Babinsa Ujung Tombak TNI-AD Bidang Teritorial – FAJAR sulsel
News

Babinsa Ujung Tombak TNI-AD Bidang Teritorial

BONEBONE —Babinsa merupakan ujung tombak dari Angkatan Darat di Bidang Teritorial. Bintara TNI-AD berpangkat bengkok kuning di lengan itu sangatlah familiar dalam masyarakat, terutama petani.

Dengan tanpa mengesampingkan tugas pokoknya sebagai seorang prajurit, Babinsa mampu menjalankan tugas tambahan sebagai pendamping petani dalam mewujudkan ketahanan pangan yang telah dicanangkan pemerintah. Ketahanan pangan merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengantisipasi krisis pangan yang dapat mengancam keutuhan dan kedaulatan NKRI.

Terlepas dari tugasnya mendampingi petani dalam upaya ketahanan pangan, Babinsa juga memiliki tanggungjawab pengawasan. Yah, pengawasan terhadap keberadaan orang asing dan kegiatan-kegiatan yang patut dicurigai.

Terkait pengawasan di wilayah teritorial masing-masing, apa yang kira-kira dilakukan oleh Babinsa jika menemukan adanya kegiatan yang mencurigakan di wilayahnya. Berikut keterangan dari Babinsa Desa Pattoloan, Kecamatan Bonebone, Kabupaten Luwu Utara, Sersan Mayor (Serma) Akhmad Taufik.

Babinsa Desa Pattoloan Serma Akhmad Taufik yang dimintai keterangannya, menjelaskan, ketika mendapat informasi atau isu-isu yang berkembang di masyarakat, maka dirinya selaku babinsa akan segera berkoordinasi dengan bhabinkamtibmas dan kepala desa untuk bersama-sama menuju ke TKP.

“Itu untuk mengecek kebenaran dari isu tersebut, sehingga kami segera mengambil langkah-langkah pencegahan. Kejadian itu juga akan kita laporkan kepada danramil, kapolsek dan camat,” ucap Serma Taufik.

Lanjut dia, “Selaku babinsa kami adalah ujung tombak TNI yang berada paling pelosok untuk selalu mendeteksi dini, cegah dini dan melaporkan kepada komando atas. Dengan memasang jaring sebagai mitra karib sehingga gelas pun yang pecah di rumah tangga itu kami tahu. Siapa, bilamana, apa, mengapa, dimana dan kapan,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut dia, guna mencegah hal-hal potensi kerawanan maka dituntut kekompakan kerjasama yang baik antara Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kepala Desa, Danramil, Kapolsek dan Camat. Selanjutnya, apabila mendapat informasi adanya orang asing masuk di wilayah, maka segera menghubungi RT/RW untuk mengecek kebenarannya, apakah sudah wajib lapor dan apakah ada kegiatannya di wilayah tersebut.

Bila ternyata ada gerakan lain yang terjadi, maka babinsa bersama bhabinkamtibmas dan kepala desa mengambil langkah-langkah pencegahan. Agar dapat menangkal penyusupan atau pelolosan orang-orang asing yang mungkin ada tujuan-tujuan tertentu untuk merongrong ideologi NKRI yang mengancam kutuhan negara.

“Untuk itu sangat dibutuhkan bantuan dari seluruh masyarakat, untuk menjaga kamtibmas dan menghidupkan kembali pos kamling. Jangan ragu-ragu melaporkan kepada babinsa apabila ada hal-hal yang mencurigakan,” pesannya.

Selain tugas-tugas pokok, babinsa juga diwajibkan untuk bersama-sama dinas pertanian dan ketahanan pangan untuk mendampingi petani dalam upaya khusus peningkatan swasembada pangan.

“Karena suatu negara mampu bertahan apabila kesediaan pangan dan logistik cukup memadai. Rakyat sejahtera maka TNI bersama rakyat kuat untuk mempertahankan keutuhan NKRI,” tandasnya sembari menekankan bahwa babinsa dan danramil bekerja sesuai perintah dari komando atas mulai dari Koramil, Kodim, Korem dan Kodam. (ara/him)

PALOPO POS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top