Hujan Deras, Tujuh Penerbangan Delay – FAJAR sulsel
News

Hujan Deras, Tujuh Penerbangan Delay

MAROS,UPEKS.co.id — Cuaca ekstrem dalam sepekan terakhir di wilayah Sulsel juga berpengaruh terhadap penerbangan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Terdapat tujuh penerbangan terpaksa mengalami keterlambatan (Delay) akibat hujan deras dan angin kencang, Jumat (3/2/17).

Communication And Legal Section Head PT Angkasa Pura I, Turah Hajiari mengatakan, setidaknya ada tujuh penerbangan yang mengalami penundaan akibat cuaca buruk dan angin kencang yang terjadi di sekitar wilayah bandara. Ketujuh penerbangan yang mengalami penundaan, lanjut dia, yakni Lion Air JT 791 tujuan Surabaya, Citylink CTV 732 tujuan Balikpapan, Sriwijaya SJY 556 tujuan Ternate, Sriwijaya 576 Luwu, Won 1355 tujuan Batu Licin, Batik air BTK 6197 dan CTC 712.

“Penundaan keberangkatan ketujuh pesawat tersebut diakibatkan karena kecepatan angin 37 knot 260 derajat, dengan jarak pandang kurang dari 500 meter. Dengan kondisi angin seperti itu, otomatis semua penerbangan pada pukul 10.35 Wita mengalami penundaan. Karena membahayakan penerbangan,” jelasnya.

Turah menambahkan, meski begitu, saat kejadian, kondisi apron terkendali. Seluruh tangga yang masih menempel disingkirkan. Seluruh pesawat akhirnya diberangkatkan pukul 10.50 Wita, saat kondisi angin sudah mencapai 17 knot.

Turah menjelaskan, meski cuaca beberapa hari terakhir cukup ekstrem, namun hal itu tidak mengganggu penerbangan secara signifikan. Penundaan keberangkatan pesawat pun dilakukan tidak lebih satu jam. Demikian halnya dengan pengalihan penerbangan.

“Cuaca memang tidak terlalu bersahabat, tapi hingga saat ini, tidak ada pesawat tujuan Bandara Sultan Hasanuddin yang dicancel ataupun dialihkan ke bandara lain. Pesawat tetap mendarat di bandara ini. Malahan yang ada, pesawat tujuan lain justru mendarat ke Bandara Sultan Hasanuddin, karena kota tujuan cuacanya sedang tidak bersahabat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BMKG Maros, Abdul Mutholib, Berdasarkan data di BMKG kemarin, kecepatan angin berkisar 36 knot. Kondisi tersebut diperkirakan terjadi hingga beberapa hari ke depan. Selain membahayakan penerbangan, cuaca ekstrim juga berpengaruh pada tingginya gelombang air laut.

Karenanya, BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi, berlaku mulai tanggal 03 Februari 2017 Pukul 08:00 WITA s/d 03 Februari 2017 Pukul 20.00 Wita. Gelombang air mencapai 2.5 meter-4.0 meter berpotensi terjadi di Selat Makassar bagian Selatan, Perairan Barat Sulawesi Selatan, Perairan Kep. Sabalana, Perairan Kepulauan Selayar, dan Teluk Bone bagian Selatan. (alf/rif)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top