Ini Dugaan Penyebab  Jembatan di Jeneponto Nyaris Roboh – FAJAR sulsel
News

Ini Dugaan Penyebab  Jembatan di Jeneponto Nyaris Roboh

JENEPONTO, RADAR SELATAN.CO.ID – Maraknya dugaan penambang ilegal di Jeneponto pada musin kemarau membuat dampak besar terjadinya longsor dimusin hujan. Salah satu Jembatan di Didusun Sapayya yang menghubungkan Desa Lentu dan Desa Balumbungang, Kecamatan Bontoramba tiba tiba nyaris roboh akibat tanah di pinggir Jembatan longsor.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Seksi Kedarutan Badan Penanggulangan Benacana Daerah (BPBD) Kabupaten Jeneponto, Andi Burhanuddin yang menyebutkan, Hujan lebat dan anging kencang terjadi diwilayah Kabupaten Jeneponto dan sekitarnya beberapa hari terkahir ini, mengakibatkan debet air sungai Punagayya meningkat hingga terjadi longsor.
“Arus sungai yang begitu deras mengikis pinggiran jembatan tersebut sehingga membuat longsor pada pinggiran jembatan.

Akibat kejadian tersebut jalan penghubung antara Desa Lentu dan Desa Balumbungan tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda Empat. Tetapi untuk kendaraan roda dua masih bisa melintas dengan cara dituntun,”ujar Andi Burhanuddin.
Setelah kejadian tersebut, Andi Burhanuddin mengatakan, Tim terpadu siaga banjir BPBD Jeneponto bersama kepolisian dan warga setempat yang dipimpin langsung Kepala BPBD Jeneponto, Anwaruddin langsung mendatangi jembatan tersebut dengan membawa satu unit alat berat jenis Exkafator miliki dinas PU Jeneponto.
“Kedatangan tim terpadu ini untuk menindaklanjuti laporan masyarakat Desa Lentu tentang jalan penghubung Jembatan Punagaya yang longsor pad hari Jumat sore 03 februari 2017 kemarin. Tim ini menurunkan alat berat dari dinas PU Jeneponto untuk membersihkan longsoran dan untuk selanjutnya dilakukan penanganan segera oleh pemerintah,”Jelasnya.
Menanggapi dampak jembatan yang nyaris roboh, Pemerhati Lingkungan Jeneponto yang merupakan warga Desa Lentu, Kecamatan Bontoramba, Ardi, mengatakan, bahwa salah satu akibat longsornya tanah pinggir jembatan diduga kuat akibat aktivitas tambang disekitar Jembatan.

“Kami menduga bahwa ini dampak tambang disekitar sungai Desa lentu yang beroperasi disekitar Jembatan yang hanya jarak sekitar 20 meter bagian kiri dan kanan Jembatan. Sehingga tanah dipinggir sungai terkikis masuk kesungai,”jelas Ardi saat dikonfirmasi oleh RADAR SELATAN disalah satu warkop di Jeneponto.
Ia berharap kepada Pemerintah daerah dan Penegak hukum untuk mengambil langka yang serius,” Apabila pemerintah dan pihak penegak hukum tidak menindak lanjutinya ini, maka kami akan menurunkan massanya Desa Lentu untuk melakukan aksi besar besaran di kantor Bupati Jeneponto,”Jelas Ardi. (Dedi Jeneponto/Radar Selatan)

RADAR SELATAN

loading...
Click to comment
To Top