PT Indominco Mandiri Serobot Lahan Warga – FAJAR sulsel
News

PT Indominco Mandiri Serobot Lahan Warga

MAKASSAR,UPEKS.co.id — PT Indominco Mandiri diduga telah melakukan penyerobotan lahan warga kelompok tani di Desa Danau Redan kecamatan Teluk Pandan Kutai Timur seluas 600 hektar. Penyerobotan lahan warga kelompok tani telah berjalan selama 10 tahun dan hingga saat ini belum mendapatkan ganti rugi lahan.

Hal itu dikemukakan kuasa hukum warga kelompok tani, Marhumi Labile, SH sesuai rilis yang diterima. Penguasaan lahan warga kelompok tani oleh perusahaan, dinilai banyak kejanggalan karena perusahaan mengusir warga dengan bantuan aparat dengan alasan bahwa itu adalah kawasan hutan lindung.

“Masyarakat diusir diatas tanah garapan warga kelompok tani yang sebelumnya telah dikeluarkan surat hak garap oleh kecamatan Teluk Pandan,” tegasnya.

Lebih aneh lagi kata Marhumi, pada saat adanya rapat mediasi yang difasilitasi oleh pemerintah kabupaten hal ini dipimpin oleh Wakil Bupati Kutai Timur, Kasmidi Bullang dan dihadiri oleh asisten pemerintahan umum, kepala dinas perkebunan, kepala dinas tata ruang, kepala dinas pertambangan dan energi, BPN , kabag pemerintahan kabaq hukum, camat teluk pandan, polres, managemen PT Indominco dan kelompok tani belum melahirkan kesepakatan ganti rugi lahan warga.

“Kami heran rapat tersebut belum menghasilkan kesepakatan padahal seluruh pejabat berkepentingan telah hadir, dimana letak masalah yang sebenarnya sehingga warga kelompok tani belum merasa puas dengan hasil keputusan tersebut,” tegasnya.

Sementara, perwakilan warga kelompok tani, Dahelan Arifin mengatakan, belum adanya kesepakatan ganti rugi lahan oleh perusahaan, sehingga warga kelompok tani terus melakukan perjuangan hingga mencari bantuan hukum ke Jakarta.
“Alhamdulillah telah bersepakat dengan kuasa hukum Marhumi Labile,” ujarnya.

Menurut Dahelan, persoalan ini telah lama diperjuangkan oleh warga kelompok tani dan bahkan telah mengeluarkan biaya besar untuk perjuangan ini.

“Sudah lama kami berjuang untuk menuntut hak kami tapi sampai saat ini belum ada kemauan dan itikad baik dari perusahaan untuk melakukan ganti rugi,” sesalnya. (min/ris)

UPEKS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top