40% Harus ke Sektor Produktif – FAJAR sulsel
News

40% Harus ke Sektor Produktif

Penyaluran KUR

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong perbankan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) 40% ke sektor produktif. Sektor ini dinilai berpotensi untuk dikembangkan di Sulsel.

Demikian diungkapkan Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad sebelum menghadiri acara pelantikan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Provinsi Sulsel dua hari lalu.

OJK terus mendorong akselerasi penyaluran KUR ke sektor produktif pada 2017. Sektor produkti seperti pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan dan industri, dipatok akan mendapatkan porsi sebesar 40 persen untuk penyaluran KUR dari plafon Rp110 triliun.

Muliaman mengatakan, pihaknya tidak menginginkan penyaluran KUR didominasi satu sektor yakni perdagangan. “Sektor produktif harusnya diberi porsi sekitar 40 persen,” ungkapnya.

Sebab, lanjutnya, menjadi salah satu tantangan bagi pemerintah untuk menyalurkan KUR ke sektor produktif dengan target 40 persen. Pemerintah ingin mendorong sektor produktif di luar (sektor) perdagangan.

Guna merealisasikan target tersebut, OJK mendorong seluruh pihak bersinergi. Muliaman menerangkan, untuk menggairahkan sektor produktif perlu dibangun ekosistem melibatkan berbagai macam lembaga keuangan, mulai dari bank, pembiayaan sampai asuransi. Keterlibatan pelaku usaha dan pemerintah juga memegang peranan penting.

“Karakteristik sektor perdagangan dengan sektor produktif seperti pertanian, perkebunan, perikanan dan lainnya itu jelas berbeda. Perlu ada model pembiayaan yang berbeda dan dibangun rantai nilainya atau value chain,” tutur Muliaman.

Menurut Muliaman, OJK berencana meluncurkan program inisiatif ketahanan pangan di Sulsel. Program tersebut sejalan dengan program pemerintahan Jokowi-JK yang ingin menggapai kedaulatan pangan. Program inisiatif ketahanan pangan akan dilaksanakan tanpa melupakan program maritim yang telah berjalan sejak tahun lalu.

Muliaman menuturkan, program-program OJK ke depan akan berusaha mendekatkan akses petani ke perbankan. Tujuannya agar petani lebih mudah memperoleh pembiayaan.

Sementara itu, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengungkapkan sektor produktif, khususnya pertanian, perkebunan, kehutanan dan perikanan, cukup potensial di daerahnya. Tahun ini, pihaknya berusaha mengoptimalkan hilirisasi sektor produktif tersebut. Untuk menggerakkan sektor tersebut, pihaknya berharap perbankan dan OJK menyetujui alokasi KUR yang lebih besar ke Sulsel.

Sementara itu, Ketua MES Sulsel, Dr Mukhlis Sufri mengatakan, memberi dukungan kepada pemerintah terkait penyaluran KUR. Menurutnya, KUR terbukti membangkitkan roda perekonomian.

Pada kesempatan itu, dia mengatakan, pihaknya selalu mengawal kebijakan pemerintah utamanya mengarah kepada pemberdayaan ekonomi syariah. “Kita bersyukur MES telah dipercaya pemerintah termasuk OJK yang telah memasukkan dalam tim percepatan akses keuangan daerah,” tutupnya. (mg03)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top