Bank Sulselbar Beri Kredit PUR 8% – FAJAR sulsel
News

Bank Sulselbar Beri Kredit PUR 8%

TAKALAR, UPEKS.co.id — Bank Sulselbar berani memasang bunga kredit hingga 8 persen, untuk kredit mikro di sektor kelautan dan perikanan. Pendapatan bunga yang besar, dalam setahun terakhir, menjadi alasannya.

“Kita punya Net Interest Margin (NIM) yang baik. Dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) kita didominasi dana murah, kita berani memasang bunga kredit murah,” jelas Andi Muhammad Rahmat, di sela-sela MoU akad kredit secara massal, di Kawasan Pelabuhan Bodia, Takalar, 3 Februari lalu.

Bank Sulselbar menyalurkan pembiayaan berbunga 8 persen, dengan skim PUR (Pundi Usaha Rakyat) pola kemitraan sektor perikanan. Itu disalurkan untuk kurang lebih 400 orang nelayan penyuplai telur ikan di Bodia. Namun, untuk bisa menyalurkan kredit 8 persen, harus dilakukan dengan pola kemitraan dengan perusahaan besar.

Untuk menyalurkan kredit di Bodia, Bank Sulselbar menggandeng PT Bodia Jaya, perusahaan yang membeli dan mengekspor telur ikan hasil tangkapan nelayan.

Bodia Jaya menjadi penjamin sekaligus penyalur kredit dari Bank Sulselbar ke nelayan. Masing-masing nelayan, mendapat pinjaman maksimum Rp50 juta. Dengan 400 nelayan, ditargetkan kredit yang disalurkan mencapai Rp20 miliar.

Kredit PUR dengan bunga 8 persen, lebih murah dari Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang sebesar 9 persen. Meskipun, PUR tidak subsidi oleh pemerintah. Hingga akhir tahun, Rahmat optimis penyaluran PUR bisa sampai Rp500 miliar.

Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Regional XI Sulampua, Indarto budiwitono, mengungkapkan, skema kemitaan terus didorong OJK. Dengan kemitraan, ada perusahaan besar yang siap menjamin kredit pelaku usaha mikro. Sehingga, debitur tidak perlu NPWP, dan dibuat ribet dengan persyaratan-persyaratan yang memberatkan.

Direktur Utama Bodia Jaya, Parawansah Lapang, mengungkapkan, dia siap menjamin kredit mikro para nelayan, karena prospek ekspor telur ikan sangat besar.

“Kita ekspor hingga ke Jepang, Korea, Tiongkok, Taiwan, Amerika, Rusia, Kanada, hingga Vietnam. Harganya juga bagus, dari beberapa tahun lalu sekitar Rp225 ribu per kilogram, menjadi sekitar Rp300 ribu per kilogram saat ini,” katanya.

Dia menyebutkan, dari sekitar 700 ton ekspor telur ikan Sulawesi per tahun, sekitar 500 ton di antaranya dipegang Bodia Jaya. (met/suk)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top