena ada smelter, di NTB juga begitu. Sedangkan, pertumbuhan ekonomi Sulsel tinggi karena dipacu oleh ekonomi rakyat dan sektor perdagangan,” katanya.

Syahrul juga mengajak masyarakat Tionghoa untuk ikut menjaga situasi yang ada saat ini. Jika secara nasional ekonomi bersoal, Sulsel akan tetap aman jika ada dukungan dari semua pihak, termasuk masyarakat Tionghoa.

Karena itu, Gubernur Syahrul meminta agar masyarakat tidak terpengaruh dengan isu-isu yang berkembang di Jakarta, karena Sulsel tetap aman dan kondusif.

“Insya Allah, ekonomi kita di tahun 2017 aman, saya akan gulirkan uang lebih banyak di desa. Jaga keamanan, persoalan ribut-ribut di Jakarta kita tidak usah bawa ke sini,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Sosial Budi Luhur, Benny Phie, menyampaikan optimismenya terhadap kondisi ekonomi Sulsel selama 2017 ini. Pihaknya meyakini, tahun ini ekonomi Sulsel bisa lebih baik dari sebelumnya.

“Setelah mendengar pemaparan Pak Gubernur, saya yakin ekonomi Sulsel bisa lebih bagus lagi tahun ini,” kata Benny Phie.
Tokoh masyarakat, Arwan Tjahyadi menambahkan, pihaknya berharap pertemuan tersebut akan dilakukan lagi. Ia mengaku bersyukur karena pertumbuhan ekonomi Sulsel terus membaik bahkan melampaui nasional.

“Saya yakin dengan hasil kerja keras Pak Gubernur, ekonomi Sulsel akan terjaga dengan baik. Apalagi, pemerintah juga menjamin masalah keamanan,” pungkasnya.(eky/rif)

UPEKS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top