KUR Macet Hanya 0,56% – FAJAR sulsel
News

KUR Macet Hanya 0,56%

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Gunernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo menekankan pihaknya sangat memperhatikan perkembangan KUR yang bergulir di masyarakat. Syahrul membeberkan, saat ini KUR yang macet di masyarakat Sulawesi Selatan hanya 0,56%.

Angka itu dirasa sudah pada level yang sangat kecil jika dibandingkan antara kemacetan KUR dan perguliran KUR yang sebesar Rp100 triliun.

“Itu artinya masyarakat punya ketaatan yang kuat untuk bisa melakukan suatu proses perbankan dengan baik,” ujarnya, di sela-sela kegiatan peresmian kantor OJK, Kamis (2/2/17).

Syahrul kemudian menekankan, posisi pemerintah selalu bersama-sama dengan OJK dan perbankan lainnya akan terus mengawasi perkembangan masalah KUR dan mengakselerasinya agar lebih kuat.

Jika saja jumlah KUR yang digulirkan sangat besar, maka pengawasan mesti ditingkatkan. “Dan tak bisa OJK sendiri melakukan pengawasan, pemerintahpun perlu melakukan pengawasan,” ujarnya.

Syahrul melanjutkan, jika rakyat kemudian menunggak kreditnya, sebenarnya fenomena itu menjadi perhatian serius bagi pemerintah. Karena biar bagaimana semua perguliran KUR untuk kesejahteraan rakyat. “Kalau kemudian kreditnya macet karena salah menerapkan sistem maka pemerintah juga harus tanggung jawab,” ujarnya.

Pada intinya, menurut Syahrul, pemerintah hadir di saat-saat rakyat kesusahan dan itulah yang selama ini dilakukannya untuk kemajuan Sulawesi Selatan. “Dan alhamdulillah kedekatan kita dengan OJK, BI dan perbankan lainnya untuk mengakselserasi ekonomi kita cukup bagus,” tutupnya.

Jika menilik pada data Bank Indonesia (BI) Sulsel, posisi KUR pada Desember tumbuh sekitar 14,87% (yoy). Pertumbuhan KUR tertinggi dicatat oleh kredit investasi sebesar 50,31% (yoy), sementara kredit modal kerja mengalami kontraksi -16,24% (yoy). Secara lapangan usaha, pertumbuhan KUR tertinggi terutama pada lapangan usaha jasa pendidikan 369,07% (yoy), diikuti lapangan usaha penyediaan akomodasi dan penyediaab makan minum 216,09% (yoy), dan lapangan usaha real estate, usaha persewaan dan jasa perusahaan 104,56% (yoy).

Sementara, sebagian besar KUR disalurkan untuk pembiayaan di lapangan usaha perdagangan besar dan eceran 58,07%, diikuti lapangan usaha pertanian, perburuan dan kehutanan 18,89% dan lapangan usaha transportasi, pergudangan dan komunikasi 11,66%. KUR di Sulsel sebahian besar disalurkan di Kota Makassar, Parepare dan Wajo. (mg3/suk)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top